Dua pekan lalu pegolf Amerika Billy Horschel menjuarai gelar World Golf Championships pertamanya pada WGC-Dell Technologies Match-Play dengan melewati tujuh partai dalam lima hari. Dalam blog kali ini, ia mengisahkan betapa sukarnya meraih kemenangan PGA TOUR keenam baginya dan bagaimana liburan keluarga membantunya mengakhiri puasa gelar tiga tahun.

Oleh Billy Horschel

Rasanya benar-benar keren untuk akhirnya bisa menjadi juara World Golf Championships. Butuh kerja keras ekstra dari seluruh tim saya dan hasilnya sedikit lebih lama untuk bisa terwujud, tapi luar biasa bisa meraih gelar WGC-Dell Technologies Match-Play dua akhir pekan lalu. Kalau dipikir-pikir, saya berharap kemenangan ini bisa terjadi lebih awal, tapi Anda tak pernah tahu kapan bisa menang lagi dalam olahraga ini. Anda hanya harus berlatih keras tiap hari dan itulah yang saya lakukan dan akan terus lakukan.

Bisa menjuarai turnamen WGC adalah sesuatu yang sangat besar artinya. Saya tahu, saya sudah menjuarai lima turnamen PGA TOUR sebelumnya, termasuk FedExCup, dan rasanya saya harusnya bisa lebih banyak lagi meraih gelar. Setidaknya, semestinya saya bisa bersaing untuk beberapa ajang WGC dan Major juga. Orang-orang yang ada di sekitar saya tahu kalau saya berusaha tak kenal lelah untuk berlatih dan terkadang bersikap keras pada diri sendiri ketika tidak mendapatkan hasilnya. Itu juga sebabnya mengapa saya tidak bermain cukup konsisten tiap pekan dari tahun ke tahun. Saya mengalami pasang-surut dan berusaha bersikap lebih lunak pada diri sendiri.

Saya pikir tahun ini keadaannya sudah lebih baik sehingga bisa melihat sejumlah hasil positif. Saya mirip seekor bulldog. Saya petarung keras yang tak pernah menyerah dan saya selalu berpikir saya bisa menang. Saya selalu berpikir akan adanya jalan untuk menuntaskan misi dan saya pikir mentalitas itulah yang memungkinkan saya main bagus.

 

Liburan jauh dari golf bersama keluarga terbukti menyegarkan Billy Horschel untuk kembali menjadi juara. Foto: Dok. Pribadi Billy Horschel.

 

Mungkin yang menolong saya di Austin ialah saya menghadapi turnamen Match-Play itu dengan merasa disegarkan. Setelah THE PLAYERS Championship, kami melakukan liburan keluarga dan saya meninggalkan club saya di rumah. Secara mental, saya pikir, pengalaman itulah kuncinya. Pada bulan Februari lalu saya sudah main bagus pada WGC-Workday Championship at The Concession, bisa finis di tempat kedua dan merasa permainan saya sedang bagus. Dan kemudian saya bermain di Bay Hill dan THE PLAYERS, tapi malah main sangat buruk!

Jadi, memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, anak-anak, bibi dan paman, sepupu-sepupu dan anak-anak mereka menjadi penyegaran mental yang luar biasa. Saya tak menyentuh club selama tujuh hari dan tidak melakukan latihan apa-apa. Saya pikir kami belum pernah melakukan liburan keluarga yang tidak melibatkan club golf sama sekali. Jadi, semua kami menikmati momen tersebut, dan saya yakin kami akan lebih sering melakukannya menyusul sukses yang saya peroleh pada ajang Match-Play itu.

Salah satu tantangan terbesar bagi saya tahun ini ialah agar mengurangi fokus pada hasil, tapi lebih pada prosesnya dan berharap hasilnya akan segera terwujud. Saya sudah melakukan hal itu dengan baik, dan menyenangkan bias menjadi juara WGC-Dell Technologies Match-Play. Saya nyaris menang di Concession, tapi Collin Morikawa bermain sangat bagus untuk mengalahkan saya. Bukan waktunya saya untuk menang saat itu, meskipun saya sudah bermain cukup bagus belakangan ini. Mungkin match-play itulah format yang saya butuhkan untuk meraih kemenangan dan mengakhiri periode tiga tahun tanpa kemenangan.

 

 

Saya selalu merasa memiliki bakat untuk bersaing dengan para pemain terbaik dunia. Saya pikir perbedaan antara saya dan mungkin Dustin Johnson, Rory McIlroy, atau Justin Thomas ialah hanya konsistensi. Saya tidak sekonsisten mereka dan hal itu juga akibat tekanan yang saya berikan pada diri sendiri dari perspektif mekanik, teknik, dan mental. Hal-hal yang pelatih saya, Todd Anderson dan saya telah latih, kami telah melihat beberapa hal yang positif dan berharap bisa terus melakukan sedikit perubahan utnuk menemukan sensasi yang tepat dan bisa bersaing pada beberapa ajang Major tahun ini karena itulah target berikutnya.

Saya juga ingin masuk tim untuk Ryder Cup tahun ini. Tentu saja konyol rasanya kalau saya bilang tidak ingin masuk tim. Rasanya saya juga mestinya ada dalam tim Ryder Cup sebelumnya, tapi salah saya sendiri karena saya belum melakukan hal-hal yang mesti saya lakukan untuk mewujudkannya. Mungkin tahun inilah saatnya.

Kalau melihat beberapa format lain dan bagaimana saya bermain dalam ajang beregu, dulu saya sudah meraih sukses serupa. Saya sudah pernah sukses bermain pada QBE Shootout dan Zurich Classic of New Orleans ketika bisa menang bersama Scott Piercy tahun 2018. Jadi, rasanya saya bisa berpasangan dengan baik dengan orang lain karena saya menyukai format itu. Saya senang bisa memiliki rekan bermain di lapangan. Sebagai amatir saya juga sudah pernah bermain pada Walker Cup, Palmer Cup, dan telah sukses juga untuk format tersebut. Saya sangat menyukai bermain untuk AS.

 

Billy Horschel sekeluarga bersama Feeding Northeast Florida, organisasi nirlaba yang mereka dukung. Foto: Chris Condon/PGA TOUR/Getty Images.

 

Kalau bisa meraih lima gelar PGA TOUR lagi, itulah target karier saya. Kalau bisa mencapai kemenangan karier dua digit dan kelimanya berupa empat Major dan THE PLAYERS, pasti akan luar biasa sekali. Saya selalu ingin menjadi salah satu pemain yang berhasil memenangkan Grand Slam. Sepertinya saya hanya sekali masuk lima besar dalam ajang Major, jadi impian itu mungkin terdengar konyol, tapi saya pikir saya punya bakat … saya tahu saya berbakat. Saya cuma belum main cukup bagus dan melakukan apa yang harus saya lakukan. Namun, targetnya jelas memenangkan keempat Major, menjuarai THE PLAYERS, dan menjadi anggota tim Ryder Cup dan Presidents Cup dalam karier saya.

Hal yang tak kalah pentingnya, golf memberi kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat kami. Istri dan saya selalu yakin kalau kami sangat beruntung memiliki apa yang kami miliki. Pada tahun 2014, kami ikut mendukung Feed Northeast Florida, organisasi amal besar pertama yang kami dukung. Kami berusaha membuat masyarakat di Northeast Florida memiliki jaminan makanan yang lebih baik, mengingat ada terlalu banyak keluarga dan anak-anak yang tidak tahu dari mana mereka bisa mendapatkan makanan. Kami beruntung bisa menggalang dana hingga lebih dari US$100.000 dan menyumbangkan hampir US$500.000 selama lima hingga enam tahun terakhir, tapi jelas perjalanan ini masih sangat panjang.

Kami juga memulai ajang American Junior Golf Association (AJGA) sejak empat tahun yang lalu, keputusan yang sangat besar. Istri dan saya beruntung bisa mengikuti beberapa ajang AJGA ketika kami junior dan bagi saya, golf bukan hanya soal bagaimana bisa bersaing pada level profesional, tapi juga membantu anak-anak agar bisa dikenali oleh para pelatih universitas sehingga mereka bisa kuliah dan mendapatkan pendidikan yang juga penting.