Membukukan hanya satu bogey dalam dua putaran, Li Haotong memimpin pada ajang PGA Championship.

Bintang golf asal China Li Haotong menyeruak ke jajaran atas pada hari kedua PGA Championship. Sembilan birdie dan hanya satu bogey dalam dua putaran pertama di TPC Harding Park ini bahkan membuatnya berada dalam posisi memimpin. Dan ini menjadi pertama kalinya dalam kariernya ia memimpin dalam sebuah ajang Major.

Performa Li dalam dua hari ini memang terbilang mengejutkan. Pasalnya, penampilannya sejak kompetisi kembali bergulir terbilang kurang memuaskan. Sebelum bertanding pada kejuaraan Major pertama tahun ini, Li hanya tampil dalam dua turnamen. Pertama, ia gagal lolos cut pada ajang Memorial Tournament presented by Nationwide setelah hanya bermain 74 dan 77. Dan kedua, ia finis T75 pada World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational.

Pada kejuaraan di TPC Southwind tersebut, Li memang sempat bermain solid pada hari pertama. Namun, setelah membukukan skor 68, ia berturut-turut mencatatkan 73, 74, dan 75.

 

 

Melihat catatan permainannya itu, tidaklah mengherankan jika Li sendiri mengaku terkejut bisa tampil sangat baik pekan ini. Setelah bermain dengan empat birdie dan sebuah bogey pada hari pertama dan menorehkan skor 67, pada putaran kedua kali ini Li membukukan lima birdie tanpa bogey untuk meraih skor 65. Skor total 8-under 132 itu pun sempat menempatkannya di posisi teratas.

”Saya sama sekali tidak mengira bisa bermain sebagus ini pekan ini, rasanya tidak ada percaya diri mengingat beberapa hasil sebelum ini,” ujar Li. ”Saya juga tak memiliki ekspektasi apa-apa karena dalam beberapa bulan terakhir saya hanya tinggal di rumah dan tak melakukan apa-apa.”

Menariknya, Li hanya memukul bolanya ke 4 fairway dalam upayanya membukukan skor 65 pada putaran kedua. Persentase akurasi driving-nya pada hari kedua anjlok menjadi hanya 28,57%, jauh dari 71,43% yang ia peroleh pada hari pertama. Menariknya, persentase green in regulation Li tidaklah buruk. Catatan 14 dari 18 green in regulation menunjukkan approach-nya ke green sangatlah mengagumkan mengingat akurasi driving-nya yang buruk.

”Kenangan itu sudah lama sekali, …. (Kali ini) saya hanya berusaha bermain golf.”

”Dalam dua hari terakhir ini saya berhasil memukul bola ke tempat yang tepat. Bahkan kalaupun bola saya meleset dari green, masih ada peluang untuk melakukan up-and-down. Selain itu, posisi bola saya meskipun masuk ke rough masih cukup bagus.”

Mungkin kunci utama permainannya yang sedemikian lepas adalah fakta bahwa ia tak banyak berharap dari permainannya pekan ini. Ia tak merasa permainannya tengah prima, pun kenangan positif ketika mencatatkan hasil Major terbaiknya pada The Open 2017 di Royal Birkdale membantunya. Dan jika Jason Day mendapat motivasi untuk bermain cemerlang pada hari pertama setelah menyaksikan tayangan ulang kemenangan PGA Championshipnya melalui YouTube, Li seakan baru tersadarkan akan fakta tersebut melalui sesi tanya jawab seusai menuntaskan putaran keduanya.

”Kenangan itu sudah lama sekali, sudah tiga tahun yang lalu,” ujarnya sambil tertawa. ”Saya pikir kunci bermain bagus di sini adalah Anda harus memukul bola ke fairway sebanyak mungkin, dan terutama putting dan short game menjadi sangat penting. (Tapi dari segi permainan saya sendiri) tidak ada yang benar-benar klik. Saya hanya berusaha bermain golf.”