Mereka telah menikmati prestasi tertinggi, lalu mengalami masa-masa yang sulit. Inilah daftar lima pemain yang bisa Anda harapkan kembali bersinar tahun 2021 ini.

Mereka telah mencapai sejumlah level tertinggi dalam olahraga ini. Mereka meraih total 124 gelar PGA TOUR dan 24 kejuaraan Major. Namun, kelima pemain ini harus kembali tersungkur pada musim lalu, salah satunya berkat suasana tak lazim yang berada di sekitar 2020.

Kini tatkala kalender berganti ke 2021, lima nama ini berniat untuk kembali bangkit.

Tiger Woods
Jelas tidak mengejutkan jika kita memulai daftar ini dengan pemain dengan rekor kemenangan terbanyak pada olahraga golf, tapi Tiger Woods hanya bisa sekali meraih 10 besar pada tahun lalu.

”Saya belum bisa menyatukan semua (aspek permainan saya) pada saat yang sama,” ujar Woods sebelum memulai Masters Tournament di Augusta National dan finis T38. Ia sendiri telah genap berusia 45 tahun bulan Desember lalu.

Jelas ia belum menampilkan seluruh permainan terbaiknya. Dan meskipun pada putaran final itu ia mencatatkan skor 76, di antaranya berkat 10 pukulan di hole 12 par 3, dengan tiga bolanya masuk air, yang memberinya skor terbesar pada satu hole dalam kariernya, toh ia masih bisa membukukan lima birdie dalam enam hole terakhirnya.

Ya! Tiger masih punya kapasitas.

Mari melihat lagi kalender tahun 2020, yang diwarnai dengan T9 pada Farmers Insurance Open, sebagai periode pemulihan. Dan mari menghadapinya: setelah tahun epiknya pada 2019, Woods layak mendapatkan hasil yang demikian.

”Menyenangkan bisa kembali bermain.” — Brooks Koepka.

Ia memutuskan absen pada Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2020, di lapangan yang telah memberinya delapan kemenangan; tidak tampil pada The Honda Classic, turnamen yang digelar di kotanya; dan tak bermain di TPC Sawgrass untuk THE PLAYERS Championship, yang telah ia menangkan dua kali.

Lalu pandemi menghantam.

Dengan berusaha tetap aman, ia menahan dirinya untuk kembali, dan terlihat kaku ketika akhirnya kembali bertanding. Ia finis T72 dalam usahanya mempertahankan gelar pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD dan gagal lolos cut pada U.S. Open di Winged Foot. Ia tak pernah benar-benar masuk dalam persaingan pada The Masters.

Meski demikian, Woods masih memperlihatkan kemilau permainan dirinya yang lama di Augusta, sebagian besar terlihat pada finisnya hari Minggu. Woods masih ingin terus bermain, masih bisa mendapat birdie, dan jika tubuhnya bisa lebih bebas dari rasa sakit akibat golf, ia masih bisa memecahkan rekor kemenangan ke-83 pada tahun 2021 ini.

Brooks Koepka
Cedera juga bukan sesuatu yang asing bagi Brooks Koepka dan ia juga mematok target untuk kembali bangkit pada musim ini.

Setelah berjuang dengan cedera lutut dan pinggang pada sebagian besar tahun 2020, serta menorehkan dua kali finis di sepuluh besar musim lalu, Koepka finis T5 pada Vivint Houston Open dan T7 pada The Masters. Jika benar ia bisa kembali sehat—dan menurutnya ia sudah pulih—tentu kebangkitannya telah sangat dinantikan.

Koepka telah menjalani perawatan sel induk (stem cell) di lutut kanannya tahun 2019 dan bermain pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES. Celakanya, ia tergelincir ketika menginjak permukaan yang licin dan kembali cedera di bagian tendon. Akibat tak dapat memindahkan bobotnya, ia membebani panggulnya dan merobek bagian labrum pada PGA Championship (ia finis T29) pada bulan Agustus lalu. Ia pun terpaksa kembali ke meja operasi. Ia melewatkan FedExCup Playoff dan U.S. Open untuk pemulihan, termasuk terapi sel induk lagi di lutut kirinya dan injeksi kortison di panggulnya.

Ia kembali bertanding pada musim 2020-2021 pada THE CJ CUP @ SHADOW CREEK bulan Oktober lalu.

”Menyenangkan bisa kembali bermain,” ujarnya setelah putaran kompetitif pertamanya dalam dua bulan.

 

Mantan pegolf No.1 Dunia Jason Day dan Rickie Fowler sama-sama telah menikmati sukses, meski bintangnya belakangan mulai meredup. Foto: Getty Images.

 

Kesehatan yang baik tentunya menjanjikan hal-hal yang baik pula pada masa mendatang bagi salah satu bakat terbesar PGA TOUR.

Rory McIlroy
Dan bicara soal salah satu bakat terbesar, Rory McIlroy tak sepenuhnya menjalani tahun 2020 yang buruk. Ia hanya mendapatkan ”omong kosong” selama sembilan bulan. Musim lalu ia memulainya dengan enam kali berturut-turut di posisi lima besar, termasuk kemenangan pada World Golf Championships-HSBC Champions. Lalu terjadilah pembatalan pada THE PLAYERS Championship bulan Maret, yang setelah itu membuatnya tak lagi menjadi pemain yang sama.

Sejak PGA TOUR kembali memulai kompetisi pada bulan Juni sampai dimulainya TOUR Championship awal September, tak sekalipun ia finis di sepuluh besar dan hanya dua kali masuk 15 besar, yaitu saat ia mencatatkan T11 pada Travelers Championship dan T12 pada BMW Championship.

Ia menjelaskan semua itu tak lepas dari kesalahan yang terlalu banyak ia lakukan. Ia mengalami kesulitan dalam berfokus, tambahnya.

Ternyata ada sesuatu yang lebih besar yang tak diketahui banyak orang. McIlroy dan Erica, sang istri, menantikan kelahiran anak pertama mereka, meskipun berhasil merahasiakannya sampai hampir ketika Poppy, putri mereka, akhirnya lahir persis sebelum TOUR Championship dimulai.

Sejak saat itu, McIlroy mulai masuk sepuluh besar lagi di East Lake (T8), U.S. Open (T8), dan Masters (T5). Ia masih belum meraih kemenangan sejak WGC-HSBC 13 bulan silam, tapi dengan kehidupannya yang mulai tenang dan permainannya yang kembali pulih, rasanya ia bakal segera kembali menang dalam waktu dekat.

Jason Day
Bicara soal jeda panjang dari kemenangan, ingatkah Anda ketika Jason Day menyandang predikat No.1 Dunia tahun 2015 dan 2016 setelah meraih delapan kemenangan PGA TOUR?

Sejak saat itu, Day terlihat sangat sibuk. Ia mengganti kedinya tahun 2017 dan mengganti pelatih pada musim panas lalu. Ia berpisah dengan Col Swatton, yang membawanya dari asrama sekolah golf di Australia hingga meraih 12 gelar PGA TOUR. Day dan Ellie, istrinya, juga telah memiliki tiga anak. Ia berjuang mengatasi rasa sakit di punggungnya dan mendapat hasil yang jauh dari harapan. Kemenangan terakhir ia peroleh tahun 2018 pada Wells Fargo Championship.

”Saya sama sekali tak ragu … saya akan kembali ke posisi yang saya inginkan, untuk kembali bersaing, dan memiliki peluang menjuarai lebih banyak turnamen, dan terutama Major.” — Rickie Fowler

Day finis di peringkat 57 pada klasemen FedExCup musim lalu. Ini prestasi terburuknya sejak 2012. Dan inilah untuk kedua kalinya ia gagal bermain pada TOUR Championship. Performa putting-nya pun terjun bebas.

Namun, empat kali finis sepuluh besar pada bulan Juli dan Agustus lalu, termasuk T4 pada PGA Championship di TPC Harding Park, mungkin telah menyulut sesuatu dalam dirinya. Day, yang kini berusia 33 tahun, juga bernada optimis setelah mengubah swing untuk melindungi punggungnya.

”Akhirnya, saya merasa cukup mengasihani diri sendiri,” ujarnya di tengah mengikuti PGA Championship. ”Sangat mudah melakukan hal tersebut dalam golf karena olahraga ini secara mental memang berat. Anda bisa mulai menyalahkan segalanya, kecuali diri sendiri. Terkadang Anda mesti berkata cukup dan segera melangkah ke depan.”

Rickie Fowler
Nama terakhir dalam daftar ini ialah Rickie Fowler, yang saat artikel ini ditulis berada di peringkat 127 pada klasemen FedExCup. Musim lalu ia juga gagal menembus BMW Championship untuk pertama kali dalam kariernya. Musim lalu ia akhirnya finis di peringkat 94. Pemegang lima gelar PGA TOUR, termasuk THE PLAYERS Championship 2015 ini, kini berada di wilayah yang belum pernah ia masuki sebelumnya.

”Secara mental keadaan ini memang sangat sulit, bahkan sekadar untuk melangkah ke depan,” ujar Fowler pada ajang Shriners Hospitals for Children Open bulan Oktober lalu. Kala itu ia bahkan gagal lolos cut.

Singkat cerita, perubahan swing-nya saat ini belum membuahkan hasil.

Meski ia telah melihat sekelebat performanya—T5 pada Sentry Tournament of Champions, T10 pada The American Express—Fowler belum mengubah keadaan bersama pelatihnya, John Tillery. Dan ketika ia bermain bagus dalam satu-dua putaran, ia gagal memanfaatkan kesempatannya di atas green. Sulit mempercayai bahwa ia berada di posisi 178 untuk kategori Strokes Gained: Putting, apalagi mengingat ia ada di peringkat 13 untuk kategori itu pada 2019 lalu. Fowler mengaku berniat mengatasi hal ini.

”Saya sama sekali tak ragu,” ujarnya pada The Shriners, ”bahwa saya akan kembali ke posisi yang saya inginkan, untuk kembali bersaing, dan memiliki peluang menjuarai lebih banyak turnamen, dan terutama Major.”