Edis keenam Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic dimulai dengan pemain senior memuncaki klasemen sementara.

Pegolf senior asal Singapura Mardan Mamat memegang kendali pada turnamen Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic, yang dimulai pada hari ini (21/8). Skor 6-under 66 yang ia bukukan di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai Course melambungkan pegolf berusia 51 tahun ini ke puncak klasemen sementara pada turnamen Asian Development Tour (ADT) yang memperebutkan total hadiah senilai US$110.000 ini.

Mardan yang bermain dari hole 10, membukukan skor 2-under di sembilan hole pertamanya setelah mendapat birdie di hole 11 dan 14. Namun, permainannya justru semakin tajam ketika memasuki sembilan hole kedua. Ia langsung menambah koleksi birdie-nya di hole 1 par 4, sebelum kemudian menorehkan eagle di hole 4. Mardan kemudian menyelesaikan putaran pertamanya ini dengan birdie di hole 8.

Prestasi terbaik Mardan pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini terjadi pada tahun 2017. Kala itu. pemegang lima gelar Asian Tour ini menjadi runner-up dan hanya terpaut satu stroke dari Masaru Takahashi yang akhirnya keluar sebagai juara dengan skor total 19-under 269.

Pegolf Amerika Serikat Tarik Can dan Daniel Fox asal Australia menjadi dua pemain yang paling dekat dengan perolehan skor Mardan. Keduanya sama-sama berada di peringkat kedua dengan skor 5-under 67.

Sementara itu, pimpinan Order of Merit Asian Development Tour asal Jepang Naoki Sekito melanjutkan performa mengagumkannya di sirkuit batu loncatan menuju Asian Tour ini. Pada putaran pertama ini ia berhasil mencatatkan enam birdie dan dua bogey dan kini menjadi salah satu pemain yang menghuni peringkat 4 dengan raihan 4-under 68 atau dua stroke di belakang Mardan Mamat.

Pegolf Jepang ini berniat untuk meraih kemenangan ketiga demi memastikan kartu Asian Tour untuk musim depan. Dengan catatan rekornya sejauh ini, terutama setelah memenangkan Gunung Geulis Invitational supported by Nomura dengan selisih kemenangan 11 stroke, Sekito memiliki peluang untuk mewujudkan harapannya itu.

“Saya cukup percaya diri dengan permainan saya saat ini. Selama bisa main bagus dengan memukul bola dan putting dengan biaik, saya bakal bisa masuk 10 besar atau bahkan lima besar (pada Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic),” tutur Sekito.

“Belum ada yang pasti sampai musim ini berakhir. Saya takkan bersantai hanya karena saat ini masih memimpin Order of Merit dengan keunggulan besar. Menjuarai Order of Merit ADT menjadi agenda utama saya. Bahkan kalaupun bisa mendapatkan kemenangan ketiga, saya masih ingin masuk Asian Tour dengan status yang lebih baik, yaitu sebagai juara Order of Merit.”

Juara bertahan turnamen, Miguel Angel Carballo dari Argentina memulai upayanya mempertahankan gelar dengan catatan 2-under 70. Ia mengakhiri putaran pertama dengan berada di posisi T13.

Sementara itu, dari kubu tuan rumah, Elki Kow mencatatkan hasil terbaik. Skor 3-under 69 miliknya menempatkannya di peringkat T10. Elki, yang baru saja menjuarai PAGI Pro Series II di Imperial Klub Golf, Karawaci belum lama ini memulai turnamen ini dengan bermain 4-under di sembilan hole pertama, yang dimulai di hole 1. Ia mencatatkan birdie di hole 4, 6, 7, dan 9.

Meskipun di sembilan hole berikut ia mendapat dua bogey di hole 11 dan 15, dengan hanya satu birdie di hole 13, Elki mencatatkan hasil yang solid untuk hari pertama ini.

Adapun pemain amatir Fadhli Rahman Sutarso menyusul Elki dengan torehan 2-under 70. Ia berada di posisi yang sama dengan sang juara bertahan setelah mencatatkan tiga birdie dan satu bogey. Satu pemain amatir lainnya, Aldwin Kendarwan, juga berhasil main dengan baik pada hari pertama. Ia mendapat empat birdie dan tiga bogey dan berada satu stroke di belakang Fadhli.

Pegolf Indonesia lainnya, Syukrizal juga memulai turnamen ini dengan baik dengan torehan dua birdie dan satu bogey. Skor 71 ini menempatkannya di peringkat 20.

Elki Kow menjadi pegolf Indonesia dengan skor terbaik pada hari pertama. Ia berada di peringkat T10 setelah bermain 3-under 69. Foto: Golfin’STYLE.

Harapan tuan rumah lainnya, Danny Masrin dan George Gandranata bermain even par 72, seperti halnya dua pemain amatir Indonesia, Randy Arbenata Muhamad Bintang dan Almay Rayhan Yagutah.

“Kondisi hari ini bisa dibilang berat. Tak biasanya angin berembus kencang, terutama di sembilan hole saya yang kedua (hole 1-9),” tutur George yang hari ini bermain pada sesi pagi hari. Ia mencatatkan tiga birdie dan tiga bogey.

“Besok saya harus bermain agresif kalau kondisinya tidak berangin. Kalau berangin saya harus lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Beberapa nama lain, seperti Rory Hie, Rinaldi Adiyandono, dan pemain amatir nomor satu Indonesia Naraajie Emerald Ramadhan Putra berada di antara sepuluh pemain yang terpaksa memulai turnamen ini dengan torehan 1-over 73.

“Pukulan saya tadi memang kurang bagus. Beberapa pukulan dengan short iron saya bukan cuma jauh dari pin, tapi malah terlalu jauh. Besok saya bakal membutuhkan lebih banyak birdie dan mencatatkan lebih banyak green in regulation,” tutur Rinaldi.

Edisi keenam turnamen ini merupakan partisipasi Panasonic yang keempat secara berturut-turut sebagai supporting sponsor. Sebagai bagian dari bentuk dukungannya terhadap perkembangan golf di Indonesia, pegolf terbaik Indonesia pada turnamen ini akan mendapat hak untuk bermain pada ajang Asian Tour di Jepang, Panasonic Open Golf Championship.

Leave a comment