Rinaldi Adiyandono menunjukkan permainan yang solid pada Seri ke-2 Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports di Padang Golf Modern, Selasa (29/3) kemarin. Bermain 3-under 69, ia pun memimpin klasemen sementara dengan keunggulan satu stroke.

Bermain dari hole 10, Rinaldi mengawali putaran pertama dengan mencatatkan birdie di hole pembuka dan menutup sembilan hole pertamanya dengan catatan 3-under. Ia kembali menambah koleksi birdie-nya di hole 5 sebelum akhirnya mendapat satu-satunya bogey pada hari itu di hole 6.

”Di sembilan hole kedua, cuaca [mulai] berubah. Angin yang berembus sedikit kencang mengubah semua perhitungan. Ketika saya lihat di leaderboard banyak yang main under, saya terdorong untuk mencetak skor lebih banyak,” ujar Rinaldi yang juga mengaku bermain dalam kondisi kurang bugar.

Posisi Rinaldi jelas masih belum aman, mengingat Rudi Anto dan Nasin Surachman hanya berselisih satu stroke darinya. Rudi Anto yang menjuarai IGT Seri 3 2015 lalu mencatatkan skor 2-under 70 di antaranya dengan eagle di hole 14. Sementara Nasin yang mencatatkan skor serupa mengoleksi 4 birdie dan 2 bogey pada hari pertama kemarin.

Sementara itu, juara IGT Seri I Sawangan, Jordan Surya Irawan tertinggal dua stroke di belakang Rinaldi. Sempat bermain 1-over di sembilan hole pertamanya bahkan mendapat bogey di awal sembilan hole terakhirnya, di hole 1, Jordan akhirnya bisa mendapatkan tiga birdie lagi di hole 2, 4, dan 5 dan berada di peringkat empat bersama pegolf tuan rumah I Ketut Sugiarta, pendatang baru Stefan Christian, dan pemain amatir Alfred Raja Sitohang.

Keberadaan Alfred Raja Sitohang di jajaran atas klasemen pada hari pertama kemarin juga menjadi catatan tersendiri. Seakan mendapat momentum setelah mengawali putaran pertama dengan birdie di hole 1, remaja berusia 13 tahun ini berhasil mempertahankan permainannya dengan membalas bogey di hole 8 dengan birdie kedua di hole 10.

”Saya senang mengikuti turnamen ini. [Turnamen seperti ini] memberikan pengalaman baru bermain dengan para pegolf profesional karena kali ini saya bermain di tee hitam,” tutur Alfred. ”Besok (hari ini) saya berharap permainan saya tidak berubah.”

Animo para pemain amatir dalam IGT kali ini juga mengalami peningkatan. Sebagai platform yang memberi kesempatan berkompetisi bersama para pegolf profesional, IGT menjadi ajang yang sangat baik untuk meningkatkan level kemampuan pemain sehingga bisa lebih bersaing di level kompetisi yang lebih berat. Kesadaran hal inilah yang mendorong 45 pegolf amatir untuk berpartisipasi pada pekan ini, dengan 3 di antaranya merupakan pegolf wanita.