Langkah Hideki Matsuyama harus kembali terhenti melalui babak play-off untuk kedua kalinya dalam dua pekan, kali ini pada ajang WGC-FedEx St. Jude Invitational.

Hideki Matsuyama harus kembali mengalami kekecewaan untuk kedua kalinya dalam dua pekan. Sekali lagi langkahnya harus terhenti melalui babak play-off, yang kali ini terjadi pada ajang World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational. Dalam putaran final kemarin (8/8), pemegang gelar Masters Tournament 2021 ini nyaris berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mencatatkan kemenangan. Namun, sekali lagi ia hanya bisa mengikuti partai play-off dengan dua pegolf lainnya, dan mengakui kemenangan Abraham Ancer di TPC Southwind, di Memphis.

Kekalahan ini terjadi persis sepekan setelah Matsuyama juga nyaris mempersembahkan medali perunggu bagi Jepang pada Olimpiade Tokyo 2020. Pekan lalu ia mengikuti play-off bersama enam pegolf lainnya, dan harus mengakui ketangguhan pegolf China Taipei, C.T. Pan.

Matsuyama memulai putaran final kemarin dengan tertinggal sembilan stroke dari puncak klasemen, namun berhasil menampilkan permainan luar biasa tanpa bogey dan membukukan skor 7-under 63 untuk menorehkan skor total 16-under 264. Skor tersebut menempatkannya menuntaskan ajang pamungkas WGC ini bersama Ancer dan Sam Burns.

Ia sebenarnya sempat berpeluang menuntaskan kompetisi ini dalam permainan reguler setelah menorehkan empat birdie di tujuh hole terakhirnya, dan kalau saja upayanya melakukan birdie jarak jauh di hole 18 sukses. Sayangnya, ketika memainkan play-off, ia hanya bisa menorehkan par di dua hole sudden-death, sedangkan Ancer memastikan birdie di hole kedua itu untuk meraih gelar WGC, sekaligus PGA TOUR, pertama dalam kariernya.

Meskipun kecewa, Matsuyama masih bisa memberikan pujian terhadap permainan Ancer yang tak kalah mengagumkan. ”Sulit untuk kalah dalam babak play-off, tapi dalam kedua play-off ini, saya tidak bisa memukul bola ke fairway dengan kedua pukulan tee saya, tapi saya sudah melakukan yang terbaik. Saya sampaikan selamat kepada Abraham, sepanjang pekan ini dia bermain luar biasa,” puji pegolf berusia 29 tahun ini.

Matsuyama kini bakal memaksimalkan sisa jadwal PGA TOUR setelah memastikan mengikuti TOUR Championship di Atlanta untuk ke-8 kalinya secara berturut-turut. Ia mengamankan tempatnya setelah menempati peringkat 14 pada klasemen FedExCup. Dengan permainan terbaiknya sejak menjadi pegolf pria Jepang pertama yang menjuarai Major bulan April 2021 lalu, Matsuyama kini akan menuntaskan musim reguler pada ajang Wyndham Championship pekan ini, sebelum menuju rangkaian FedExCup Playoff, yang terdiri dari THE NORTHERN TRUST, BMW Championship, dan TOUR Championship.

”Saya tidak akan mengambil jeda pekan ini, saya akan bermain pada ajang Wyndham, tapi saya masih belum mencapai status ironman Patrick Reed, jadi saya akan berusaha untuk berlatih dan bersiap untuk fokus pada rangkaian FedExCup Playoff,” tegas Matsuyama, yang kini berniat untuk menjadi pegolf Asia pertama yang memenangkan FedExCup.

Ancer sendiri meraih kemenangannya berkat putt birdie berjarak kurang dari 2 meter. Upaya Burns untuk memaksa hole tambahan berikutnya pupus lantaran bolanya hanya mengitari lubang. ”Sulit dipercaya!” tutur Ancer. ”Saya langsung membidik lubang dan pukulannya secara sempurna tergambar dalam benak dan hasilnya persis seperti yang saya gambarkan,” ujarnya. Kemenangannya ini menjadikan Ancer sebagai pegolf Meksiko pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR.