Bermain solid dengan lima birdie, C.T. Pan melejit ke jajaran atas, sementara juara bertahan Im Sungjae juga meramaikan persaingan.

Pegolf China Taipei C.T. Pan meramaikan persaingan pada The Honda Classic setelah pada hari Sabtu (20/3) kemarin ia mencatatkan skor terendahnya pada pekan ini dengan torehan 5-under 65. Dengan skor total 6-under 204, Pan kini berada di posisi T4 dan hanya berjarak empat stroke dari pegolf Australai Matt Jones yang kembali menempati posisi teratas.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2021 ini, pegolf berusia 29 tahun ini mengalami kesulitan untuk bermain dengan permainan terbaiknya. Meski demikian, pada putaran ketiga di PGA National itu, permainannya terlihat sangat menyatu. Selain menorehkan lima birdie, ia tak mendapatkan satu bogey pun sehingga mencatatkan skor yang bahkan lebih baik daripada rekan mainnya, Phil Mickelson, yang hanya mencatatkan skor 69.

Pan mengawali tiga hole pertamanya dengan 2-under sebelum menambah satu birdie lagi di hole 9. Setelah birdie di hole 12 dan 14, ia menyamai catatan terbaiknya pekan ini dengan kembali memainkan even par di Bear Trap, rangkaian tiga hole yang dimulai dari hole 15, sebelum akhirnya kembali mendapatkan par di hole 18. Sorotan permainannya tercipta di hole 9 dan 14 ketika berhasil memasukkan putt, masing-masing, dari jarak 7 dan 7,3 meter. Sejumlah par yang ia bukukan juga berhasil mempertahankan momentumnya kali ini.

”Semuanya berjalan dengan baik. Hari ini kondisinya memang sulit karena angin berembus kencang mencapai 40-48 km/jam. Saya bisa memasukkan banyak putt. Di hole 5 dan 7, putting saya menyisakan jarak 2-3 meter yang cukup bagus untuk mengamankan par dan tanpa bogey juga sudah bagus. Menyenangkan bisa main solid dan menyenangkan juga bisa main bareng Phil,” tutur Pan, yang telah merasakan bermain dalam Tim Internasional Presidents Cup tahun 2019 lalu.

Dari tujuh turnamen yang ia mainkan tahun ini, Pan hanya bisa lolos cut dalam dua turnamen. Satu-satunya finis sepuluh besar pada musim 2020-2021 ini ia peroleh pada Masters Tournament bulan November 2020. Skor 65 ini juga menyamai skor terendahnya musim ini, setelah sebelumnya ia raih pada putaran pertama Sony Open in Hawaii.

 

 

Kehadiran sejumlah penggemar juga bakal memberi semangat bagi Pan untuk mengejar Jones, yang kini memimpin tiga stroke dari pesaing terdekatnya, Aaron Wise dan J.B. Holmes. ”Saya merindukan para penonton yang biasanya. Menyenangkan bisa melihat mereka kembali, senang bisa mendengar teriakan dan seruan mereka. Benar-benar mengembalikan suatu kenormalan lagi,” tutur Pan.

Kini ia memiliki peluang untuk meraih gelar PGA TOUR keduanya, menyusul RBC Heritage yang ia menangkan tahun 2019 lalu. Dan jika bisa mewujudkan kemenangan pada pekan ini, ia akan menjadi pegolf Asia ketiga menyusul Y.E. Yang (2009) dan Im Sungjae (2020) yang memenangkan The Honda Classic.

Sementara itu, pegolf No.18 Dunia Im Sungjae, juga mulai meramaikan persaingan dan berpeluang mengikuti jejak Jack Nicklaus untuk menjadi pegolf yang berhasil menjuarai ajang ini dua kali berturut-turut. Pegolf Korea berusia 22 tahun ini mencatatkan skor 69 dan skor total 205, lima stroke dari Jones.

Im sempat bermain 3-under hingga hole 16, namun terpaksa mendapatkan double bogey di hole 17. Pukulan tee-nya di sana tertanam di bunker sisi green. Pada pukulan keduanya, ia memutuskan mengeluarkan bola jauh dari green untuk menghindari terkena penalti. Sayangnya, upayanya untuk setidaknya hanya mendapat bogey di sana gagal lantaran bolanya hanya mengitari bibir lubang.

”Bolanya tertanam di bunker, jadi kalau memukul ke arah pin, rasanya hampir 100% bolanya akan masuk ke air. Saya berusaha untuk setidaknya mendapat bogey, tapi sayangnya malah kena double bogey. Kondisinya berangin, sama seperti tahun lalu, tapi selain di hole 17 itu saya main cukup bagus. Senang juga bisa main under,” tandasnya.