Bintang golf asal Jepang Hideki Matsuyama menorehkan skor terendah sepanjang kariernya bermain pada THE PLAYERS Championship. Pada putaran ketiga di TPC Sawgrass tersebut, ia membukukan skor 6-under 66, yang membawanya ke peringkat T22.

Dengan tujuh birdie dan satu bogey yang ia bukukan, Matsuyama memperbaiki catatan skor terbaiknya setelah pada 2016. Kala itu, ia menorehkan skor 67 yang, uniknya, ia bukukan juga pada hari ketiga. Pada tahun itu juga ia meraih prestasi terbaiknya selama mengikuti kejuaraan ini dengan finis di peringkat T7.

“Saya banyak melakukan pukulan yang berkualitas, terutama di sembilan hole pertama, dan permainan iron saya sangat meningkat ketimbang dua hari terakhir,” tutur Matsuyama.

Pegolf berusia 27 tahun ini memulai sembilan hole pertamanya dengan birdie di hole 1 dan 2, lalu mendapat satu-satunya bogey di hole 3. Ia kemudian menambah perbendaharaan birdie-nya di hole 6, 7, dan 9, yang membuatnya bermain 4-under.

Memasuki sembilan hole berikutnya, Matsuyama seakan bakal bermain dengan skor yang lebih rendah lagi ketika ia kembali menambah dua birdie di hole 10 dan 12. Sayangnya birdie di hole 12 itu menjadi yang terakhir baginya pada hari ketiga ini.

“Kapan pun bisa main 6-under di TPC Sawgrass, Anda akan merasa hari itu adalah hari yang sangat bagus.” – Hideki Matsuyama

“Saya mulai kesulitan ketika memainkan sembilan hole terakhir. Tapi secara keseluruhan, saya merasa senang. Kapan pun bisa main 6-under di TPC Sawgrass, Anda akan merasa hari itu adalah hari yang sangat bagus,” tandas Matsuyama.

Dengan skor total 7-under 209, Matsuyama kini memimpin kontingen Asia, terutama setelah pegolf Korea An Byeonghun terpaksa turun ke peringkat T24.

An, yang bermain bersama pegolf No.1 dunia saat ini, Dustin Johnson, harus berjuang keras sepanjang putaran ketiga ini. Setelah hanya bermain even par lantaran mendapat satu birdie dan satu bogey, di sembilan hole pertama, ia hanya mendapat dua birdie dengan tiga bogey di sembilan hole terakhir sehingga harus menutup hari ketiga dengan skor 1-over 73.

Sementara dua rekan senegaranya, Kim Siwoo dan Kang Sung, masing-masing bermain 72 dan 74 dan menghuni peringkat 43, yang salah satunya juga ditempati Tiger Woods.

Adapun pegolf China Taipei C.T. Pan terpaksa turun peringkat lantaran bermain dengan skor 74. Ia kini berada di posisi T69.

Sayang bagi Anirban Lahiri. Meskipun ia berhasil lolos cut, pada hari ketiga ini ia hanya bermain dengan skor 4-over 76, yang membuatnya tidak dapat bermain pada putaran final. Lahiri dan enam pegolf lainnya harus mengalami cut off kedua. Ini merupakan kebijakan PGA TOUR yang berlaku sejak 2008, yang membatasi jumlah pemain pada putaran final hingga nyaris 70 pemain. Para pemain yang terkena cut off kedua ini masih akan menerima hadiah uang dan poin FedExCup, hanya saja tidak bisa memperbaiki peringkatnya.

Jon Rahm memimpin
Pemukul jauh asal Spanyol Jon Rahm tampil sebagai pimpinan klasemen pada akhir putaran ketiga. Ia membukukan skor 8-under 64 dan berhasil menggeser Rory McIlroy dan Tommy Fleetwood. Kini ia berpeluang untuk meraih gelar PGA TOUR ketiga dalam kariernya.

“Saya menikmati permainan dari hole 1 hingga 18. Saya tidak tahu rata-rata skor saya pada hari Sabtu dalam dua tahun terakhir, tapi saya pikir saya sedikit memperbaikinya. Ini hari yang luar biasa, saya juga tidak banyak membuang pukulan,” tutur Rahm.

“Saya pikir bagian penting pada hari ini adalah di hole 14 dan 15. Saya tidak membiarkan rasa frustrasi menguasai diri saya. Saya berusaha untuk fokus melakukan satu pukulan, dan saya bisa bangkit dengan dua par sebelum kemudian bisa finis dengan meyakinkan.”

Dengan prediksi cuaca yang bakal lebih berat pada putaran final, Rahm berniat untuk bermain sabar.

“Saya tahu saya harus bermain dan apakah saya menjadi pimpinan klasemen atau tidak, saya masih harus bermain under dan memainkan putaran golf yang baik, seperti yang sudah saya lakukan sejauh ini,” tandasnya.

McIlroy dan Fleetwood berada satu stroke di belakang Rahm dan bakal menghadirkan kompetisi yang menarik.

Leave a comment