Menjalani debut dalam sebuah turnamen Major, apalagi The Masters Tournament yang merupakan turnamen yang dianggap paling prestisius, biasanya justru bisa memberi tekanan tersendiri. Tapi tidak demikian bagi pegolf asal China, Li Haotong. Pada putaran pertama yang berlangsung kemarin (4/5), Li menikmati debutnya di Augusta National Golf Club dengan mencatatkan skor 3-under 69.

Performanya tersebut terbilang istimewa, terutama bagi pemain debutan. Sempat bermain even par hingga hole ke-7, Li mencatatkan birdie pertamanya di hole 8. Meskipun catatan tersebut terhapus oleh bogey di hole 10, tiga hole berikutnya menunjukkan kapasitasnya bukanlah sebuah kebetulan belaka. Ia membukukana tiga birdie berturut-turut di hole 11, 12, dan 13 dan menambah dua birdie lagi di hole 15 dan 16, meskipun mendapat bogey di hole 14 dan 18.

Ketika memenangkan ajang European Tour pertamanya pada 2016 lalu, sebagian orang mungkin menilai sukses itu sebagai sukses dengan keberuntungan, lantaran Volvo China Open dimainkan di negerinya sendiri. Namun, ia kemudian menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain yang memang harus dicermati setelah sukses finis di peringkat ketiga pada The Open Championship tahun lalu, terutama setelah bermain dengan sko 63 pada putaran final.

Belum cukup sampai di sana, ia memenangkan gelar European Tour keduanya dengan mengalahkan Rory McIlroy dan menjuarai Dubai Desert Classic. Peringkatnya pun melambung dan ketika memasuki pekan ini, ia berada di peringkat 42 sekaligus menjadi pegolf China pertama yang berada di zona 50 besar dunia.

Meski demikian, Li menyebut ia beruntung pada putaran pertama kemarin. Birdie di hole 11 ia anggap beruntung lantaran putt-nya dari luar green ternyata sukses mengarahkan bola masuk ke lubang dan memberinya birdie. Lalu pukulan tee-nya di hole 12 par 3 juga berakhir di jarak birdie lagi, sebelum kemudian memastikan birdie lagi di hole 13 berkat kemampuan manajemen lapangannya.

Tapi ia malah mengaku, ”Saya kira saya bakalan bermain dengan gugup di tee pertama. Tapi ternyata segalanya berjalan dengan baik. Malah saya merasa gembira bisa memainkan putaran pertama yang hebat,” tutur Li.

Li menuturkan juga bahwa performanya mengalami peningkatan setelah bermain pada US Open tahun lalu. Dengan percaya diri yang kian meningkat, ia pun makin meyakini bahwa suatu hari kelak dirinya akan menjadi pemain yang tangguh.

Pegolf asia lain yang berhasil bermain under pada hari pertama ialah pegolf asal Jepang Satoshi Kodaira. Sama seperti Li, Kodaira juga baru kali ini bermain di Augusta. Dan salah satu sorotan dalam debutnya kemarin ialah ketika ia berhasil memasukkan bola melalui pukulan bunker di hole 7. Kodaira mencatatkan skor 1-under 71 setelah mendapat 3 birdie dan 2 bogey dan untuk sementara berada di peringkat T16.

Sementara itu, tiga rekan senegara Kodaira mencatatkan hasil yang beragam. Hideki Matsuyama kemarin bermain 1-over 73. Setelah bermain even par selama 13 hole, Matsuyama mendapat double bogey di hole 14. Beruntung ia menutup hari pertama dengan birdie di hole terakhir. Hasil ini menempatkan Matsuyama di posisi T29.

Pegolf Jepang lainnya, Yuta Ikeda kemarin menuai hasil 4-over 76 dan untuk sementara menghuni peringkat T62. Sementara Yusaku Miyazato bermain 5-over 77 dan berada di peringkat T73. Skor Miyazato itu juga menjadi skor pegolf fenomenal asal India Shubhankar Sharma.

Adapun satu-satunya pegolf Korea di Augusta National pekan ini, Kim Siwoo, yang akan memperrtahankan gelar THE PLAYERS Championship bulan Mei mendatang, harus puas dengan skor 3-over 75.

Kiradech Aphibarnrat dan pegolf amatir Lin Yuxin kemarin juga bermain dengan skor yang sama, 7-over 79 yang membuat perjuangan mereka untuk lolos ke putaran ketiga menjadi berat.