Hideki Matsuyama kembali ke posisi teratas BMW Championship, kali ini bersama Dustin Johnson.

Hideki Matsuyama dan Dustin Johnson kembali mencuri perhatian pada akhir putaran ketiga BMW Championship. Permainan solid keduanya, yang sama-sama membukukan skor 69 sudah lebih dari cukup untuk menempatkan mereka sebagai pimpinan klasemen bersama dengan skor total 1-under 209.

”Pukulannya (Matsuyama) bagus. Yang pasti lapangan ini sulit,” ujar Johnson. ”Kami berdua sama-sama main bagus. Rasanya saya bermain sangat solid. Memang dia lebih cepat panas ketimbang saya, tapi saya rasa saya bermain sangat solid sepanjang hari ini.”

Keduanya kini memegang keunggulan dua stroke atas tiga pegolf lainnya yang membukukan skor total 1-over 211. Mereka adalah pegolf Chile Joaquin Niemann, pegolf Kanada Mackenzie Hughes, dan pegolf Australia Adam Scott. Di belakang ketiga pemain ini masih ada enam pemain lain yang menempati posisi ke-6 dengan total 2-over 212, termasuk Jon Rahm yang menorehkan skor terbaik putaran ketiga dengan skor 66, meskipun ia sempat kena penalti satu stroke lantaran lupa memarkahi bolanya.

”Saya bangga bisa mempertahankan permainan saya setelah penalti itu,” ujar Rahm. ”Saya pikir pukulan terpenting pada putaran ini ialah putt kedua, putt dari jarak 2 meter untuk bogey.”

Rory McIlroy juga menempati peringkat keenam. McIlroy mencuri perhatian pada putaran ketiga ini setelah mengumumkan bahwa ia dan sang istri, Erica, tengah menantikan anak pertama mereka dalam waktu dekat. Meskipun sudah memastikan tempatnya untuk bertanding pada TOUR Championship pekan depan, McIlroy memilih untuk mundur dari mempertahankan gelar FedExCupnya, jika putrinya lahir. ”Saya masih bisa bermain pada banyak ajang TOUR Championship, tapi hanya berkesempatan sekali mendampingi kelahiran anak saya. Hal ini melebihi segalanya,” ujar McIlroy.

 

 

Lalu ada pula Tiger Woods yang masih menjadi sorotan setelah peluangnya untuk tampil pada ajang tutup musim pekan depan kian menipis. Skor 72 yang ia raih pada hari Sabtu (29/8) kemarin membuatnya kini ada di posisi T55 dengan skor total 10-over. Hasil ini menjadi yang ketiga kalinya Woods membukukan tiga putaran berturut-turut dengan skor di atas par dalam sebuah ajang non-Major. Dengan hasil ini, ia hampir dipastikan absen pada TOUR Championship, mengingat Woods minimal wajib finis sendirian di tempat ke-4.

Woods memang tidak sendirian menghadapi kondisi lapangan yang sulit di Olympia Fields. Hanya ada dua pemain yang memasuki putaran final dengan bermain under, situasi yang jarang terjadi dalam era modern PGA TOUR. Ajang non-Major terakhir yang dimenangkan dengan skor even par dilakukan oleh Billy Mayfair pada TOUR Championship 1995, sedangkan Bruce Lietzke menjadi peain terakhir yang menjuarai sebuah ajang non-Major dengan bermain over, saat menjuarai AT&T Byron Nelson dengan 1-over.

”Tidak mudah,” ujar Scott, yang menempati peringkat ke-2 untuk kategori Strokes Gained: Putting. ”Kemarin saya pikir green-nya sedikit lebih keras. Beberapa green kelihatan agak basah hari ini, tapi yang lain kering. Jadi, Anda mesti memperhatikan warna green dan berharap menempatkan bola di area yang tepat, walaupun sulit juga mengetahui apakah titik tertentu tepat atau tidak.

”Umumnya, mempertahankan bola di posisi bawah lubang sangatlah sulit, lalu Anda harus menghadapi putt dengan break yang tidak kira-kira dan sangat licin. Sulit memasukkan semua putt (dari posisi demikian).”

”Lapangan ini benar-benar lapangan untuk kejuaraan Major, dan kondisinya serta set-up lapangannya, benar-benar dimainkan seperti sebuah Major.” — Dustin Johnson.

Hanya Matsuyama dan Johnson yang terlihat bisa memenuhi ekspektasi tersebut. Matsuyama kini memimpin di kategori Strokes Gained: Tee-to-Green termasuk di sekitar green. Resep ini tampaknya bakal mengakhiri puasa gelarnya selama tiga tahun.

”Saya mendapat awal yang bagus dan bisa mempertahankan permainan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin menempatkan bola di fairway, dan saya cukup senang melihat hasilnya,” ujar Matsuyama, yang mengawali putaran ketiga dengan putting berjarak 11 meter yang membuahkan eagle di hole 1. Ia kemudian menorehkan birdie di hole 4.

”Hari ini angin berembus dari arah yang berbeda sehingga saya pun harus bermain dengan cara yang berbeda juga. Tapi saya senang dengan permainan kali ini. Belakangan ini saya mulai main bagus, jadi besok saya harus mempertahankan pukulan saya dan melakukan putting dengan baik. Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti.”

Meski demikian, Johnson juga memperoleh momentumnya sendiri, menyusul kemenangannya yang penuh dominasi pada pekan lalu. Pimpinan klasemen FedExCup ini menyamai skor 1-under Matsuyama ketika keduanya sama-sama membukukan birdie di hole 15 par 5. Inilah skor under pertama bagi Johnson.

”Lapangan ini sangat menuntut beragam pukulan,” ujar Johnson. ”Jelas ini lapangan golf yang sangat berbeda, dengan kondisi yang juga sangat berbeda. Lapangan ini sangat mudah membuat kita berpikir bisa main 4-under saja sudah sangat bagus,” ujarnya. ”Lapangan ini benar-benar lapangan untuk kejuaraan Major, dan kondisinya serta set-up lapangannya, benar-benar dimainkan seperti sebuah Major.”