Rory McIlroy seolah mempertemukan masa lalu dan masa kini pada ajang THE PLAYERS Championship.

Oleh Chris Cox, Senior Manager Communications PGA TOUR

Rory McIlroy memandang jauh ke green pulau yang terkenal di Stadium Course, TPC Sawgrass. Gelap mulai menjalar ke seluruh jagat, tapi lampu-lampu menyinari stadium itu dari panggung-panggung di sekitarnya untuk memberikan pencahayaan yang cukup untuk mengagumi mahakarya sang arsitek, Pete Dye.

Setahun yang lalu, McIlroy meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya di sini, pada ajang THE PLAYERS Championship, ketika hari Minggu yang mendebarkan itu menampilkan dirinya melampaui seluruh pesaingnya.

Pegolf asal Irlandia Utara ini kembali ke sini untuk mengenang kembali kemenangan tersebut, sebuah perubahan yang memukau ketimbang tiga partisipasi perdananya pada ajang ini—semuanya berujung pada kegagalannya untuk lolos cut. ”Saya pikir tiap kali bermain untuk pertama kalinya di lapangan Pete Dye, saya belum bisa mengapresiasinya atau menyukainya, dan saya rasa memang tidak bisa … karena secara visual lapangan itu mengintimidasi,” jelas McIlroy.

”Sepertinya, (setingnya) membuat Anda melakukan pukulan tee ke arah di mana semua orang memukul, dan memang dituntut gaya bermain golf yang sangat strategis, dan saya pikir saya perlu belajar cara memainkan jenis golf yang seperti itu. Saya keras kepala dan sedikit belum dewasa dan berusaha menaklukkan lapangan ini, padahal Anda takkan bisa melakukannya.”

Dye pasti tersenyum mendengar frustrasi awal McIlroy. Lagipula, dialah orang yang pernah mengungkapkan, ”Golf bukanlah permainan yang adil, jadi buat apa saya membangun lapangan golf yang adil?”

Tiger Woods menjadi satu-satunya pemain yang menjuarai THE PLAYERS Championship lebih dari satu kali dalam 25 tahun terakhir. Foto: Getty Images.

Rasanya pantas menghargai Dye, yang meninggal pada 9 Januari 2020 lalu dalam usia 94 tahun. Kepergiannya datang hanya beberapa jam setelah McIlroy melayangkan pujiannya.

”Sebagai sosok yang dinobatkan masuk World Golf Hall of Fame pada tahun 2008, pengaruh Pete sangatlah luas, ia meninggalkan jejaknya secara global baik bagi golf amatir, maupun profesional,” ujar Komisioner PGA TOUR Jay Monahan. ”Ia mendesain beberapa lapangan golf terbaik di dunia, meskipun tak ada yang melebihi Stadium Course THE PLAYERS di TPC Sawrgrass.

”Di sinilah Pete mewujudkan konsep golf stadium yang revolusioner dari Komisioner Deane Breman, memadukan visi Deane dengan secara cerdas mendesain lapangan yang dirayakan tiap tahunnya sebagai salah satu lapangan paling strategis pada ajang THE PLAYERS Championship.”

Pada satu sisi, McIlroy menjadi subjek ujian yang ideal bagi salah satu desain Dye yang paling terkenal. Ia gagal lolos cut pada THE PLAYERS 2009, 2010, dan 2012, membukukan total 12-over par dalam ketiga penampilannya itu.

Namun, ia mulai memadukan tiap kepingan rahasia Dye setelah tiga kegagalan itu. Ia finis di jajaran 15 besar dalam tiap empat edisi yang ia mainkan dan T35, dan sekali lagi gagal lolos cut, dan akhirnya ia meraih kemenangan pada tahun 2019.

”Memainkan lapangan ini saja sudah berat, tapi menurut saya itu karena lapangan ini tidak cocok untuk jenis permainan tertentu.” – Rory McIlroy

Untuk itulah McIlroy menjadi pemain terakhir yang menguasai Stadium Course pada hari-hari terakhir sang desainer.

”Jay memberi poin yang luar biasa. Ia menyebutkan bahwa lapangan itu merupakan lapangan golf paling demokratis,” ujar McIlroy. ”Lapangan itu tidak memihak siapa pun. Anda mesti tampil dan melakukan pukulan dan main bagus dari Kamis pagi sampai Mingu sore.

”Saya gagal lolos cut dalam tiga penampilan pertama di sana, jadi saya butuh waktu untuk memahami lapangan ini. Tapi rasanya pada akhirnya saya memahaminya.”

Pertanyaan saat ini ialah bisakah ia membangun sebuah warisan baru pada tahun 2020 ini dengan mempertahankan gelarnya. Turnamen ini masih menantikan juara yang sama secara berturut-turut, yang hanya memiliki enam pemain yang memenangkan ajang ini lebih dari sekali.

Persis seperti yang Pete inginkan.

”Ada Fred Funk sampai Tiger Woods lalu (Matt) Kuchar dan siapa pun, semua orang, dan semua gaya permainan yang telah menang di sini, yang menurut saya membuatnya cukup (menantang),” ujar McIlroy. ”Memainkan lapangan ini saja sudah berat, tapi menurut saya itu karena lapangan ini tidak cocok untuk jenis permainan tertentu dan Anda bisa memainkannya dengan berbagai macam cara sehingga membawa banyak orang ke sini.”

Konsistensi merupakan target jangka panjang McIlroy, namun ia tak menampik keinginannya menjuarai lebih dari lima turnamen dalam setahun. Tapi pekan ini ia bakal berusaha menjadi pegolf pertama yang menjuarai THE PLAYERS Championship secara berturut-turut.

Layout Dye telah memberi gelar bagi sejumlah pemain dalam beberapa tahun terakhir, dan hanya sedikit yang menonjol. Tiger Woods menjadi satu-satunya pemain yang menjuarai ajang ini lebih dari sekali dalam 25 tahun terakhir. Dan ia juga menjadi satu dari hanya empat pemain yang memenangkannya ketika berstatus No.1 Dunia—ia melakukan hal tersebut pada 2001 dan 2013, sedang Greg Norman (1994) dan Jason Day (2016) adalah nama lain yang melakukannya. Pemain kelima, David Duval pada tahun 1999, menjadi No.1 Dunia setelah meraih kemenangan di sini.

Sangat memungkinkan McIlroy bergabung dengan kelompok tersebut pada bulan ini, lantaran sekali lagi ia berada di peringkat teratas sejak awal Februari, seusai ajang AT&T Pebble Beach Pro-Am. Meskipun bisa saja hal ini berubah menjelang THE PLAYERS, McIlroy jelas berada di posisi di mana ia bakal tampil sebagai salah satu pegolf terbaik di dunia. Sejarah masih memihak upaya McIlroy mempertahankan gelarnya. Ia yakin ia siap menyambut tantangan ini.

”Saya yakin pada harinya saya, saya adalah pemain terbaik di dunia dan saya pikir saya bisa melakukan hal tersebut untuk jangka waktu yang panjang,” ujarnya. ”Untuk beberapa waktu ke depan, rasanya saya bisa menjadi pemain terbaik di dunia, dan saya ingin memaksimalkannya. Saya pikir dengan semua pengalaman yang saya miliki dan yang telah saya pelajari dalam 10 tahun terakhir, saya pikir saya bisa bertahan untuk sepuluh tahun berikutnya.”

Pegolf berusia 30 tahun ini menang empat kali dalam kalender kompetisi musim lalu, dimulai dengan THE PLAYERS pada bulan Maret. Lalu ia menjuarai TOUR Championship, RBC Canadian Open, FedExCup dan Player of the Year PGA TOUR kedua, dan saat ini ada di peringkat 3 FedExCup. McILroy merenungkan semua pencapaiannya pada bulan terakhir tahun lalu, sembari menyerahkan sejumlah club-nya untuk ajang amal Jack Nicklaus pada awal bulan itu dan menikmati satu putaran dengan sang ayah, Gerry, di Seminole.

”Saya rehat sejenak,” ujar McIlroy mengenai rehat musim dinginnya. ”Begitu kembali ke Amerika pada Tahun Baru, saya akan mengeluarkan club dan mulai berlatih.”

 

Jeda yang cukup panjang itu tampaknya juga tak banyak memengaruhi permainannya. Ia finis T3 pada debutnya tahun 2020 ini pada ajang Farmers Insurance Open.

Hasil tersebut jelas bisa menghadirkan masalah bagi para pemain lainnya. McIlroy mempertahankan sebagian besar target semusimnya selalu terpaut pada statistic—khususnya short game dan putting—tapi ia juga masih berharap suatu saat bisa mengalahkan pencapaian terbaiknya ketika memenangkan lima gelar pada tahun 2012.

”Pada satu saat, saya ingin melampaui prestasi itu, jadi saya pikir enam kemenangan itu akan menjadi sesuatu yang saya akan kejar,” ujarnya. ”Tapi ada banyak hal yang harus dilakukan untuk memenangkan turnamen-turnamen itu, jadi saya mesti berfokus pada latihan saya dan apa yang harus saya lakukan, dan kalau bisa melakukannya dengan tepat, semoga saya bisa meraih enam kemenangan dan menjuarai turnamen-turnamen itu hanya dengan bekal yang saya lakukan jauh dari lapangan.”

Tahun ini menjadi tahun ke-10 sejak McIlroy meraih gelar PGA TOUR pertamanya. Ketika itu ia membukukan skor 62 pada putaran final Wells Fargo Championship. Sejak saat itu, ia telah menjuarai 17 turnamen lainnya, dan pria tembem berambut keriting yang kala itu berusia 20 tahun kini telah menjadi megabintang kelas dunia.
Siapa yang tahu berapa kemenangan lagi yang bakal ia raih sebelum ia menuntaskan kariernya? Tapi satu hal yang pasti: ia akan selalu memiliki satu kemenangan—mungkin lebih—pada lapangan Stadium Course yang dibanggakan Pete Dye.

”Gelar itu sangat berarti karena ini merupakan turnamen kami, dan saya pikir rekan-rekan Anda akan mengakui Anda berkat prestasi itu,” ujar McIlroy. ”Sejujurnya, menjuarai THE PLAYERS tahun lalu ikut membantu saya meraih penghargaan Player of the Year PGA TOUR. Saya pikir para pemain mengakui bahwa menjuarai ajang ini teramat sangat berarti dan ini turnamen yang ingin dimenangkan semua orang.”