Mike Lorenzo-Vera memegang keunggulan tiga stroke pada akhir putaran kedua ajang DP World Tour Championship.

Pimpinan klasemen hari pertama Mike Lorenzo-Vera berhasil memperbesar keunggulannya pada turnamen pamungkas European Tour musim ini, DP World Tour Championship. Pada akhir putaran kedua kemarin (22/11), pegolf asal Perancis tersebut berhasil mencatatkan skor total 12-under 132 untuk memegang keunggulan tiga stroke dari Jon Rahm, pesaing terdekatnya saat ini.

Bermain bersama pegolf No.2 Dunia Rory McIlroy, Lorenzo-Vera mengawali putaran kedua itu dengan membukukan dua birdie berturut-turut. Ia kemudian menambah empat birdie lagi dengan tiga bogey untuk membukukan skor 3-under 69 di Jumeirah Golf Estates, Dubai.

Lorenzo-Vera sebenarnya sempat memegang keunggulan hingga lima stroke di sembilan hole terakhir, usai membukukan birdie keenam di hole 14. Sayangnya, ia justru mendapat dua bogey di hole 14 dan 18. Demikian pun ia masih tetap memegang posisi teratas lantaran unggul tiga stroke dan makin berpeluang untuk menjuarai hadiah US$3 juta. Angka ini menjadi hadiah uang terbesar dalam sebuah turnamen.

“Saya sangat puas (dengan hasil ini). Saya berhasil memukul bola ke posisi yang saya inginkan. Kondisinya memang sulit dan angin berembus cukup kencang. Pada akhirnya, saya mendapatkan hasil yang solid. Tiga hole terakhir, menurut saya, cukup berat. Tapi permainan saya solid dan saya masih bisa melakukan sejumlah pukulan bersih dan memanfaatkan beberapa momentum,” tutur Lorenzo-Vera.

Salah satu kunci yang membantu pegolf yang masih mencari kemenangan ini ialah tidak berusaha bermain melampaui McIlroy.

“Saya sudah bermain beberapa kali dengannnya dan awal-awalnya saya merasa kesulitan karena berusaha melampaui permainannya. Jadi, rencana permainan saya kali ini ialah tidak melihat permainannya. Dia bakal memukul jauh. Dia bakal melakukan pukulan iron yang luar biasa dan hal-hal lainnya, dan itu bukan permainan saya. Sebenarnya, permainan saya tak terlalu jauh dari dia sepanjang hari ini, jadi saya sangat senang,” imbuh Lorenzo-Vera.

Ia sadar bahwa keunggulan tiga stroke, meski lebih baik daripada ketinggalan tiga stroke, tidak akan membuatnya lepas dari tekanan. “Ada banyak pemain tangguh yang mengejar dan bakal menyalip saya, jadi putaran berikutnya akan menjadi menarik,” tandasnya.

Sementara itu, bintang Ryder Cup Tommy Fleetwood dan Jon Rahm, yang kini tengah bersaing untuk menjuarai Race to Dubai dan menjungkalkan pimpinan saat ini, Bernd Wiesberger, sama-sama membukukan 9-under 135 dan berada di tempat kedua. Masing-masing membukukan skor 68 dan 69.

Performa yang mengagumkan ditampilkan oleh Rahm, yang sempat mendapat double bogey dan bermain 2-over ketika menuju tee hole 9. Di hole itu, ia berhasil membukukan birdie dan menambah dua birdie lagi, serta mengakhiri putaran kedua dengan eagle.

“Satu-satunya alasan kenapa saya tak berada di posisi yang lebih baik ialah putter saya. Rasanya aneh. Ada beberapa putt jarak pendek yang tidak bisa masuk di beberapa hole. Tapi saya masih merasa sangat positif. Saya tahu pukulan saya bagus dan saya tahu kalau lapangan ini bakal dimainkan dengan lebih sulit di sembilan hole terakhir. Saya tahu kalau bisa mendapatkan beberapa birdie, saya bisa mendekati pimpinan klasemen,” tutur Rahm.

Adapun satu-satunya wakil Asia pada turnamen tutup musim ini, Li Haotong, harus mengalami putaran yang mengecewakan. Setelah membukukan skor 3-under 69 pada hari pertama, Li harus mengakhiri putaran kedua dengan skor 77. Ia memang membukukan empat birdie, tapi juga menorehkan empat bogey, satu double bogey, dan satu triple bogey di hole 18. Dengan skor total 2-over 146, Li untuk sementara berada di posisi T35, salah satunya bersama Juara Indonesia Open 2018 Justin Harding.