Joshua Andrew Wirawan berhasil main bersih pada putaran ketiga Sabah Masters, namun cuaca buruk kembali menghambat permainan.

Upaya wakil Indonesia pada ajang Sabah Masters pekan ini berlanjut, namun harus kembali terhambat oleh cuaca buruk. Dan untuk sementara, Joshua Andrew Wirawan masih menampilkan permainan yang solid untuk mencatatkan hasil terbaiknya selama mengikuti ajang Asian Tour pada tahun 2019 ini.

Pemuda berusia 23 tahun itu menjadi salah satu pemain yang harus menuntaskan putaran keduanya pada pagi tadi (23/11). Ia masih membukukan 1-under ketika harus menghentikan putaran kedua kemarin, namun justru mendapat bogey di hole 6, yang merupakan hole ke-16 baginya. Dan ia harus mendapat double bogey pertamanya dalam 36 hole di Sutera Harbour Golf and Country Club.

Meski harus menutup putaran kedua dengan skor 2-over 73, pegolf yang akrab disapa Andrew ini memulai putaran ketiga dengan jauh lebih baik. Pertama, ia membukukan birdie pertamanya di hole 3. Lalu ia berhasil mencatatkan par di tiga hole yang membuat skor under-nya hilang pada putaran kedua, yaitu di hole 4, 5, dan 6. Kemudian, ia menorehkan birdie keduanya di hole 7, yang membuatnya kini mengemas skor total 6-under.

Hujan deras yang menghantam Sutera Harbour Golf and Country Club memaksa seluruh pemain harus melanjutkan putaran ketiga dan putaran final pada hari Minggu (24/11). Foto: Asian Tour.

Andrew masih memainkan hole 15 ketika petir yang menyambar memaksa komite turnamen untuk kembali menghentikan pertandingan. Dengan bermain even par di lima hole pertama pada sembilan hole terakhirnya, pegolf asal Surabaya ini pun untuk sementara berada di peringkat 19 bersama Chang Yikeun (Korea), Aaron Wilkin (Australia), dan Karandeep Kochhar (India).

Dengan batas cut-off pada 1-over, dua wakil Indonesia lainnya, Danny Masrin dan Rory Hie berhasil melangkah ke dua putaran terakhir. Kedua pegolf ini berhasil menutup putaran keduanya dengan catatan skor 69.

Sayangnya, pada putaran ketiga, Danny harus kesulitan mendapatkan birdie. Hingga memainkan 16 hole putaran ketiga, ia hanya membukukan satu birdie, satu eagle, namun menorehkan empat bogey.

Phachara Khongwatmai berpeluang meraih kemenangan dengan keunggulan tiga stroke, namun memilih untuk tidak memikirkan peluang tersebut. Foto: Asian Tour.

Sebaliknya, Rory justru bermain dengan jauh lebih baik. Masih harus bermain dalam kondisi cedera di lengan kiri, pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Tour pada bulan September lalu di India ini menorehkan empat birdie dan satu bogey untuk catatan 3-under. Ia harus memainkan enam hole lagi untuk menuntaskan putaran ketiga.

Pegolf Thailand Phachara Khongwatmai masih memegang keunggulan di puncak klasemen. Membukukan tiga birdie dengan sebuah bogey, ia kini mengumpulkan skor 11-under dan memegang keunggulan tiga stroke dari delapan pegolf lainnya.

“Saya memulai permainan hari ini dengan cepat panas. Ada dua birdie dengan jarak tap-in di dua hole pertama. Lalu permainan saya agak melambat sebelum akhirnya bangkit dengan birdie lagi di hole 7 untuk mencapai 11-under. Saya terus mengingatkan diri untuk memainkan permainan saya sendiri tanpa berpikir terlalu banyak,” tutur Phachara.

“Permainan saya rasanya sedang bagus. Saya hanya perlu melakukan semua yang telah saya lakukan dan tak berpikir untuk menang. Sayangnya kondisi cuaca yang baik tak bertahan lama dan kami tak bisa mengakhiri permainan hari ini. Besok bakal jadi hari yang sangat panjang, tapi saya akan bermain sebaik mungkin.”

Tak satu pemain pun yang berhasil menuntaskan putaran ketiga ketika pertandingan terpaksa kembali dihentikan.