Pegolf Australia James Marchesani dan pegolf Singapura Quincy Quek memegang tampuk pimpinan klasemen sementara ajang Haikou Championship yang berlangsung di Sunac Haikou 3KM Golf Club. Keduanya mengoleksi skor 5-under 139. Putaran kedua kemarin terpaksa dihentikan sekitar pukul 18:05 waktu setempat lantaran kondisi cuaca.

Marchesani meraih status penuhnya pada PGA TOUR Series-China musim 2018 lalu berkat kemenangannya pada Clearwater Bay Open 2017. Kemenangan itu juga menjadi gelar profesional pertama baginya. Tahun lalu, ia finis di peringkat 36 Order of Merit.

Meskipun mengawali putaran keduanya dengan double bogey, Marchesani masih bisa bangkit dan menorehkan tujuh birdie dengan tiga bogey untuk menuntaskan putaran tersebut dengan 2-under 70.

“Saya tidak mengawali hari ini (kemarin) dengan baik, tapi saya masih bisa bertahan dan melakukan putting dengan sangat baik. Ada banyak peluang di jarak 10 kaki dan saya bisa menyelesaikan putaran hari ini dengan 2-under, jadi saya puas,” ujar Marchesani.

Quincy Quek harus puas dengan skor 1-over 73 lantaran mengawali hari kedua dengan mengecewakan dan harus menghadapi kondisi lapangan yang lebih berat. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Marchesani mengakui bahwa hole 1 benar-benar sulit baginya.

“Kemarin (putaran pertama) saya kehilangan bola, dan mesti melakukan tiga putt untuk mendapat double bogey. Jadi, saya berencana untuk tak lagi mendapat double bogey di hole ini pada akhir pekan nanti,” ujarnya lagi.

Memainkan putaran final hari ini, Marchesani berencana untuk tetap memainkan strategi, yang menurutnya masih berjalan dengan sangat baik. “Kuncinya ialah menempatkan bola ke fairway dan menghindari skor-skor besar itu dari kartu skor,” tandasnya.

Adapun Quek, yang memimpin hari pertama dengan catatan skor 6-under 66 harus mengalami putaran yang berbeda dengan yang ia alami sebelumnya. Ia harus puas bermain 1-over 73 dan kini berbagi peringkat teratas dengan Marchesani.

Quek sendiri telah bermain dalam 32 ajang PGA TOUR Series-China sebelumnya. Sejauh ini ia telah mencatatkan enam kali finis di sepuluh besar dalam 23 kesempatan ketika ia berhasil lolos cut. Namun, prestasi terbaiknya sejauh ini ialah ketika ia finis di tempat ketiga pada ajang Lanhai Open 2014. Artinya, pegolf Singapura ini jelas berniat untuk memperbaiki prestasi tersebut, meskipun permainannya pada hari kedua seakan berbanding terbalik dengan yang ia harapkan.

Pemain tuan rumah Chen Zihao mulai ikut bersaing pada akhir pekan ini. Ia menorehkan skor 69-71 dan berada hanya satu stroke di belakang James Marchesani dan Quincy Quek. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya tak merasa nyaman ketika melakukan beberapa putt, tidak seperti pada putaran pertama. Terkadang ketika gagal memasukkan putt pada awal-awal permainan, Anda akan merasa kalau lubangnya menjadi sedikit lebih kecil,” ujar Quek.

“Hari ini juga lebih sulit daripada kemarin. Posisi pinnya juga lebih sulit, dan hari ini angin lebih banyak berembus. Saya sih masih senang dengan upaya saya untuk bangkit dari awal permainan yang buruk di sembilan hole pertama dan berhasil meminimalisasi hasil yang lebih buruk.”

Pegolf Thailand, Gunn Charoenkul, sempat memegang posisi teratas klasemen setelah bermain 8-under hingga hole 11. Namun, ia justru menuntaskan putaran keduanya dengan mengecewakan. Ia harus kehilangan lima stroke yang membuatnya harus puas berada di tempat ke-6 dengan catatan 3-under 141.

Hingga turnamen dihentikan pada sore kemarin, posisi terbaik yang diraih oleh pegolf tuan rumah adalah T3. Chen Zihao berbagi peringkat dengan Masamichi Uehira dan Stephen Lewton dengan 4-under 140. Satu stroke di belakangnya masih ada Ouyang Zheng, yang berbagi tempat ke-6 dengan Velten Meyer dan Charlie Netzel dengan skor total 141.

Leave a comment