Tak ada lagi nama ”British” pada ajang Major wanita yang segera digelar pada 20-23 Agustus 2020 mendatang ini.

Sebuah komitmen baru dari sponsor utama diikuti oleh nama baru yang diusung mulai saat ini. Selamat datang AIG Women’s Open!

Ajang yang sebelumnya menggunakan kata British pada namanya ini pada dasarnya baru resmi menjadi sebuah Major pada tahun 2001. Ketika itu LPGA mengakui turnamen yang sudah berusia 44 tahun ini sebagai salah satu ajang Major.

Namun, sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1976, ajang ini telah menjadi medan pertandingan bagi para pegolf wanita papan atas dari seluruh dunia. Wajah global pun kerap menghiasi penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2019, 11 negara dari 4 benua sudah pernah menjuarai ajang bergengsi ini. Maka tak heran jika kemudian keputusan menghapus kata British mulai penyelenggaraan tahun 2020 ini akhirnya diambil.

”AIG Women’s Open adalah kejuaraan global dan nama baru ini mencerminkan mutu turnamen yang terus bertumbuh dan memberikan daya tarik internasional yang kian luas,” Ketua Eksekutif R&A Martin Slumbers menjelaskan.

”Keputusan ini menunjukan dedikasi dan dukungan AIG bagi kami, para atlet, yang pastinya sangat kami hargai.” — Georgia Hall.

Slumbers turut menggarisbawahi bahwa pihaknya memiliki visi jangka panjang, yang turut diusung oleh AIG selaku sponsor utama, untuk terus mendukung golf bagi kaum wanita.

Menyusul komitmen AIG untuk memperpanjang pendanaan untuk ajang ini hingga 2025, Slumbers menambahkan bahwa komitmen AIG bakal mempercepat pertumbuhan golf wanita.

”AIG Women’s Open menjadi ajang yang sempurna bagi para atlet berkemampuan tinggi ini untuk menunjukkan betapa tangguhnya mereka, sekaligus untuk menginspirasi lebih banyak lagi anak-anak perempuan dan kaum wanita untuk ikut bermain golf,” ujarnya.

Georgia Hall, juara tahun 2018 menyambut kabar baik ini dengan gembira. ”Saya sangat bersyukur AIG memutuskan terus mendukung golf wanita, terutama dalam situasi pandemi seperti saat ini. Keputusan ini menunjukan dedikasi dan dukungan mereka bagi kami, para atlet, yang pastinya sangat kami hargai,” ujarnya.

AIG mulai menjadi sponsor utama ajang Major ini setelah menggantikan Ricoh pada tahun 2019. Ricoh sendiri menjadi sponsor terlama untuk ajang Major ini, dengan mendukung turnamen dari tahun 2007 hingga 2018.

 

Brooke Henderson ketika bertanding pada edisi 2019. Mulai 2020 ajang Major ini menggunakan nama AIG Women’s Open untuk mencerminkan status global kejuaraan. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Semula, AIG hanya berkomitmen untuk mendanai gelaran istimewa ini selama lima tahun hingga 2023. Tapi keputusan baru ini akan menjadikan perusahaan asuransi asal Amerika ini sebagai sponsor utama hingga tahun 2025.

”Selama lebih dari 40 tahun, kejuaraan yang ikonik ini telah menyediakan panggung global yang menunjukkan golf wanita kelas dunia,” ujar Peter Zaffino, Presiden & Global COO AIG.

”AIG merasa bangga bisa bekerja sama dengan para pemain tangguh, dan dengan kaum wanita di lingkungan bisnis dan masyarakat. Dalam menghadapi kondisi global yang menantang, kami senang kalau peningkatan dukungan bagi AIG Women’s Open ini akan memampukan para pegolf profesional yang penuh dedikasi untuk bersaing dan mendobrak batasan yang ada sehingga bisa memberikan teladan bagi generasi masa depan.”

AIG Women’s Open dijadwalkan akan mulai dipertandingkan pada 20-23 Agustus 2020 mendatang di Royal Troon, Skotlandia.