Tuan rumah menempatkan delapan wakilnya ke dua putaran final, termasuk tiga pemain amatir.

Mardan Mamat melanjutkan permainan primanya pada hari kedua Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic. Pegolf senior asal Singapura ini kali ini bermain dengan skor 3-under 69 untuk mempertahankan posisi teratas pada ajang Asian Development Tour (ADT) yang memperebutkan total hadiah senilai US$110.000 ini.

Pegolf berusia 51 tahun ini langsung mendapat birdie di hole pertamanya sehingga menciptakan cukup momentum untuk melanjutkan dominasinya di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course. Ia memang mendapat bogey di hole 2 dan 6, namun dua birdie di sembilan hole pertama itu membantunya untuk menjaga suasana permainannya. Ia kemudian berhasil menghindari bogey di sembilan hole kedua, bahkan mendapat dua birdie untuk mengumpulkan skor 135.

“Saya cukup senang dengan permainan saya kali ini, terutama setelah mengalami kesulitan di tiga hole pertama,” tutur Mardan. “Saya harus melakukan tiga putt dari jarak 20 kaki sehingga mendapat bogey di hole kedua itu. Tapi saya bisa bangkit dengan empat birdie. Saya sangat puas dengan hasil itu.”

Mardan sadar bahwa meskipun kini ia berada di puncak klasemen, perjuangannya pekan ini tak hanya jauh dari selesai, tapi juga takkan mudah. Saat ini ia hanya memegang keunggulan satu stroke dari pegolf muda Amerika Micah Lauren Shin, yang tadi (22/8) bermain dengan skor 64. Selain itu, masih ada enam pemain lain yang hanya berjarak dua stroke darinya, termasuk pimpinan Order of Merit ADT Naoki Sekito.

“Selama saya masih tetap bugar, dan mungkin dengan sedikit keberuntungan, saya tak melihat alasan mengapa saya tak bisa menang lagi.” – Mardan Mamat

“Persaingan pekan ini bakal sangat ketat. Saya harus berjuang untuk bisa main under dalam dua hari terakhir. Dan maksud saya ialah benar-benar main under, kalau mau tetap bertahan di posisi teratas,” imbuh Mardan, yang nyaris menjuarai turnamen ini pada tahun 2017.

Sejak menjuarai gelar Asian Tour kelimanya pada Bashundhara Bangladesh Open empat tahun silam, Mardan belum mencicipi kemenangan lagi. Kesempatan pada pekan ini jelas menjadi momen yang tak boleh ia sia-siakan jika ingin kembali merayakan kemenangan ke-15 dalam karier profesionalnya.

“Bermain setelah berusia di atas 50 tahun pastilah lebih sulit lagi. Tapi saya yakin kalau saya masih punya kemampuan untuk bersaing dengan para pemain muda dan kembali menang. Selama saya masih tetap bugar dan mungkin dengan sedikit keberuntungan, saya tak melihat alasan mengapa saya tak bisa menang lagi” tegasnya.

Sementara itu, keputusan Micah Lauren Shin untuk mengganti putter ternyata membuahkan hasil. Ia mendapat delapan birdie tanpa sekalipun mendapat bogey pada hari kedua ini. Istimewanya lagi, di sembilan hole kedua yang ia mainkan (hole 1-9 di Damai Indah Golf BSD Course), ia bermain dengan skor 31 berkat lima birdie yang ia torehkan.

“Pada putaran pertama, pukulan saya sebenarnya bagus, tapi putting saya justru jelek. Kemarin (21/8) saya melakukan 36 putt, jadi saya memutuskan untuk menggunakan putter baru. Dan ternyata keputusan ini membuahkan hasil dan saya bisa memasukkan banyak putt hari ini, mayoritas dari jarak dekat lantaran pukulan saya kini menjadi lebih bagus sejak mengubah swing tiga pekan lalu,” papar Shin.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra memperbaiki permainannya pada hari putaran kedua dengan skor 2-under 70. Dalam dua putaran berikutnya ia akan bersaing dengan Seandy Al Faraby dan Fadhli Rahman Soetarso untuk meraih status Lowest Amateur. Foto: Golfin’STYLE.

Dari kubu tuan rumah, delapan pegolf Indonesia akhirnya berhasil melangkah ke dua putaran final. Tiga di antaranya adalah pemain amatir.

Danny Masrin kembali berada di posisi yang lebih baik. Setelah memulai hari pertama dengan even par, ia menorehkan 5-under 67 pada hari kedua ini sehingga peringkatnya kini ada di T11. Adapun Elki yang kemarin mencatatkan skor terendah bagi kontingen tuan rumah, harus puas main even par 72 dan kini ada di peringkat T25.

Dua pegolf amatir Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Seandy Al Faraby juga bermain sangat baik pada putaran kedua. Masing-masing bermain dengan skor 2-under 70 dan 3-under 69, yang menempatkan keduanya di peringkat T38, yang juga dihuni dia pegolf profesional muda Indonesia, Syukrizal (71-72) dan Kevin Caesario Akbar (72-71).

Satu pemain amatir lainnya ialah Fadhli Rahman Soetarso. Meski kali ini ia bermain 74, even par 144 sudah cukup membawanya melangkah ke dua putaran final dan kini bisa lebih fokus untuk meraih status Lowest Amateur dengan dua rekan amatirnya. Catatan skornya juga disamai oleh Peter Gunawan. Keduanya kini ada di peringkat T52.

Leave a comment