Li Haotong kini berjarak empat stroke dari pimpinan klasemen baru PGA Championship, yang kini dipegang Dustin Johnson.

Setelah bermain prima dalam dua putaran awal dan memimpin, Li Haotong harus puas dengan hasil mengecewakan pada putaran ketiga di TPC Harding Park. Namun, peluangnya untuk menciptakan sejarah bagi bangsanya masih sangat terbuka.

Skor 8-under 132 yang ia bukukan dalam dua hari pertama sempat membuat Li memimpin dua stroke ketika putaran ketiga dimulai. Ia bahkan sepertinya berpeluang untuk bertahan di posisi teratas setelah dalam sembilan hole pertamanya bermain even par.

Li, yang turut menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf China pertama yang sempat memimpin dalam ajang Major, masih mempertahankan posisinya ketika mencatatkan 1-under hingga hole 12. Sampai sejauh itu, ia telah membukukan dua birdie, yaitu di hole 7 dan 12, dengan hanya satu bogey di hole 5.

Sayangnya, perjalanannya tak semulus yang ia harapkan. Petaka terjadi ketika di hole 13 ia harus kehilangan bola setelah tee off-nya melenceng ke pepohonan. Alhasil di hole tersebut ia harus mendapat double bogey.

Catatan skornya kembali tercoreng ketika mendapat bogey di hole 14 dan 16. Ia pun harus menuntaskan putaran ketiga dengan torehan 3-over 73. Skor total 5-under 205 itu melengserkan posisinya ke peringkat T13, empat stroke dari Dustin Johnson yang kini memimpin.

Akurasi permainannya sebenarnya sedikit membaik ketimbang hari kedua ketika ia hanya bisa memukul ke empat fairway. Sayangnya, kemampuannya melakukan scramble menurun. Setelah kemarin (8/8) ia mencatatkan angka sempurna 100%, kali ini scramble-nya hanya separuh dari catatan tersebut.

 

 

Sejauh ini prestasi terbaik Asia pada ajang ini ditorehkan oleh pegolf Korea Y.E. Yang. Memulai putaran final tahun 2009 itu dengan tertinggal dua stroke dari Tiger Woods, Yang berhasil berbalik unggul dan menjuarai PGA Championship dengan kemenangan tiga stroke dari Woods.

Li sendiri telah menorehkan prestasi membanggakan ketika finis di tempat ke-3 pada The Open Championship 2017. Kala itu ia menorehkan skor 63. Namun, untuk mencatatkan sejarah baru pada hari ini, Li mesti menampilkan performa seperti ketika bermain di Royal Birkdale itu.

”Tentu menyenangkan bisa mengingat pengalaman tersebut dan saya pikir pengalaman itu bisa membantu saya,” ujar Li.

Sementara itu pegolf Korea Kim Siwoo berhasil mencatatkan skor 68 dan kini menghuni peringkat 13 bersama Li, dan tiga pegolf tuan rumah lainnya. Pada hari ketiga kemarin, Kim menorehkan lima birdie, termasuk dua birdie yang ia bukukan di tiga hole terakhir dari jarak 17 dan 8 kaki.

Bagi Kim, permainannya kali ini menunjukkan hasil yang positif, mengingat dalam empat penampilannya pada PGA Championship sebelumnya ia tak pernah lolos cut. Pekan ini ia telah membukukan skor 69, 68, dan 68. Jika bisa finis di posisi yang bagus, ia berpeluang untuk mengikuti FedExCup Playoff. Kini ia berada di peringkat 139 pada klasemen FedExCup. Musim reguler hanya akan menyisakan Wyndham Championship, yang akan digelar pekan depan. Artinya, hingga pekan depan Kim harus memastikan menembus 125 besar agar bisa tampil pada FedExCup Playoff.

Dustin Johnson tampil ke posisi teratas setelah pada putaran ketiga membukukan delapan birdie, dengan sebuah bogey dan satu double bogey. Ia memegang keunggulan satu stroke dari Scotti Scheffler dan Cameron Champ. Adapun juara bertahan Brooks Koepka saat ini terpaut di posisi T4 bersama Colin Morikawa dan Paul Casey dengan skor 7-under 203.