Olympic Golf Club kembali berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi PGI Jawa Barat untuk menyelenggarakan Olympic Jabar Amateur Open (OJAO). Turnamen yang memasuki tahun ketiga ini kembali digelar di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Jawa Barat.

Pihak panitia tahun ini mengambil langkah signifikan dengan turut mengundang para pegolf terbaik negara-negara tetangga. Selain Malaysia, para pemain terbaik Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei, dan Myanmar diharapkan akan meningkatkan level kompetisi ajang ini.

”Setelah sukses dengan dua kali penyelenggaraan OJAO, kami rasa ini saatnya para pegolf Indonesia untuk menjajal kemampuan mereka dalam persaingan ketat di turnamen berlevel internasional,” tutur Freddy Gondowibowo, Ketua Panitia Pelaksana OJAO III. ”

Seperti pada dua penyelenggaraan terdahulu, gelaran ketiga ini akan dibatasi hanya 100 pemain (putra/putri) dan dimainkan selama tiga hari mulai 25-27 Juli.

Turnamen Paling Dinantikan
OJAO kini menjadi salah satu turnamen amatir kompetitif nasional yang paling ditunggu-tunggu di tanah air. Selain levelnya yang kompetitif, ajang ini juga memberikan berbagai fasilitas yang tidak ditawarkan oleh sejumlah turnamen sejenis.

Panitia membebaskan biaya pendaftaran, tarif green, dan tarif kedi serta menyediakan akomodasi selama empat malam dan transportasi hotel-venue-hotel kepada dua atlet putra dan dua atlet putri terbaik dari tiap provinsi dan negara undangan. Panitia juga memberikan keringanan biaya pendaftaran (plus sarapan dan makan siang selama turnamen dan tarif green pada hari latihan resmi) kepada peserta non-undangan.

Tahun ini Olympic Renotel menjadi Official Hotel OJAO III.

Turnamen ini sendiri berawal dari keprihatinan minimnya prestasi para pegolf Indonesia dan juga dari keinginan untuk mendukung dan memasyarakatkan serta memajukan prestasi olahraga golf di Indonesia.

”Sebenarnya, kami berharap ini bisa memberikan contoh yang baik kepada perkumpulan-perkumpulan golf, pengprov-pengprov, dan para pemilik lapangan golf di seluruh nusantara yang berkeinginan untuk mengembangkan atlet-atlet golf agar bisa lebih maju lagi,” lanjut Feddy lagi. ”Namun, ini mungkin sulit terealisasi jika tidak ada dukungan dan kerja sama dengan pihak-pihak lain, seperti sinergi antara Olympic Golf Club dan Pengprov PGI Jawa Barat dalam menggelar event seperti OJAO ini.”

Meningkatnya level turnamen dari skala nasional menjadi skala regional Asia Tenggara, tak pelak lagi membuat level turnamen ini menjadi lebih baik lagi daripada tahun-tahun sebelumnya. Poin World Amateur Golf Ranking pun menjadi terasa pantas untuk didapatkan oleh mereka yang memenangkan turnamen ini.

Eddy Putra (kanan) sbg Tournament Director OJAO III

Road to SEA Games 2017 dan Road to Asian Games 2018
Penyelenggaraan turnamen yang persis tiga pekan sebelum SEA Games 2017 menjadikan turnamen ini sebagai ajang yang sangat ideal sebagai Road to SEA Games 2017. Bahkan mengingat penyelenggaraan Asian Games 2018, ajang ini juga layak menjadi salah satu bagian dari Road to Asian Games 2018!

Ketua Umum Pengprov PGI Jawa Barat H.M. Sirodzudin menyampaikan, ”Dengan makin dekatnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, para peserta SEA Games tentu akan membutuhkan turnamen-turnamen kompetitif untuk menjaga performa dan sekaligus mengasah kemampuan mereka.”

Lebih lanjut Sirodzudin menyampaikan bahwa tugas pihaknya, dan pengprov-pengprov lainnya ialah ”bisa menelurkan atlet-atlet golf yang berprestasi. Ini juga menjadi tanggung jawab daerah-daerah lain. Jika ini bisa diwujudkan secara bersama-sama, saya yakin lumbung atlet akan menyebar di seluruh daerah,” imbuhnya.

Ia pun menekankan bahwa pengprov, dalam upaya menyelenggarakan turnamen kompetitif seperti OJAO, akan tetap merangkul klub-klub golf di wilayahnya untuk sama-sama memajukan iklim kompetisi di daerah. Ini pula yang mendasari PGI Pengprov Jabar untuk bersinergi dengan Olympic Golf Club dalam OJAO ini.