Jazz Janewattananond menjadi pegolf Asian Tour dengan performa paling prima musim ini.

Dalam usia baru 23 tahun, Jazz Janewattananond telah mengukuhka dirinya sebagai salah satu pegolf Asia papan atas. Peringkatnya pada Official World Golf Ranking kembali ia perbaiki setelah meraih kemenangan di Korea pada hari Minggu (23/6) kemarin. Kini ia semakin dekat dengan zona 50 besar dunia.

Bermain di Woo Jeong Hills Country Club pada ajang Kolon Korea Open presented by ELORD, Jazz menampilkan kedewasaan seorang profesional kawakan untuk meraih kemenangan keempatnya pada kancah Asian Tour. Tak hanya itu, kemenangannya ini merupakan gelar kedua baginya setelah memenangkan SMBC Singapore Open pada bulan Januari lalu.

Keberhasilannya ini menjadikannya pegolf non-Korea pertama yang berhasil menjuarai turnamen ini setelah Rickie Fowler pada tahun 2011 silam. Kemenangan ini juga kembali menempatkannya ke puncak Order o Merit Asian Tour, menggeser pegolf Australia, Scott Hend.

“Saya sangat bangga terhadap diri sendiri karena berhasil menuntaskan pekerjaan ini. Senang rasanya bsia kembali ke puncak Order of Merit Asian Tour, tapi yang jelas perjalanan masih sangat panjang untuk musim ini. Saya tak tahu apa rencana Scott (Hend) sekarang setelah mengetahui kemenangan saya, tapi dia pasti memberi tantangan kepada saya. Saya yakin, ini bakal menjadi pertarungan yang sangat menarik,” tutur Jazz.

Statusnya sebagai salah satu bintang muda Asia saat ini sebenarnya tidaklah terlalu mengejutkan. Permainannya yang luar biasa sudah terlihat bahkan ketika ia masih berusia 14 tahun dan 71 hari. Ketika itu, ia menjadi pegolf termuda yang pernah berhasil lolos cut pada ajang Asian Tour. Ia melakukannya pada Asian Tour International 2010 di Bangkok.

Dalam perjalanannya, ia memang harus menghalangi sejumlah tantangan. Ia pernah terlempar ke luar 60 besar Order of Merit pada musim 2016. Ia juga gagal menembus Q-School pada 2017. Namun, ia berhasil menunjukkan ketangguhannya untuk bangkit, bahkan ketika peluangnya terbilang tipis.

Toh ia menilai bahwa hal yang tampaknya menjadi penghambat ini justru menjadi kunci penting dalam meraih kesuksesan. “Saya pikir, pukulan (pada 2016) itu merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan,” tuturnya.

Semangatnya kembali terpicu setelah berhasil memenangkan Bashundhara Bangladesh Open 2017, yang sekaligus mengamankan statusnya pada Asian Tour. Sejak kemenangan tersebut, ia berhasil mempertahankan tren meraih, setidaknya, satu kemenangan tiap musim.

Tahun lalu, ia kembali meraih kemenangan saat menjuarai Queen’s Cup 2018, yang kemudian ia lanjutkan dengan memenangkan SMBC Singapore Open pada awal tahun ini.

Pada kancah Asian Tour musim ini, Jazz telah empat kali menembus sepuluh besar. Dan meskipun berhasil meraih kemenangan pada awal musim, mungkin prestasi terbesarnya pada tahun ini ialah keberhasilannya meraih peringkat T14 pada ajang Major, U.S. PGA Championship pada bulan lalu. Ini merupakan peringkat terbaik yang pernah dibukukan oleh seorang Thailand pada ajang Major tersebut.

Selain tampil pada level Asian Tour, Jazz juga bermain pada kancah Japan Golf Tour. Ia bahkan berhasil finis di lima besar dalam dua turnamen secara berturut-turut selama tiga pekan terakhirnya di sana. Salah satu kuncinya ialah long putter yang ia pinjam dari pegolf asal Zimbabwe, Scott Vincent.

Kemenangan di Korea ini membawa Jazz Janewattananond ke peringkat 52 dunia setelah memulai turnamen ini dengan peringkat 62. Kansnya untuk masuk Tim Internasional Presidents Cup pun kian terbuka. Foto: Korea Golf Association.

“Saya sudah menggunakan long putter sejak dua pekan lalu di Jepang ketika saya finis T3. Ini bukan putter saya, saya meminjamnya dari Scott Vincent. Rasanya sangat nyaman bisa memainkan putter ini, jadi saya tak berencana mengembalikannya kepada Scott,” ujarnya sambil tertawa.

Vincent sendiri berhasil finis di sepuluh besar pada ajang Kolon Korea Open presented by ELORD kemarin. Prestasi itu merupakan yang ketiga kalinya bagi Vincent pada musim ini. Untuk sementara ia sendiri kini berada di peringkat 9 Order of Merit. Dan meskipun kontribusinya hanya sekadar meminjamkan putter, toh ia mengaku senang bisa membantu Jazz untuk bermain luar biasa belakangan ini.

“Ya, Jazz menggunakan putter saya pekan ini. Mungkin kami harus membahas ulang kontrak kami ini,” ujar Vincent sambil tertawa. “Tapi tidak, dia akan tetap menggunakannya. Dia bermain sangat bagus dengan long putter dan saya senang akan keberhasilannya.”

Vincent sendiri telah menikmati gelar internasional pertamanya ketika menjuarai Japan Challenge Tour sepekan sebelum bermain di Korea.

Setelah mencatatkan gelar keempatnya di Korea, Jazz kini jelas memperbesar peluangnya untuk menjadi bagian dari Tim Internasional pada ajang Presidents Cup yang akan dimainkan di The Royal Melbourne Golf Club pada bulan Desember 2019 mendatang.

Leave a comment