Hasil positif pada ajang Vivint Houston Open menjadi modal berharga bagi Hideki Matsuyama menuju Masters Tournament.

Hideki Matsuyama memetik modal berharga menuju Masters Tournament pekan ini. Lewat ajang Vivint Houston Open yang berakhir hari Minggu (8/11) kemarin, pegolf Jepang ini finis di posisi T2 berkat skor 7-under 63 yang ia bukukan pada putaran final itu. Inilah sepuluuh besar pertamanya pada musim 2020-2021.

Pada putaran final tersebut, pegolf berusia 28 tahun ini mencatatkan tujuh birdie tanpa bogey untuk finis hanya dua stroke di belakang Carlos Otiz. Otiz sendiri sukses menjadi pegolf Meksiko kedua yang menjuarai ajang PGA TOUR usai membukukan skor 65 dan skor total 13-under 267.

Juara FedExCup Dustin Johnson, harus puas berbagi tempat kedua dengan Matsuyama. Bagi pegolf No.1 Dunia ini, ajang Vivint Houston Open menjadi turnamen pertama yang ia ikuti setelah divonis positif COVID-19 pada bulan Oktober lalu.

 

 

Matsuyama sendiri menampilkan permainan memukau dengan menjadi salah satu pegolf yang mencatatkan skor terendah pada putaran final. Sepanjang pekan itu ia membukukan total 21 birdie dan menjadi pegolf dengan koleksi birdie terbanyak.

Kini ia bertolak menuju Augusta National untuk penampilan kesembilannya pada ajang Masters Tournament dan berusaha memenangkan Major pertama dalam akriernya. ”Finis positif saya pada akhir pekan akan benar-benar membantu saya pada ajang Masters pekan ini,” ujar Matsuyama, yang memperbaiki posisinya ke peringkat 15 pada klasemen FedExCup.

Pegolf Jepang ini sendiri telah menorehkan sejumlah hasil membanggakan pada ajang Major ini. Pada tahun 2015 ia finis di peringkat 5, sementara tahun 2016 ia ada di peringkat T7. Pada edisi 2017 dan 2018 ia juga berhasil finis di jajaran 20 besar. Ketika masih menyandang status amatir ia bahkan berhasil finis di peringkat T27 dalam debutnya tahun 2011, kala itu sebagai pemegang gelar juara Asia-Pacific Amateur Championship.

”Permainan saya sekarang makin bagus dan sudah pasti hal ini akan memberi rasa percaya diri berlimpah untuk melangkah (menuju Augusta National).”

Sejauh ini memang belum pernah ada pegolf Asia yang bisa memenangkan jaket hijau. Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan seorang pegolf Asia ialah finis di peringkat ketiga. Hanya K.J. Choi yang sanggup melakukannya pada tahun 2004.

Matsuyama sendiri kini tengah bersemangat lantaran permainannya tengah prima-primanya. Puptaran final di Houston itu menunjukkan permainannya nyaris sempurna. Ia memukul 17 green in regulation dengan performa iron yang tajam. Meskipun lapangan Memorial Park tidak serupa dengan Augusta National, bintang asal Jepang ini yakin hasil bagus ini akan memberinya modal yang ia butuhkan untuk menjadi penantang ketika Masters Tournament dimulai.

”Permainan saya sekarang makin bagus dan sudah pasti hal ini akan memberi rasa percaya diri berlimpah untuk melangkah (menuju Augusta National),” ujar pemegang lima gelar PGA TOUR ini. ”Lapangan (di Memorial Park) adalah lapangan yang berat, panjang, dan green-nya juga sulit, jadi tidaklah mudah memainkannya. Namun, saya bisa main bagus dan mendapat pengalaman berharga di sini.”