Zhang Xinjun berhasil finis sebagai pegolf Asia terbaik pada ajang 3M Open dan bersiap melangkah ke FedExCup Playoff.

Pegolf China Zhang Xinjun mencatatkan debut yang sangat positif ketika bertanding pada ajang 3M Open. Tampil untuk pertama kalinya di TPC Twin Cities, pegolf asal Sanxi, China ini berhasil mencatatkan skor total 14-under 270.

Pada putaran finalnya itu, Zhang berhasil menorehkan tujuh birdie dengan tiga bogey sehingga finis dengan skor 67. Tiga birdie terakhir ia bukukan di hole 15, 16, dan 18.

Torehan skornya kali ini memang tidak berhasil mengulangi prestasi di Muirfield Village sepekan sebelumnya, ketika ia finis di jajaran sepuluh besar. Zhang harus puas berbagi posisi ke-12 bersama Bo Hoag, Matthew Wolff, Cameron Davis, Ryan Moore, dan Nick Watney.

Namun, peringkat tersebut berhasil membuatnya memperbaiki posisinya pada klasemen FedExCup. Setelah memulai pekan lalu di peringkat 64, kini Zhang berada di peringkat 58. Ini berarti peluangnya untuk bermain pada FedExCup Playoff, yang eksklusif hanya bagi 125 pegolf teratas, sudah hampir dipastikan. Dan ia akan segera mencatatkan prestasi terbaru dalam karier golf profesionalnya.

Sementara itu, pegolf Korea Kim Siwoo terpaksa finis di peringkat T46. Perjuangannya sempat membuahkan tiga birdie di empat hole terakhirnya. Namun, catatan itu hanya cukup membuatnya mengakhiri putaran final dengan skor 72. Peluangnya untuk bermain dalam FedExCup Playoff pun mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, hasil mengecewakan tersebut kini menempatkannya di peringkat 134.

 

 

Emosional bagi Michael Thompson
Michael Thompson meluapkan emosinya setelah memastikan meraih kemenangannya di TPC Twin Cities. Gelar 3M Open ini menjadi gelar kedua dalam karier profesionalnya setelah meraih kemenangan pertamanya pada The Honda Classic tujuh tahun silam.

Kemenangannya kali ini memberi Thompson hak bermain pada ajang World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational dan U.S. Open 2020. Tapi yang tak kalah penting baginya ialah bahwa kini ia berhasil mengamankan status keanggotaan PGA TOUR setidaknya untuk dua musim ke depan.

”Kami harus berjuang untuk mempertahankan pekerjaan ini tiap tahun. Dan sekarang setelah tahu saya mengamankan pekerjaan ini untuk dua tahun ke depan, salah satu target terbesar saya sebenarnya adalah bisa kembali ke Winged Foot (untuk mengikuti ajang U.S. Open). Di sanalah saya mengikuti ajang U.S. Amateur pertama dan lapangan itu menjadi lapangan favorit saya. Bisa mengamankan status keanggotaan PGA TOUR dan mengikuti turnamen-turnamen besar itu menjadi bonus besar buat saya,” jelasnya.

Satu-satunya hal yang memberatkannya kali ini hanyalah ia harus merayakan kemenangan ini sendirian lantaran istri dan anak-anaknya tak bisa bersama dengannya.