Marc Leishman berhasil menembus dominasi para pegolf Amerika Serikat dengan menjuarai ajang CIMB Classic sore (14/10) tadi. Pegolf asal Australia ini mencatatkan skor total 26-under 262 untuk unggul lima stroke dari Emiliano Grillo, Chessson Hadley, dan Bronson Burgoon. Skor kemenangannya ini sekaligus menyamai skor kemenangan yang diraih Justin Thomas ketika menang pada 2015.

Sebelum pekan di Malaysia ini, Leishman sudah tiga kali menjadi pimpinan klasemen atau salah satu pimpinan klasemen dalam 54 hole yang ia mainkan. Tapi dalam tiga kesempatan pertama, tak sekalipun ia bisa menuntaskannya dengan kemenangan. Inilah pertama kali dalam kariernya ia bisa berbangga diri melakukan hal tersebut.

Pegolf berusia 34 tahun ini langsung membukukan empat birdie berturut-turut dari hole keduanya. Ia langsung menambah birdie lagi di hole 9 dan 10 sebelum mendapat bogey pertama di hole 13. Tapi kesalahan itu ternyata tak berhasil mengancam posisinya. Apalagi setelah ia menambah dua birdie lagi di tiga hole terakhir untuk memastikan kemenangan yang sekaligus memberinya US$1,26 juta.

“Sekarang saya merasa sulit mempercayai (kemenangan ini). Kemarin saya memulai putaran ketiga dengan meyakinkan dan harus berjuang di sembilan hole terkahir. Tapi saya pikir hal itulah yang membantu saya menang hari ini,” tutur Leishman.

Marc Leishman berpose dengan trofi CIMB Classic. Skor total 26-under 262 miliknya menyamai skor kemenangan Justin Thomas pada 2015. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

“Saya tahu, meskipun saya memulai dengan baik, saya masih harus berjuang keras karena ada sejumlah hole yang sulit di lapangan. (Tapi) saya berhasil melakukan pukulan yang bagus dan inilah hasilnya.”

Leishman menyadari bahwa ia harus memainkan sembilan hole pertama di TPC Kuala Lumpur itu dengan semaksimal mungkin.

“Tak ada yang mau kehilangan posisi teratas di sembilan hole pertama. Saya tengah memimpin dan saya menunjukkan determinasi untuk tidak kehilangan posisi itu. Saya pikir itulah kata yang tepat, saya sangat memiliki determinasi,” imbuhnya lagi.

Dengan kemenangan ini, Leishman kini telah mengumpulkan empat gelar PGA TOUR. Sebelumnya, ia telah memenangkan Travelers Championship 2012, Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2017, dan BMW Championship 2017. Kemenangan ini juga sekaligus menempatkan Leishman sebagai pegolf non-Amerika pertama yang menjuarai CIMB Classic sejak turnamen ini digelar pada 2010.

Adapun Burgoon yang sempat memimpin pada hari pertama, juga menunjukkan perlawanan untuk mencatatkan kemenangan pertamanya pada debutnya dalam turnamen ini. Ia harus mengakui keunggulan Leishman setelah hanya bermain dengan skor total 21-under 267 setelah tadi ia hanya bermain dengan skor 4-under 68. Skornya itu juga disamai oleh pegolf asal Argentina Emiliano Grillo, dan rekan senegara Burgoon, Chessson Hadley. Grillo dan Hadley sama-sama mencatatkan skor 6-under 66 untuk berada di peringkat kedua.

“Pengalaman yang luar biasa. … sangat bagus bisa dua kali masuk sepuluh besar pada ajang PGA TOUR, …, (hasil ini akan) mendorong saya untuk terus bermain lebih baik.” – Shubhankar Sharma

Sementara itu, publik Asia harus menunggu kehadiran juara dari benuanya sendiri setelah satu-satunya harapan untuk melakukan tersebut kandas. Shubhankar Sharma yang sangat berpeluang mengikuti jejak Arjun Atwal untuk menjuarai ajang PGA TOUR, harus puas bermain even par 72 pada putaran finalnya. Dengan skor total 19-under 279, Sharma harus menerima finis di peringkat 10 bersama pegolf Korea Kim Siwoo dan pegolf Amerika Kevin Chappel.

“Pengalaman yang luar biasa. Sangat, sangat bagus bisa dua kali masuk sepuluh besar pada ajang PGA TOUR, jadi ini cara positif untuk melihat hasil pekan ini,” tutur Sharma.

“Selain itu, (hasil ini) mendorong saya untuk terus bermain lebih baik. Saya rasa saya memiliki (kemampuan) dalam diri saya untuk menjuarai ajang PGA TOUR dan memberi dua peluang bagi diri saya. Permainan saya sekarang ada di tempat yang bagus.”

Juara pada edisi 2015 dan 2016 Justin Thomas menunjukkan upaya terakhirnya untuk mencatatkan hattrick pada ajang ini. Ia memang berhasil mencatatkan skor terendahnya pada pekan ini dengan 8-under 64. Sayangnya, ia terlambat mengeluarkan permainan demikian. Ia harus puas berada di tempat kelima bersama Abraham Ancer dari Meksiko, Louis Oosthuizen dari Afrika Selatan, dan dua pegolf Amerika Charles Howell III dan Gary Woodland.

Adapun juara bertahan Pat Perez harus finis di peringkat T63 setelah tadi hanya bermain 2-over 74 dan mengumpulkan skor total 4-under 284.

Leave a comment