Hinako Shibuno kini memegang kendali setelah menempati puncak klasemen pada akhir putaran kedua U.S. Women’s Open di Champions Golf Club, Houston.

Tidak ada tekanan sama sekali dalam diri Hinako Shibuno. Selepas dirinya menjuarai AIG Women’s Open 2019 lalu, ia telah memainkan tiga turnamen Major lainnya, dengan menuai hasil beragam. Pesona yang ia tebar berkat senyumannya sepanjang pekan telah membuatnya memiliki begitu banyak penggemar. Kemenangannya dalam debutnya pada ajang Major turut mengubahnya menjadi selebriti.

”Di Jepang, meskipun saya mengenakan masker, orang-orang masih bisa mengenali saya. Memang itulah tujuan bermain golf secara profesional, tapi memang jadi lebih susah untuk pergi keluar untuk makan malam (karena status Juara Major) daripada sebelumnya,” ujar Shibuno.

Bisa dibayangkan bagaimana bersemangatnya para penggemar seandainya mereka bisa meramaikan Champions Golf Club di Houston pekan ini. Menyaksikan Shibuno membukukan birdie demi birdie pada putaran kedua jelas sangat menyenangkan. Namun, tentu saja, pandemi masih memaksa para pegolf profesional pekan ini harus bermain dalam suasana yang sepi.

”Tahun ini saya sudah banyak bermain tanpa kehadiran para penonton,” ujarnya. ”Saya merasa kehadiran para penonton sangatlah penting, terutama karena rasanya sedikit aneh ketika saya mendapat birdie, suasana benar-benar hening saat saya mendapat birdie.”

 

 

U.S. Women’s Open tahun ini memang benar-benar spesial dalam banyak hal. Mungkin ini menjadi salah satu ajang terberat lantaran memaksa para pesertanya memainkan dua lapangan berbeda untuk memastikan apakah mereka berhak tampil dalam dua putaran akhir pekan. Dan bagi Shibuno, ia berhasil menunjukkan dirinya telah lolos dalam ujian tahap awal.

Statusnya sebagai juara Major juga tak lagi memberinya tekanan. Abaikan namanya dan fokuslah pada permainannya, dan Anda akan menilainya sebagai pemain reguler LPGA, meskipun ini merupakan U.S. Women’s Open pertama dalam karier profesionalnya yang baru berumur dua tahun.

”Saya tak merasakan tekanan sama sekali. Sekarang saya (telah) bermain dalam ajang Major di Amerika, kondisinya berbeda ketimbang ketika bermain pada AIG Women’s Open, di mana saya merasa memulainya dari nol,” tuturnya.

Ia menyadari bahwa tantangan bermain di Amerika jauh lebih besar ketimbang bermain di Jepang. Itu sebabnya, ia memutuskan mengikuti beberapa ajang LPGA di Amerika sebelum menuju kejuaraan Major terakhir pada tahun ini, ”untuk berusaha mendapat pengalaman aktual bermain di Amerika.”

 

Bermain 1-over 72 sudah cukup membawa Moriya Jutanugarn melangkah ke putaran akhir pekan pada U.S. Women’s Open. Foto: Tristan Jones/LET.

Usai mencatatkan skor 3-under 68 pada putaran pertama, Shibuno mencatatkan enam birdie dengan dua bogey untuk skor total 7-under 135, yang menempatkan dirinya di puncak klasemen sementara. Meskipun hanya mengantarkan bolanya ke 8 dari 14 fairway, ia hanya membutuhkan total 28 putt untuk menorehkan skor 4-under 67.

”Hari ini (kemarin) pukulan tee saya lebih sering masuk ke rough. Namun, pukulan kedua saya cukup stabil dan saya bisa mengamankan par di green. Jadi, permainan saya hari ini cukup aman, cukup stabil. Pada saat yang sama, ketika ada peluang birdie, putting saya juga bagus,” jelas Shibuno merangkum permainannya pada putaran kedua.

Ia sempat mendapat bogey keduanya di hole 16 setelah terpaksa melakukan tiga putt. Dengan dua hole tersisa, mentalitasnya hanyalah berusaha untuk membuang-buang pukulan.

”Dengan dua hole yang tersisa, akan sangat sulit rasanya jika berusaha untuk mendapatkan birdie. Jadi, saya berusaha untuk main aman. Setidaknya, begitulah pemikiran saya sehingga saya cukup kaget karena pukulan kedua (di hole 17) ternyata bagus, dan akhirnya bisa mendapat birdie di hole itu,” tuturnya lagi.

 

 

Shibuno akan memainkan putaran ketiga dengan keunggulan tiga stroke atas pegolf amatir asal Swedia Linn Grant. Grant, yang sama-sama memainkan Jackrabbit Course pada putaran kedua, kembali mencatatkan skor 69 dan untuk sementara menjadi yang terbaik dari total enam pemain amatir yang lolos cut

”Saya memulai di hole 1 dengan sedikit kesulitan, lalu memandang ayah saya dan berkata mendapat par dengan susah di hole pertama mungkin bukan hasil yang buruk. Lalu dari saya saya berusaha untuk bermain dengan lebih santai dan berusaha melanjutkan permainan seperti yang sudah saya lakukan sejauh ini,” tuturnya.

Pemain amatir lainnya, Kaitlyn Papp asal Amerika berada di posisi ketiga bersama Megan Khang dan Amy Olson yang memimpin pada hari pertama. Ketiganya mencatatkan skor total 3-under 139.

Delapan pemain lainnya menempati peringkat keenam, dengan tiga di antaranya merupakan wakil Asia Tenggara. Kakak beradik Jutanugarn, Ariya dan Moriya sama-sama menorehkan skor 2-under 140 setelah masing-masing mencatatkan skor 70 dan 72.

”Bisa memenangkan ajang Major, terutama Major pertama buat saya, sangatlah berarti. Tapi saya ingin berfokus pada apa yang harus saya kerjakan … karena Anda tak bisa terlalu agresif dan harus bermain dengan cerdas,” tutur Moriya.

Adapun pegolf Filipina Yuka Saso, yang sempat mencuri perhatian pada sembilan hole pertama putaran pertama, mencatatkan skor even par 71 dan bersiap untuk meramaikan persaingan ketika putaran ketiga dimulai malam ini waktu Indonesia.

Sementara itu, juara bertahan Lee Jeong-eun juga berhasil melangkah ke putaran akhir pekan setelah menampilkan permainan yang lebih meyakinkan. Bermain di Jackrabbit, Lee menorehkan empat birdie dengan dua bogey untuk memberinya skor total 142. Untuk sementara ia berada di peringkat T20.