Marus Kinhult meraih gelar European Tour pertama, Betfrod British Masters kembali ke Close House.

Panggung Betfred British Masters, yang tahun ini digelar di Hillside Golf Club, menjadi panggung yang takkan dilupakan oleh Marcus Kinhult dalam sepanjang karier profesionalnya. Betapa tidak, di sinilah ia sukses mengalahkan sejumlah jawara untuk meraih gelar profesional pertama dalam kariernya.

Pada hari Minggu (12/5) itu, Kinhult dengan mengagumkan berhasil menaklukkan sejumlah penantang tangguh, termasuk juara bertahan Eddie Pepperell, pemegang empat gelar European Tour Matt Wallace, dan Robert MacIntyre.

MacIntyre nyaris terlempar dari persaingan setelah mendapat double bogey di hole 2 par 5. Namun, ia berhasil bangkit di hole 4 sebelum kemudian memainkan sembilan hole terakhirnya dengan catatan 5-under. Dengan skor pada putaran final 4-under 68, MacIntyre menyeruak ke jajaran atas klasemen.

“Saya sekadar fokus pada rencana permainan saya. Memang saya sempat mendapat double bogey pada awal-awal permainan, tapi kedi saya mengingatkan saya agar tetap sabar. Sebenarnya, pekan ini mungkin pekan dengan pukulan iron terbaik saya. Pukulan iron saya jauh lebih baik pekan ini. Sedikit kesulitan memainkan bola dari tee, tapi saya berpikir untuk terus bertahan,” ujar MacIntyre.

Ajang ini menampilkan persaingan ketat hingga hole terakhir. Ketika Kinhult dan Wallace memasuki hole 18, empat pemain telah mencatatkan total 15-under, termasuk MacIntyre dan Pepperell, yang bermain 6-under 66 pada hari itu. Peluang play-off yang seru pun mulai terbayang sampai Kinhult akhirnya sukses memasukkan putt birdie dari jarak delapan kaki untuk menjuarai Betfred British Masters yang tahun ini diselenggarakan oleh Tommy Fleetwood.

“Sulit dipercaya. Saya sudah memimpikan kemenangan seperti ini sejak lama dan akhirnya bisa melakukannya jelas luar biasa. Lutut saya gemetar ketika memasukkan putt terakhir itu. Tangan saya juga bergetar. Semuanya juga. Sulit mengingatnya sekarang. Saya kira ada begitu banyak nyali dan begitu banyak keyakinan. Ini perasaan yang keren,” tutur Kinhult, yang mejadi pegolf Swedia ketiga setelah Johan Edfors (2006) dan Alex Noren (2016) yang menjuarai ajang ini.

Putaran final kemarin memang menjadi ajang pertarungan sepanjang hari. Dengan sejumlah pemain yang menampilkan usaha terakhir untuk menang, Kinhult pun dipaksa untuk menampilkan permainan yang solid, sesuatu yang bisa ia wujudkan di sembilan hole pertamanya.

Lajunya sempat terhambat di pertengahan sembilan hole kedua lantaran bogey di hole 15 dan 16, namun sukses melakukan dua putt yang krusial di hole 17 dan 18 untuk menang.

“(Putaran final ini) sangat berat. Saya berusaha untuk tetap sabar, fokus, dan entah bagaimana saya bisa mendapat dua birdie di dua hole terakhir itu. Sungguh luar biasa. Ini ajang yang sangat prestisius dan senang sekali bisa memenangkan trofi ini. Bisa menjuarai ajang ini sebagai kemenangan pertama saya menjadikannya sangat spesial,” sambung Kinhult lagi.

Fleetwood, yang bertindak selaku tuan rumah, akhirnya finis di peringkat delapan dengan skor total 10-under 278, bersama lima pegolf lain, termasuk mantan pegolf No.1 dunia, Martin Kaymer. Meskipun mengaku kecewa dengan performanya, Fleetwood masih bisa berbangga dengan penyelenggaraan turnamen ini.

Setelah Sky Sports menarik diri sebagai sponsor dari turnamen ini pada tahun lalu, banyak yang meragukan bahwa British Masters bisa kembali digelar. Justru pada saat itulah Fleetwood berinisiatif menyelamatkan turnamen ini sampai Betfred, biro taruhan, akhirnya bergabung sebagai sponsor utama.

Kini kepastian soal penyelenggaraan ajang inipun berlanjut dengan Lee Westwood yang kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya. European Tour mengumumkan, turnamen ini akan kembali diselenggarakan di Close House, lokasi yang juga erat dengan Westwood sebagai pegolf profesional Tour di sana selama delapan tahun.


Lee Westwood akan kembali menjadi tuan rumah untuk gelara Betfred British Masters 2020. Foto: Getty Images.

Close House telah menggelar British Masters pada tahun 2017 lalu. Kala itu pegolf Irlandia Paul Dunne menorehkan kemenangan spektakuler, memasukkan chipping di hole terakhir dan finis dengan keunggulan tiga stroke dari Rory McIlroy.

“Saya senag mengumumkan bahwa Betfred British Masters akan sekali lagi digelar di Close House. Semoga kita akan sekali lagi mendapatan peserta yang luar biasa dan saya yakin turnamen ini akan kembali menyuguhkan tontonan yang luar biasa seperti dua tahun lalu. Para pentonton di wilayah ini sangat mencintai olahraga ini dan turnamen-turnamen besar, dan sekali lagi Close House akan sekali lagi menjadi yang terbaik,” ujar Westwood.

Pemilik Close House Graham Wylie menyambut hangat keputusan menggelar Betfred British Masters kembali ke Close House.

“Masyrakata di Newcastle dan wilayah timur laut mencintai golf dan kami mendapat banyak penonton pada 2017, jumlah penonton TV yang besar dan sejumlah keterlibatan yang mengagumkan melalui media ssoial, jadi saya yakin kami akan mendapatkan hal yang sama lagi,” ujar Wylie.

“Kami tak mendapat terlalu banyak ajang olahraga besar di Newcastle, tapi begitu mendapatkannya, kami sangat mendukungnya. Dengan 15 bulan periode untuk mempromosikannya, saya yakin akan ada banyak penonton ke sana dan sangat menyenangkan, seperti biasanya di Newcastle. Close House merupakan lapangan yang sangat bagus untuk penontno dan para penggemar menantikan berada dekat denagn sejumlah para pegolf terbaik dunia.”

Leave a comment