Pegolf tuan rumah Lin Wen-ko memimpin putaran pertama gelaran Ambassador ADT di kandangnya sendiri, Hsin Feng Golf & Country Club, kemarin (19/5). Adik dari Lin Wen-tang yang juga merupakan juara Taiwan Masters 2003 ini kemarin bermain tanpa bogey dan mencatatkan 7 birdie untuk skor 7-under 65.

Lin yang berjuang untuk memiliki performa seperti ketika menjuarai Taiwan Masters 13 tahun lalu kini berada dalam posisi yang ideal untuk menjuarai ajang Asian Development Tour pertamanya.

Ia mengawali sembilan hole pertamanya dengan hanya mencatatkan 2-under sebelum akhirnya meraih 5 birdie di 7 hole terakhirnya.

”Saya sangat mengenal lapangan ini dan di sini sangat berangin. Jadi rahasianya ialah memukul ke fairway dan Anda bakal berpeluang untuk mendapat skor bagus. Sulit menebak arah angin, jadi mesti memukul rendah dan pelan. Anda tak perlu memukul keras di lapangan ini,” papar Lin.

Meski bermain di lapangan yang merupakan kandangnya sendiri, Lin mengaku bahwa skor yang ia catatkan kemarin merupakan skor terbaik yang pernah ia mainkan.

”Saya gembira bisa ada di puncak klasemen. Jelas staf di sini gembira bisa melihat pemainnya memimpin, tapi masih ada tiga putaran lagi yang mesti dimainkan,” imbuhnya.

Sementara itu, pemain China Taipei lainnya, Hsu Hao-sheng berada 3 stroke di dbelakang Lin. Adapun lima pemain lainnya, yaitu Weng Young-tien, Tseng Tzu Hsuan, Josh Salah, Johannes Veerman, dan Christopher Cannon sama-sama mencatatkan skor 3-under 68 dan berada di posisi ketiga. Juara bertahan, Chan Shih-chang bermain dengan skor 2-under 70.

Lain adik, lain pula kakak. Lin Wen-tang yang tengah berupaya memastikan posisinya untuk bisa bermain di Olimpiade Rio de Janeiro pada bulan Agustus mendatang harus berjuang keras untuk memastikan finis di posisi terbaik setelah kemarin bermain dengan skor 2-over 74.

Sementara itu, pemain terbaik Indonesia, George Gandranata, juga mencatatkan skor yang sama dengan Lin Wen-tang. Kali ini George mengawali kampanye untuk menambah gelar ADT-nya dengan triple-bogey. Meski mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya, ia juga mendapat bogey di hole 6 dan 7.

George kembali mendapat bogey di hole 12, namun beruntung ia masih sanggup mengakhiri putaran pertama dengan birdie di hole terakhirnya.

George tidak sendirian membawa bendera Indonesia di China Taipei. Putra dari Ketua Asian Tour Jimmy Masrin, Danny Masrin juga ikut bersaing, namun sayangnya ia hanya bisa bermain 8-over 80.

Hari ini ia dan George akan berjuang untuk mendapatkan posisi terbaik agar bisa bermain dalam dua putaran akhir.