Mardan Mamat berpeluang mengakhiri puasa gelar dengan mempertahankan posisi teratasnya.

Empat tahun silam, Mardan Mamat harus berjuang keras untuk mempertahankan kartu Asian Tour miliknya. Ketika akhirnya menjuarai Bashundhara Bangladesh Open, pegolf senior asal Singapura ini menari kegirangan usai menerima trofi.

Tampaknya pekan ini publik golf di Indonesia bakal melihatnya kembali menari, mengingat Mardan tak hanya mempertahankan posisi teratas pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic, tapi juga memperpanjang keunggulannya.

Pada putaran ketiga hari ini (23/8), pegolf berusia 51 tahun ini menorehkan skor terendah 9-under 63 dan skor total 18-under 198. Ia unggul lima stroke dari pegolf Korea Kim Joohyung yang ada di tempat kedua.

Mardan melanjutkan momentum yang ia bangun sejak hari pertama dengan membukukan empat birdie di enam hole pertama. Ia bahkan mencatatkan tiga birdie berturut-turut sejak hole 4, lalu mendapat satu-satunya bogey di hole 7. Bogey itu tak menyurutkan langkahnya karena ia lekas bangkit dan kembali mendapat birdie di hole 8. Ia kemudian membukukan lima birdie lagi di enam hole terakhirnya untuk skor 9-under 63.

Performa Mardan hari ketiga ini memang mengagumkan. Catatan skor 63 miliknya ini hanya terpaut satu stroke dari rekor skor terendah di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course, yang dibukukan oleh pegolf India Gaganjeet Bhullar tahun 2009 lalu.

“Unggul lima stroke memang bagus, tapi Anda tak bisa menganggapnya aman karena lapangan ini berpotensi memberikan skor yang sangat rendah.” – Mardan Mamat

“Setelah main bagus dalam dua hari pertama, saya merasa yakin kalau saya bisa main dengan skor lebih rendah lagi, tapi sejujurnya saya tak mengira bisa main dengan skor 63,” ujar Mardan.

“Sekali lagi putting saya sangat jitu dan birdie terbaik hari ini terjadi di hole 14 ketika saya memasukkan bola dari jarak sekitar 20 kaki. Saya tak mengira bisa unggul lima angka menuju hari terakhir. Sudah lama sekali saya tidak bersaing memperebutkan juara seperti ini. Malah saya tak ingat kapan terakhir kali berada di puncak klasemen pada akhir putaran ketiga.”

Meskipun memegang keunggulan lima stroke, Mardan sadar bahwa perjuangannya masih jauh dari selesai. Lima stroke dengan 18 hole tersisa berarti pemain lain pun masih punya peluang untuk menyalip dirinya.

“Unggul lima stroke memang bagus, tapi Anda tak bisa menganggapnya aman karena lapangan ini berpotensi memberikan skor yang sangat rendah,” ujarnya. “Saya bakal senang sekali kalau bisa menuntaskan putaran final besok (24/8) dengan skor yang lebih rendah daripada 70. Bakal menjadi prestasi luar biasa kalau saya bisa menang di atas usia 50 tahun!”

Tempat kedua yang dihuni oleh Kim Joohyung bakal memberi tantangan kepada sang pegolf senior. Kim, yang memenangkan OB Golf Invitational pada bulan Mei lalu juga berniat untuk menampilkan performa terbaiknya. Ia pun mengincar kemenangan untuk memberi tekanan kepada Naoki Sekito, yang kini memimpin Order of Merit Asian Development Tour.

Catatan skor Danny Masrin hingga hari ketiga menempatkannya di peringkat T14 dan hampir pasti menjadi pegolf Indonesia terbaik pada ajang ini. Jika berhasil melakukan hal tersebut, ia akan kembali mendapat hak tampil pada ajang Panasonic Open Golf Championship 2020. Foto: Golfin’STYLE.

Kim kini ada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan US$21.977,85. Jika menang, ia akan menerima hadiah senilai US$19.250, yang bakal membawanya lebih menempel Sekito, yang kini telah memiliki US$42.595,72.

Sementara itu, Danny Masrin menuntaskan putaran ketiga dengan skor 69. Ia hampir pasti menjadi pegolf Indonesia terbaik untuk ketiga kalinya berturut-turut pada ajang ini. Dukungan dari Panasonic selaku sponsor pendamping telah memastikan memberi hak tampil pada ajang Panasonic Open Golf Championship di Jepang pada 2020 mendatang. Dengan skor total 8-under 208, Dannny ada di peringkat T14.

Pegolf amatir No.1 Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra hari ini berhasil memperbaiki penampilannya dan menuntaskan putaran ketiga dengan skor 5-under 67. Skor total 6-under 210 membawanya di peringkat T26. Ia pun hampir pasti keluar sebagai Lowest Amateur setelah dua pesaing amatir lainnya, Seandy Alfaraby dan Fadhli Rahman Soetarso hanya bisa bermain even par 72 dan masing-masing dengan skor total 215 dan 216. Seandy ada di peringkat T52, sedangkan Fadhli di posisi 54.

Peter Gunawan mencatatkan skor 2-under 70 dan kini berada di peringkat T30 dengan skor total 5-under 211. Syukrizal berada satu stroke di belakang Peter dengan 4-under 212 usai mencatatkan skor 69. Adapun Elki Kow yang tampil sebagai pegolf Indonesia terbaik pada hari pertama justru bermain 73 dan posisinya pun terlempar ke peringkat 51 dengan skor total 214.

Leave a comment