Mike Lorenzo-Vera memegang keunggulan satu stroke dari Rory McIlroy pada ajang tutup musim DP World Tour Championship.

Bulan September 2019 lalu, pegolf Perancis Mike Lorenzo-Vera mencatatkan skor terendahnya musim ini. Bermain pada Omega European Masters, ia memainkan putaran pertamanya dengan menorehkan skor 63.

Kali ini Lorenzo-Vera kembali menampilkan salah satu performa terbaiknya musim ini dan menyamai rekor skor terendahnya itu. Kali ini ia justru melakukannyap ada ajang tutup musim European Tour, DP World Tour Championship di Dubai. Skor 9-under 63 itu sekaligus menjadi putaran pembuka terendah dalam sejarah DP World Tour Championship dan memberinya keunggulan satu stroke dari pemain unggulan, sekaligus pegolf No.2 Dunia Rory McIlroy.

Lorenzo-Vera menutup putaran pertamanya dengan empat birdie berturut-turut, setelah sebelumnya membukukan empat birdie, sebuah eagle, dan sebuah bogey pada turnamen yang juga merupakan ajang terakhir dari rangkaian Rolex Series ini. Istimewanya lagi, ia membukukan skor tersebut dalam kondisi tidak sepenuhnya bugar.

“Sejujurnya, saya tidak merasa cukup bugar. Rasanya saya tidak punya energi. Waktu bermain di Afrika Selatan (pada ajang Nedbank Golf Challenge hosted by Gary Player) saya terkena infeksi paru-paru dan harus menjalani serangkaian perawatan sehingga merasa sangat lemas,” tutur Lorenzo-Vera.

“Dalam kondisi yang lebih baik, saya harus lebih baik lagi dalam hal konsistensi dan mungkin itu alasan mengapa saya masih belum meraih kemenangan.” – Mike Lorenzo-Vera

Kondisi tersebut membuatnya hanya mampu memainkan empat hole pada putaran latihan sehari sebelumnya.

“Rasanya kalau saya merasa rileks dan sekadar melakukan swing, mungkin sekitar 70% atau malah kurang, bola bisa melayang dengan cukup baik. Tidak ada yang benar-benar klik karena saya hanya berusaha main bagus dalam tiap aspek. Dalam kondisi yang lebih baik, saya harus lebih baik lagi dalam hal konsistensi dan mungkin itu alasan mengapa saya masih belum meraih kemenangan,” sambung Lorenzo-Vera lagi.

Sementara itu, McIlroy mengawali putaran pertama ini dengan lima birdie di tujuh hole pertamanya. Setelah sempat mendapat bogey di hole 12, ia menorehkan dua birdie lagi dan menutup hari pertama dengan eagle untuk skor 8-under 64.

 

McIlroy memang tengah mengincar kemenangan pada ajang pamungkas ini, terutama setelah menjuarai WGC-HSBC Champions tiga pekan lalu. Dengan cek juara sebesar US$3 juta, mengingat turnamen ini menjadi turnamen dengan hadiah juara terbesar, jelas ada banyak hal yang dipertaruhkan.

“Luar biasa. Saya bisa cepat panas dan main empat under dalam enam hole pertama, dan lima under dalam tujuh hole. Di hole-hole awal saya bisa melakukan sejumlah putt yang bagus, birdie di dua hole par 5 di sembilan hole pertama dan melakukan apa yang mestinya saya lakukan. Memang temponya melambat saat memasuki sembilan hole terakhir, tapi saya puas bisa menutup putaran pertama ini (dengan eagle). Jelang hole-hole terakhir saya juga berhasil melakukan sejumlah pukulan yang bagus, yang cukup memberi percaya diri untuk beberapa hari ke depan,” tutur McIlroy.

McIlroy menyebut pukulan kedua di hole 18, yang berujung pada eagle, itu sebagai salah satu pukulan terbaiknya sepanjang musim ini. Dari jarak 292 yard ke pin, ia memainkan 3-wood dengan carry sekitar 280 yard.

“Angin berembus sedikit dari kiri, jadi saya mengarahkan bola untuk lurus ke pin dan kalau bisa memukul sedikit draw, saya bisa mempertahankan jalur bola, tapi kalau mengikuti arah angin, bola pasti masuk ke bunker kanan, yang jelas lebih bagus daripada masuk ke air. Saya sekadar memukul dan langsung tahu kalau pukulan itu sempurna. Menyenangkan bisa menutup putaran ini dengan finis seperti itu,” tandasnya.

Dua stroke di belakang McIlroy, pegolf Spanyol Jon Rahm juga menorehkan hasil yang solid untuk mengawali ajang pamungkas musim 2019 ini. Rahm, yang saat ini merupakan pegolf No.5 Dunia, membukukan enam birdie tanpa bogey. Selain menempati peringkat ketiga di klasemen turnamen, ia juga kini berada di peringkat tiga Race to Dubai. Awal yang positif ini jelas memberinya peluang yang sangat baik untuk menjungkalkan Bernd Wiesberger dari posisi teratas untuk menjadi pegolf No.1 European Tour.

“Putaran yang sangat bagus. Saya puas dengan performa hari ini. Setelah enam pekan tanpa mengikuti kompetisi, dan dari enam pekan itu, lima di antaranya bahkan tanpa menyentuh club sama sekali, saya bisa bilang betapa saya merasa tenang secara mental karena di beberapa hole saya sama sekali tidak kehilangan kesabaran. Saya benar0-benar bisa mempertahankan sikap yang positif dan semoga saya bisa mempertahankan permaian solid ini dalam tiga hari berikutnya,” ujarnya.

Adapun satu-satunya wakil Asia pada ajang DP World Tour Championship ini, Li Haotong, untuk sementara berada di posisi T8. Ia mengawali turnamen ini dengan skor 3-under 69 berkat empat birdie dan sebuah bogey.