Hideki Matsuyama berniat membalas kekalahan dari Tiger Woods pada edisi 2019 lalu.

Tahun lalu, seusai harus mengakui keunggulan Tiger Woods dan finis di tempat kedua, Hideki Matsuyama sempat bergurau untuk membalas kekalahannya.

”Saya harus membalas dia tahun depan. Dia akan kembali ke sini dan saya akan ada di sini juga,” ujarnya kala itu.

Matsuyama mendapat kesempatan untuk mewujudkan harapannya itu. Hanya saja, kali ini latarnya berbeda, ZOZO CHAMPIONSHIP tak dapat dimainkan di Jepang dan harus diadakan di Sherwood Country Club di Thousand Oaks, California. Pandemi COVID-19 memaksa turnamen ini harus dipindahkan sehingga ajang ini harus bernama ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD untuk tahun ini.

Menariknya, Sherwood yang merupakan hasil desain Jack Nicklaus, merupakan lapangan perburuan gelar favorit Woods. Ia telah lima kali menang di lapangan ini sehingga mengalahkan Woods di lapangan ini bakal menjadi tantangan yang lebih menarik lagi bagi Matsuyama.

”Sekarang saya mulai lebih sering memikirkan untuk kembali meraih kemenangan dan mempersiapkan diri. Semoga pekan seperti itu bisa segera terwujud.” — Hideki Matsuyama.

”Saya sangat senang kami bisa mengikuti turnamen ini. Saya sangat ingin menang pekan ini dan berharap bisa menjumpai para penggemar di Jepang tahun depan dan menjadi juara bertahan di sana … pasti luar biasa jika hal ini terwujud,” ujar Matsuyama kemarin (20/10).

Sejauh ini performa Matsuyama terbilang konsisten. Sejak terakhir menjuarai World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational 2017, ia telah 14 kali finis di sepuluh besar di seluruh dunia. Kini Matsuyama, yang berada di peringkat 20 dunia, merasa kemenangan keenamnya bakal segera hadir.

”Sudah tiga tahun berlalu (sejak kemenangan terakhir) dan jelas saya sedikit memikirkannya. Saya selalu berusaha semaksimal mungkin dan tiap pekan rasanya saya hampir dekat mewujudkannya, tapi memang belum kesampaian. Jadi, sekarang saya mulai lebih sering memikirkan untuk kembali meraih kemenangan dan mempersiapkan diri. Semoga pekan seperti itu bisa segera terwujud,” ujar Matsuyama, yang akan memainkan dua putaran pertama dengan pegolf No.2 Dunia Jon Rahm dan Justin Rose, Juara FedExCup 2018, yang juga merupakan Juara Indonesian Masters 2017.

Selain Woods, Matsuyama juga akan bersaing dengan para pemain bintang lain, termasuk 25 dari 30 pegolf teratas pada Official World Golf Ranking, plus 8 dari 10 pegolf teratas, dan 20 dari 30 pegolf teratas pada klasemen FedExCup musim lalu. Nama besar lain yang bertanding pekan ini termasuk Phil Mickelson, Justin Thomas, Collin Morikawa, dan Xander Schauffele.

Matsuyama jelas kecewa ajang PGA TOUR ini tak dapat digelar di negerinya. Namun, ia berniat untuk tampil lebih meyakinkan dan berharap bisa mendapat dukungan dari para penggemar di Jepang.

”Kberhasilan pada PGA TOUR tak hanya membuat saya, tapi juga seluruh pegolf Jepang, merasa percaya diri kalau kami bisa bersaing menghadapi para pegolf tangguh dunia.” — Takumi Kanaya.

”Kami bersyukur ZOZO Inc. memutuskan membawa turnamen ini ke AS,” ujarnya. ”Semoga para penggemar di Jepang bisa menikmati siaran langsungnya. ZOZO CHAMPIONSHIP tahun lalu benar-benar sukses dan saya merasa tersanjung bisa berpartisipasi dalam ajang resmi PGA TOUR pertama di Jepang. Saya sendiri merasa bersemangat melihat kerumunan besar penonton yang menyaksikan dari tiap pinggir fairway dan bagaimana mereka menyemangati seluruh pemain. Banyak rekan PGA TOUR saya yang mengatakan betapa mereka menikmati bertanding pada ZOZO CHAMPIONSHIP dan betapa terkesannya mereka dengan etiket golf dan pengetahuan akan olahraga ini dari para penonton.

”Saya beruntung bisa main bagus tahun lalu dan bersaing untuk merebut gelar. Namun, Tiger main lebih baik daripada kami semua, kemenangan itu layak ia miliki. Salut untuk kemenangan yang membuatnya menyamai rekor 82 kemenangan PGA TOUR. Saya tahu dia bakal sulit ditaklukkan di Sherwood dengan sejumlah kesuksesannya di sini. Semoga saya bisa main cukup bagus untuk bersaing meraih trofi itu dan menampilkan perunjukan yang bagus buat para penggemar di Jepang.”

Selain Matsuyama, perhatian juga bakal tertuju kepada Takumi Kanaya. Pemuda yang baru beralih profesional ini memilik prestasi serupa dengan seniornya itu. Keduanya sama-sama menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship dan disebut sebagai bintang baru Jepang. Pegolf berusia 22 tahun ini juga telah menyandang status No.1 Dunia pada World Amateur Golf Ranking selama 55 pekan. Selagi masih berstatus amatir, ia juga menjuarai Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Open pada Japan Golf Tour, finis T3 pada Australian Open 2019. Dalam debut profesionalnya pekan lalu, Kanaya finis di peringkat 7 pada Japan Open.

Ia berharap bisa mengikuti kesuksesan Matsuyama dan bermain penuh pada PGA TOUR dalam waktu dekat ini. ”Sudah pasti keberhasilannya (Matsuyama) pada PGA TOUR tak hanya membuat saya, tapi juga seluruh pegolf Jepang, merasa percaya diri kalau kami bisa bersaing menghadapi para pegolf tangguh dunia seperti dia. Meskipun targetnya tinggi, ia sudah mematok target itu bagi kami dan karena itulah saya sangat mengagumi dia sebagai anutan,” ujar Kanaya, yang menjadi satu dari delapan pegolf Jepang yang bersaing pekan ini.