Hideki Matsuyama akan memulai putaran final dari posisi sepuluh besar berpeluang untuk memperbaiki prestasinya pada WGC-Mexico Championship.

Putaran ketiga di Club Golf de Chapultepec, Meksiko, menjadi salah satu putaran yang tidak mudah bagi Hideki Matsuyama. Setelah sehari sebelumnya membukukan skor 64 dan menempati jajaran atas, kali ini ia harus puas dengan bermain even par 71.

Kali ini tidak ada akurasi permainan, baik dari tee maupun pukulan approach, seperti yang ia peroleh pada hari kedua. Di hole 2, misalnya, Matsuyama justru terkena OB sehingga terkena penalti, yang akhirnya membuatnya mendapat bogey pertama.

Pukulan approach-nya juga tidak cukup membantu kali ini. Di hole 8, misalnya, pukulan keduanya masuk ke rough. Dan meskipun pukulan ketiganya berhasil mengantar bola hingga berjarak 4 meter dari lubang, ia membutuhkan dua putt, yang memberinya bogey kedua. Kemudian di hole berikutnya, pukulan approach-nya juga menempatkan bola jauh dari lubang dan ia membutuhkan tiga putt untuk bogey ketiganya.

Matsuyama masih mendapatkan dua bogey lagi di sembilan hole berikutnya, namun beruntung mendapatkan lima birdie untuk membuatnya menuntaskan putaran ketiga dengan skor even par 71.

Catatan skor total 9-under 204 miliknya terpaksa membuatnya terlempar dari jajaran lima besar. Namun, ia masih bisa berada di sepuluh besar, berbagi peringkat ke-9 bersama Kevin Na dan Juara U.S. Open 2019 Gary Woodland.

 

 

Prestasi terbaik Matsuyama pada ajang ini ialah ketika finis T19 pada edisi tahun lalu. Dan melihat poisisinya saat ini lebih baik daripada tahun lalu, ia berpeluang untuk memperbaiki prestasinya tahun ini.

Justin Thomas Memimpin
Justin Thomas akan memainkan putaran final hari ini (23/2) sebagai pimpinan klasemen sementara dengan skor total 15-under 198. Mantan pegolf No.1 Dunia ini menutup putaran ketiga dengan torehan 6-under 65. Thomas mengawali dan mengakhiri hari ketiga dengan bogey, namun menampilkan permainan yang cemerlang di tengah putarannya.

Ia mengawali permainannya dengan bogey, namun kemudian, mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertama, sebelum kemudian menorehkan lima birdie lagi di sembilan hole berikutnya, lalu menutup dengan bogey.

“Sebenarnya, saya bisa dibilang main bagus sepanjang hari ini. Memang pukulan saya sangat buruk di hole 1, saya bahkan tak pantas mendapat par di sana, lalu di hole 18, saya terlalu mendorong pukulan tee saya, tapi setelah itu sebenarnya saya melakukan tiga pukulan dengan baik. Tapi di antara kedua hole tersebut, saya bermain dengan sangat bagus, memasukkan putt ketika saya membutuhkannya. Jadi, lebih banyak hal positif ketimbang negatif,” papar Thomas.

Namun, Thomas juga memberi jawaban mengapa Matsuyama bisa gagal memasukkan putt yang relatif dekat di lapangan ini.

“Green di sini kelihatannya datar. Ketika ada belokan, Anda mesti menyesuaikan kecepatan dengan jalur putt, dan rasanya saya berhasil melakukan hal tersebut dengan baik pekan ini, dan itu alasan mengapa saya bisa memasukkan beberapa putt,” tuturnya lagi.

Erik van Rooyen berpeluang untuk meraih gelar pertamanya di luar Eropa, sekaligus gelar World Golf Championships pertama dalam kariernya. Foto: Getty Images.

Thomas bakal mendapat persaingan ketat dari Erik van Rooyen dan Patrick Reed yang ada di tempat kedua dengan skor 14-under 199. Keduanya sama-sama bermain dengan skor 67 pada hari ketiga dan masing-masing memiliki misi tersendiri. Reed bakal berusaha untuk meraih gelar WGC keduanya, sementara van Rooyen berusaha untuk meraih kemenangan pertamanya di luar Eropa, plus gelar WGC pertama.

Hole-in-One Jon Rahm
Selain keduanya, Jon Rahm dan Rory McIlroy juga masih berpeluang untuk memberi kejutan pada putaran final. Rahm bahkan menjadi bintang pada hari ketiga dengan torehan 10-under 61. Pegolf Spanyol ini menampilkan akurasi yang luar biasa, di antaranya dengan membukukan empat birdie berturut-turut di empat hole pertamanya. Ia bahkan melakukan hole-in-one di hole 17 sebelum menutup dengan par di hole 18. Satu-satunya bogey ia dapatkan di hole 8.

“Setelah hole 4, saya sebenarnya melakukan tap-in, tap-in, tap-in, dan birdie dari jarak 10 kaki, dan saya pikir hari ini bakal menjadi hari yang sangat spesial. Banyak di antara kami yang terkadang merasa tidak beruntung, dan saya pikir hari ini adalah hari keberuntungan saya. Saya melakukan pukulan dengan tepat dan mendapatkan pantulan bola yang tepat, dan saya memanfaatkannya. Hari ini benar-benar hari keberuntungan saya, dikombinasikan dengan permainan golf yang bagus,” tutur Rahm.

Lalu ia juga menambahkan bagaimana ia mengulangi pukulannya di hole 16 untuk meraih hole-in-one tersebut.

“(Di hole 17 itu) jaraknya 123 meter dan saya melakukan swing tiga perempat dengan wedge 52, pukulan sejauh 119 meter, hal yang sama, bentuk pukulan yang sama, dan bola mendarat sempurna, saya yakin sekali. Ini pukulan yang persis sama dengan yang saya lakukan di hole 16,” tandasnya.