Li Haotong meraih kemenangan kedua, Kiradech Aphibarnrat membuka peluang.

Performa gemilang duel pertama pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play ternyata berlanjut ke duel berikutnya. Usai menaklukkan bintang Ryder Cup Alex Noren dengan skor telak 5&4, pegolf asal China Li Haotong mengalahkan PGA TOUR Player of the Year 2018, yang juga merupakan pegolf No.3 dunia, Brooks Koepka dengan menang tipis 1-up.

Dalam partai yang berlangsung sengit tersebut, Li langsung menekan dengan memasukkan birdie dari jarak 6 kaki di hole 2 untuk kemudian memimpin dengan 2-up. Koepka sendiri melakukan perlawanan dengan memenangkan hole 10 dan 13 untuk membuat partai ini berimbang. Namun, Li kembali meraih keunggulan di hole 15 dan mempertahankannya hingga hole terakhir.

“Ini mengagumkan. Hari ini (28/9) ia (Koepka) tidak memberi banyak hole kepada saya seperti halnya kemarin (ketika berhadapan dengan Noren). Jadi, ini partai yang sangat berat, menghadapi pemain yang juga sangat tangguh,” ujar pegolf berusia 23 tahun ini.

Dengan keberhasilannya menaklukkan Noren dan Koepka, Li hanya tinggal memaksakan hasil seri ketika berhadapan dengan lawan ketiga di grupnya, yaitu Tom Lewis. Jika bermain imbang, pegolf yang tengah berjuang untuk menjadi bagian dari Tim Internasional pada Presidents Cup bulan Desember ini akan melaju ke babak berikutnya. Namun, jika ia kalah dari Lewis, ia berpeluang kembali menghadapi Noren, jika pegolf Swedia yang menaklukkan Lewis dengan skor 4&2 itu berhasil mengalahkan Koepka.

Dua kemenangan ini jelas memperbaiki catatan penampilan Li pada ajang WGC-Dell Technologies Match Play. Tahun lalu, ia melakoni debutnya pada turnamen match play ini, namun kala itu ia harus menelan tiga kekalahan. Tapi kali ini, rasa percaya dirinya pun kian tumbuh untuk melanjutkan performa positifnya di Austin.

“Anda selalu bisa main bagus di hole berikutnya dan masih bisa bangkit. Anda hanya harus bersabar.” – Li Haotong

“Saya pikir permainan saya meningkat hari demi hari. Jadi, saya ingin kembali menampilkan permainan terbaik saya (pada hari Jumat) dan melihat bagaimana hasilnya,” ujarnya.

“Beberapa kali bola saya berada di posisi yang buruk, tapi saya masih bersabar. Kalaupun kalah di satu hole tidaklah masalah, saya tetap semangat. Lapangan ini sendiri bukanlah lapangan yang mudah, terutama ketika angin berembus. Ada beberapa putt dari jarak 10 kaki yang bisa saya masukkan. Jadi, saya pikir beberapa putt tersebut memang sangat membantu.”

Statistik pun mendukung pernyataan pemegang dua gelar European Tour ini. Pekan ini Li berada di tempat kedua dalam hal putting.

Tapi jelas format match play ini sendiri menjadi format yang ternyata ia gemari.

“Saya merasa tidak ada ruginya. Kalau kalah di satu hole, tinggal memainkan hole berikutnya. Tekanannya tidak begitu banyak. Anda selalu bisa main bagus di hole berikutnya dan masih bisa bangkit. Anda hanya harus bersabar,” jelasnya.

Keberhasilan Li ini sayangnya belum diikuti oleh duo Korea Kim Siwoo dan An Byeonghun. Untuk kedua kalinya, kedua pemain tersebut harus menelan kekalahan, kali ini mereka kalah, masing-masing, dari Matt Kuchar dan Louis Oosthuizen.

Sementara itu, pegolf Thailand, Kiradech Aphibarnrat, berhasil bangkit dan mengalahkan pegolf Amerika Bryson DeChambeau dengan skor 2&1. Kemenangan ini jelas membuka peluang baginya untuk melangkah ke babak selanjutnya, dengan catatan ia bisa memenangkan partai terakhirnya menghadapi pegolf Skotlandia Russel Knox.

Adapun pegolf Jepang Hideki Matsuyama harus bermain imbang dengan Chez Reavie, sedang rekan senegaranya Satoshi Kodaira harus melepas keunggulan 4-up miliknya dan terpaksa bermain imbang dengan Webb Simpson. Hal ini membuat keduanya gagal melangkah ke babak selanjutnya lantaran perolehan poin mereka yang tidak bakal cukup meskipun memenangkan partai terakhirnya.

Hingga akhir hari kedua di Austin Country Club ini, ada sembilan pemain yang berhasil membukukan kemenangan sempurna. Selain Li, enam pegolf lainnya adalah Branden Grace (Afrika Selatan), Gary Woodland (Amerika), Rory McIlroy (Irlandia Utara), Marc Leishman (Australia), Francesco Molinari (Italia), Matt Kuchar (Amerika), Henrik Stenson (Swedia), dan Sergio Garcia (Spanyol).

WGC-Dell Technologies Match Play menjadi turnamen World Golf Championships pertama pada tahun ini. Ke-64 pemain elit dari seluruh dunia dibagi ke dalam 16 grup, di mana tiap pemain dalam grupnya masing-masing harus bertanding tiga kali. Dua pegolf teratas akan melaju ke babak selanjutnya. Juara edisi 2018, Bubba Watson, sudah dipastikan gagal melangkah ke babak selanjutnya untuk mempertahankan gelarnya setelah menelan dua kekalahan.

Leave a comment