Bintang golf asal China Li Haotong mengawali gelaran World Golf Championships-Dell Technologies Match Play dengan kemenangan telak. Pada partai pertamanya menghadapi Alex Noren, Li berhasil mengalahkan pegolf Swedia yang finis di tempat ketiga pada edisi tahun lalu ini dengan skor 5&4. Kemenangan ini merupakan keberhasilan pertama bagi Li selama bermain pada ajang yang diikuti oleh para pegolf elit dunia ini.

Pemegang dua gelar European Tour ini pun mengungkapkan emosinya atas keberhasilan kali ini. “Rasanya luar biasa, terutama besok, (saya harus) berhadapan dengan Brooks Koepka. (Kemenangan ini) jelas akan membuat saya merasa lebih nyaman, setidaknya saya sudah menang sekali,” ujarnya.

Koepka yang kini berperingkat 3 dunia harus bermain imbang dengan pegolf keempat dalam Grup 3 ini, yaitu Tom Lewis. Hal in jelas membuat Li berada di atas angin dengan satu kemenangan. Ia pun berniat untuk memanfaatkan momentum ini.

Kunci kemenangan Li kali ini ialah performa putting-nya yang sangat jitu. Ia berhasil memasukkan putting dari jarak 29 kaki, 19 kaki, dan 30 kaki untuk mencatatkan dua birdie dan sebuah eagle di hole 5, 7, dan 12. Permainannya yang gemilang ini juga ditambah dengan buruknya performa Noren, yang berkali-kali malah melakukan kesalahan.

“Ya, putting saya memang sedang bagus. Saya bisa mendapatkan birdie dan eagle juga. Sejauh ini saya sudah bermain dengan solid, dan khususnya hari ini (kemarin), ada beberapa hole di mana akurasi saya kurang bagus, tapi short game saya sangat bagus. Lagipula rekan main saya (Noren) tidak menampilkan permainan terbaiknya,” tutur Li lagi.

“Saya hanya ingin bermain sebaik mungkin dan berharap bisa menunjukkan bakat saya kepadanya (Brooks Koepka).” – Li Haotong

Li, yang saat ini berada di peringkat 5 dalam klasemen Tim Internasional untuk Presidents Cup di Royal Melbourne Golf Club bulan Desember nanti, mengaku tak sabar untuk segera berhadapan dengan Koepka, yang merupakan PGA TOUR Player of the Year 2018.

“Saya hanya ingin bermain sebaik mungkin dan berharap bisa menunjukkan bakat saya kepadanya (Koepka),” ujarnya lagi. “Permainan saya sudah semakin bagus, terutama putting. Kalau putting saya lebih baik, saya pikir semuanya juga akan menjadi lebih baik lagi.”

Sayangnya, permainan cemerlang Li ini belum dapat diikuti oleh para wakil Asia lainnya. Baik Kiradech Aphibarnrat asal Thailand, duo Korea Kim Siwoo dan An Byeonghun, dan duo Jepang Hideki Matsuyama dan Satoshi Kodaira, semuanya mengalami kekalahan dalam partai pertama masing-masing.

Pegolf Korea An Byeonghun harus mengalami kekecewaan lantaran kalah 3&2 dari Tommy Fleetwood dalam partai mereka di Grup 11. An, yang tampil dalam WGC-Dell Technologies Match Play ketiganya ini sempat unggul 2-up hingga tujuh hole, sebelum akhirnya Fleetwood mengandaskan harapannya di sembilan hole terakhir dengan tiga birdie di enam hole.

“Ini partai match play dan hal-hal seperti itu terjadi. Permainan saya cukup oke. Bogey (di hole 8) itu agak mengubah keadaan dan saya gagal memasukkan putt di hole 9 (dari jarak 5 kaki untuk birdie). Saya melakukan banyak putt yang bagus, tapi bolanya tak kunjung masuk. Ini jelas tidak membantu pada partai match play. Pukulan saya bagus, tapi putting saya tidak masuk. Kita lihat saja bagaimana besok. Saya jelas akan melakukan yang terbaik dan melihat bagaimana hasilnya,” ujar mantan jaura US Amateur ini.

Sementara itu, rekan senegara An, Kim Siwoo, harus kalah telak dari pegolf Spanyol Jon Rahm dengan skor 7&5 di Grup 8. Kim sama sekali tak berhasil mendapatkan birdie dalam 13 hole yang ia mainkan.

Adapun pemukul jauh asal Thailand Kiradech Aphibarnrat juga harus mengalami kekalahan dalam partai pertamanya di Grup 6. Kiradech, yang menembus babak perempat final tahun lalu, harus mengakui keunggulan pemegang empat gelar PGA TOUR asal Australia Marc Leishman, yang menang dengan 2-up di hole 18. Kiradech sempat memberikan perlawanan yang sengit dengan permainan yang cukup bagus, sayangnya performa putting-nya kurang mengimbangi sehingga ia hanya mencatatkan tiga birdie dalam duel ini.

“Saya berjuang keras, tapi gagal memasukkan banyak putt. Ada beberapa peluang yang saya dapatkan, tapi putting saya malah tidak masuk. Cukup baguslah saya bisa bertarung hingga hole 18 dan kemudian Marc melakukan pukulan yang bagus di hole 18 dan membuat birdie di sana untuk meraih kemenangan. Kini saya tak ada pilihan selain memenangkan partai menghadapi Bryson (DeChambeau). Dia pemain yang hebat, tapi saya akan memberi perlawanan terbaik,” ujar Kiradech.

Sementara itu, Satoshi Kodaira harus mengakui keunggulan bintang Ryder Cup asal Italia Francesco Molinari dengan skor telak 5&4, sedang rekan senegaranya, Hideki Matsuyama kalah 4&3 dari Branden Grace asal Afrika Selatan.

Leave a comment