Berapa skor yang dibutuhkan untuk memimpin pada putaran kedua THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Pulau Jeju, Korea Selatan? Jika Anda adalah Scott Piercy, jawabannya adalah bukukan 2-under 70 pada hari pertama, dan bermainlah tanpa bogey untuk berada di posisi ideal untuk menuju akhir pekan dengan skor total 9-under 135.

Pegolf Amerika ini membukukan tujuh birdie tanpa bogey untuk mengambil alih pimpinan klasemen dari Chez Reavie yang hari ini (19/10) justru harus bermain dengan skor 70. Piercy mesti menunggu hingga hole kelima, yaitu hole 14, sampai ia membukukan birdie pertamanya hari ini sebagai pemicu momentum permainannya. Setelah menambah dua birdie lagi di sembilan hole pertamanya, ia menuntaskan hari kedua dengan empat birdie di hole 1, 3, 5, dan 9. Catatan skor Piercy ini praktis menyamai skor yang diperoleh Luke List pada gelaran perdana turnamen ini tahun lalu.

“Ya, ini hari yang bagus. Ada beberapa pukulan yang mendekati pin dan putter saya juga mujarab dan berhasil memasukkan bola dari sejumlah jarak yang cukup bagus, sekaligus menyebut beberapa putt jarak pendek yang saya dapatkan,” Piercy mengisahkan permainannya tadi.

Uniknya, Piercy justru menampilkan permainan solid yang nyaris tanpa cela ini dalam kondisi cuaca yang lebih dingin. Ia mengaku kalau ia bukan salah satu pemain yang menggemari main dalam cuaca yang dingin.

“Perbedaan antara CIMB Classic di Malaysia dan di sini sangat jelas, mencapai 25 derajat (F)! Saya lebih suka cuaca panas. Kalau dingin seperti ini, bola mungkin akan terbang 10-15 yard lebih pendek, dan Anda juga mesti mengenakan lebih banyak pakaian, Anda juga tidak mengeluarkan keringat seperti pada pekan lalu,” sambung pegolf yang menjuarai Zurich Classic of New Orleans bersama Billy Horschel ini.

“Menyinggung topi saya, saya sama sekali tidak bersiap untuk cuaca dingin di sini. Saya mesti ke toko Titleist dan membeli perangkat hujan, topi, dan pakaian hangat. Jelas saya lebih suka cuaca panas daripada dingin,” katanya lagi menunjuk topinya.

Meski bermain dalam kondisi demikian, toh Piercy masih bisa menampilkan permainan yang akurat dalam debutnya di The Club @ Nine Bridges ini. Hari ini ia memukul 13 dari 14 fairway, dan mencatatkan 16 dari 18 green in regulation. Ia juga hanya membutuhkan 27 putt untuk bisa membukukan tujuh birdie, yang membawanya ke posisi teratas.


“Kalau dingin seperti ini, bola mungkin akan terbang 10-15 yard lebih pendek.” – Scott Piercy

PGA TOUR Player of the Year 2018 Brooks Koepka hari ini melejit untuk mewujudkan tekadnya meraih kemenangan di Korea. Sama seperti Piercy, Koepka hari ini juga bermain dengan skor 7-under 65, tapi dengan kartu skor yang lebih beragam.

Dalam perjalanannya menempati tempat kedua hari ini, Koepka membukukan enam birdie dengan sebuah eagle di hole 18, plus satu bogey. Skor 8-under 136 miliknya hanya berjarak satu stroke dari Piercy. Dan meskipun dari sisi statistik fairway hit dan green in regulation-nya tidak sebanding dengan Piercy, Koepka juga hanya melakukan 27 putt.

“Rasanya saya bisa mendapat 7, 8-under di sembilan hole pertama di sini, tapi ada beberapa putt yang meleset,” tutur Koepka yang sukses menjuarai U.S. Open dan U.S. PGA Championship tahun ini.

Koepka memainkan permainan yang ia sebut bak “manusia gua”.

“Anda mugkin bisa menyebutnya permainan golf manusia gua. Anda melihat bola, memukul bola, dan mencarinya lagi. Saya berusaha mendapatkan skor terbaik, tak masalah apakah itu 5-over atau 7-under, saya berupaya untuk berusaha dan meraih skor terbaik yang saya bisa. Saya berusaha menikmati dan bersenang-senang, tapi Anda mungkin tak melihat adanya emosi (di wajah saya) lantaran saya sangat fokus pada permainan saya, tapi saya sangat menikmatinya,” katanya lagi.

Sementara, meski hanya bermain dengan skor 70 dan harus kehilangan tempat teratas, Chez Reavie masih menjaga peluangnya dengan berada di tempat ketiga. Ia bermain dengan lima birdie, tapi mendapat tiga bogey pada putaran kedua tadi.

Putaran kedua hari ini hanya ada lima pemain yang berhasil main tanpa bogey. Selain Piercy, kehormatan itu juga menjadi milik Alex Noren, yang juga membukukan tujuh birdie. Hasil pada hari kedua ini membawanya ke tempat keempat, berbagi posisi dengan salah satu pahlawan Ryder Cup Eropa Ian Poulter.

“Anda mugkin bisa menyebutnya permainan golf manusia gua. Anda melihat bola, memukul bola, dan mencarinya lagi.” – Brooks Koepka

Pat Perez juga berhasil main tanpa bogey dengan empat birdie. Skor total 4-under 140 miliknya juga melambungkan posisinya ke tempat keenam bersama empat pemain lainnya. Tahun lalu ia finis di peringkat T5.

Skor yang sama juga dibukukan oleh Andrew Putnam yang juga menorehkan empat birdie.

Adapun satu-satunya pegolf tuan rumah yang bisa bermain tanpa bogey pada putaran kedua tadi ialah Kang Sung. Kang menorehkan lima birdie dan kini berada di peringkat 15 bersama enam pemain lain, termasuk rekan senegaranya Kim Siwoo.

Pegolf Inggris yang juga ikut membawa Tim Eropa menjuarai Ryder Cup, Paul Casey tadi membukukan hole-in-one di hole 7 par 3, yang dimainkan sejauh 187 yard. Ini merupakan hole-in-one pertama yang terjadi pada ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES ini. Casey melakukannya dengan menggunakan 7-iron. Hole-in-one ini menjadi yang pertama kalinya ia lakukan pada ajang PGA TOUR dan yang ke-9 dalam kariernya.

Juara bertahan Justin Thomas juga tampaknya harus berjuang keras untuk bisa mengulangi prestasinya tahun lalu ketika ia menjuarai turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar US$9,5 juta ini. Dalam putaran kedua, Thomas mencatatkan eagle di hole terakhirnya. Untuk sementara ia berada di posisi T22 dan berjarak delapan stroke dari Scott Piercy.

Leave a comment