Hideki Matsuyama masih harus menantikan gelar PGA TOUR keenamnya usai mengakhiri World Golf Championships-Workday Championship at The Concession di posisi 15 besar.

Ada secercah harapan ketika Hideki Matsuyama memulai putaran final WGC-Workday Championship at The Concession kemarin (28/2). Meskipun banyak nama besar yang ikut bersaing di jajaran atas, seperti Billy Horschel, Brooks Koepka, Webb Simpson, dan Collin Morikawa yang akhirnya keluar sebagai juara, Matsuyama berada di posisi yang cukup dekat untuk menciptakan kejutan. Jika berjalan dengan baik, selisih lima stroke bukanlah sesuatu yang mustahil.

Setelah hanya mengawali pekan tersebut dengan bermain even par 72, pegolf berusia 29 tahun ini mendadak bermain luar biasa pada hari kedua dengan menorehkan sebuah eagle dan tujuh birdie, meskipun masih mendapat tiga bogey. Lalu pada putaran ketiga, ia masih dapat bermain solid dengan mencatatkan enam birdie dan dua bogey, yang menempatkannya di peringkat ketujuh.

Bagi para penggemarnya di Jepang dan di seluruh dunia, mungkin inilah momen bagi pegolf terbaik Jepang pada PGA TOUR ini untuk meraih gelar PGA TOUR keenam sekaligus gelar World Golf Championships ketiganya. Apalagi sudah hampir empat tahun sejak ia meraih kemenangan terakhirnya di Amerika.

Sayangnya, untuk pertama kalinya pada pekan itu, Matsuyama justru mendapatkan bogey di hole pertamanya. Padahal selama tiga hari sebelumnya, ia setidaknya mendapatkan 1-under di hole tersebut. Bahkan ketika penebusannya terjadi di hole 3, ia kembali mendapat bogey di hole 5 dan hanya bisa bermain even par di sembilan hole pertamanya. Lalu birdie mendadak menjadi makin sulit ketika ia beralih ke sembilan hole terakhir dan akhirnya hanya mendapat satu birdie di hole 15 dengan sebuah bogey, bahkan terpaksa menutup pekan lalu dengan double bogey di hole 18, menyusul penalti akibat bolanya masuk air.

”Pukulan saya sedang jelek. Saya tak bisa melakukan pukulan sesuai harapan dari posisi yang ada pada pukulan kedua yang terakhir saya lakukan, dan saya juga belum bisa melakukan swing yang ideal. Kemarin putting saya kurang bagus dan hari ini juga sama. Kalau saya bisa mengingat hal-hal positif di Riviera (pada The Genesis Invitational) dan hari pertama serta hari kedua pada pekan ini serta memperbaiki celah yang ada, saya pikir putting saya bisa menjadi lebih baik. Waktunya memang terlalu singkat (sampai turnamen berikutnya), tapi saya berharap bisa memperbaikinya,” tutur Matsuyama kepada Golf Network.

 

 

Bagi Matsuyama, putting telah menjadi aspek yang memberinya tantangan yang cukup berat. ”Rasanya sulit untuk bisa langsung memperbaikinya begitu performanya berantakan. Jadi, rasanya ada baiknya kalau mendiskusikan hal ini dengan pelatih dan memikirkan apa yang menjadi perbedaan pada hari pertama, kedua, ketiga, dan hari terakhir,” sambungnya lagi.

Meski harus mengakhiri putaran final dengan skor 74, Matsuyama masih mencatatkan finis 15 besar keduanya pada musim 2020-2021 ini, menyusul T13 pada Masters Tournament bulan November 2020 lalu.

Sementara itu, wakil Asia lainnya, Im Sungjae juga harus puas menempati peringkat T28 setelah membukukan skor 68-74-69-72. Sedangkan rekan senegara Matsuyama, Yuki Inamori finis di peringkat T48 dengan skor total 291.

Collin Morikawa akhirnya berhasil memanfaatkan peluangnya dan meraih gelar World Golf Championships pertama dalam kariernya. Skor 69 yang ia torehkan pada hari terakhirnya memastikan kemenangan tiga stroke atas Viktor Hovland, Billy Horschel, dan Brooks Koepka.

Hari Minggu itu juga menjadi hari istimewa ketika sebagian pemain mengenakan busana berwarna merah dan hitam sebagai bukti dukungan mereka terhadap proses pemulihan Tiger Woods, menyusul kecelakaan yang terjadi pada awal pekan lalu. Pemandangan serupa juga terlihat pada kancah LPGA dengan sejumlah pemain menampilkan dukungan serupa, di antaranya seperti yang dilakukan sang legenda Annika Sorenstam.