Melakukan persiapan sebelum turnamen dan bermain pada pekan penyelenggaraan turnamen adalah dua hal yang berbeda. Ketebalan rough dan kecepatan green yang berbeda menjadi tantangan yang memaksa para pegolf Indonesia harus memiliki level adaptasi yang tinggi, terutama ketika bertanding pada ajang sebesar Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri.

Dalam kasus Rinaldi, ia mendapati kecepatan green yang sangat berbeda ketika memulai putaran latihan di Royale Jakarta Golf Club. Sebelum memulai putaran pertamanya tadi (13/12), Rinaldi sempat mengungkapkan bahwa ia mesti lekas beradaptasi agar bisa bermain bagus dan memperbaiki catatan skornya tahun lalu.

Beruntung ia akhirnya berhasil menemukan solusi dari tantangan ini. Berkat diskusi dengan David Milne, yang selama ini melatihnya, Rinaldi akhirnya berhasil mencatatkan enam birdie dengan dua bogey. Skor 4-under 68 yang ia bukukan pada putaran pertama untuk sementara menempatkannya di posisi yang bagus, T10 bersama 10 pegolf lainnya, termasuk juara edisi 2014 asal India yang kini bermain pada PGA TOUR Anirban Lahiri dan juara edisi 2016 asal Thailand Poom Saksansin.

“Saya tidak mengubah cara putting saya, tapi hanya mengubah titik peak speed-nya saja. Biasanya peak speed putting saya ada di depan, tapi sekarang lebih ke belakang sedikit. Putting saya masih jabby seperti biasa, jadi feeling-nya tidak ada yang diubah-ubah supaya putting bisa masuk. Alhamdulilah hari ini saya bisa mendapat enam birdie,” jelas Rinaldi.

 

“Saya mengingatkan pada diri sendiri untuk fokus pada tiap hole tanpa memikirkan semua hole. Jadi, meskipun saya sudah birdie tiga atau empat kali, saya selalu mengingatkan diri sendiri kalau hole di depan adalah hole yang baru.” – Rinaldi Adiyandono

 

Skor 68 yang ia bukukan hari ini mengulangi putaran pertama yang ia mainkan pada edisi 2017 lalu. Kala itu ia hanya membukukan empat birdie, namun tidak mendapat satu bogey pun. Hanya saja kali ini ia langsung memulai dengan birdie di hole 1 sebelum menambahnya di hole 4. Ia sempat mendapat dua bogey berturut-turut di hole 7 dan 8, namun segera bangkit dan bisa membukukan birdie di hole 9. Ia kemudian memastikan skor 68 itu berkat membukukan tiga birdie di empat hole terakhirnya.

Sejak tahun lalu, Rinaldi telah melakukan pendekatan yang berbeda tiap kali turun bertanding dalam suatu turnamen. Ia tak lagi memikirkan seluruh 18 hole ketika bermain dan berhasil memecah fokusnya hingga menjadi per tiap hole.

“Saya mengingatkan diri sendiri untuk fokus pada tiap hole tanpa memikirkan semua hole. Jadi, meskipun saya sudah birdie tiga atau empat kali, saya selalu mengingatkan diri sendiri kalau hole di depan adalah hole yang baru,” sambung Rinaldi lagi.

“Selain itu, saya juga mengingatkan kedi saya pada tugasnya, yaitu mengingatkan saya untuk minum atau makan. Lalu kalau saya mulai terlihat kesal, saya cuma minta agar dia bisa menenangkan saya.”

 

Asep Saefulloh berpeluang mencatatkan skor awal yang lebih solid. Ia telah mencatatkan tiga birdie tanpa bogey dengan menyisakan empat hole lagi. Foto: Golfin’STYLE.

 

Bermain pada tee off pagi, Rinaldi pun beruntung bisa menuntaskan putaran pertamanya. Kondisi cuaca yang berubah pada sore hari akhirnya memaksa Direktur Pertadingan untuk menghentikan permainan persis pada pukul 15:57.

Tak hanya Rinaldi yang sempat menghias jajaran atas klasemen pada awal-awal putaran pertama. Ramadhan Alwie sempat bermain 4-under hingga hole 12. Sayangnya, ia justru mendapat lima bogey di tujuh hole terakhir dan harus puas menuntaskan hari pertama dengan 1-over 73. Ramadhan sendiri merupakan salah satu pegolf Indonesia yang berhasil lolos cut pada edisi 2017.

Pegolf Indonesia lainnya, Asep Saefuloh menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang belum menorehkan bogey. Bermain pada tee off siang, Asep telah membukukan tiga birdie dan tanpa bogey sama sekali. Ia sendiri masih harus memainkan empat hole lagi pada pukul 06:20 besok (14/12).

Hingga putaran pertama dihentikan, John Catlin dan Lee Sungho berbagi tempat teratas setelah keduanya sama-sama membukukan skor 6-under 66. Sementara tujuh pegolf lainnya menorehkan 5-under, di antaranya sang juara bertahan Justin Rose yang masih harus menuntaskan putaran pertamanya besok. Henrik Stenson yang bermain lebih pagi tak hanya berhasil menuntaskan putaran pertama, tapi juga berhasil membukukan skor 5-under 67.

Leave a comment