Meski mengalami kesulitan pada putaran ketiga The Amundi Evian Championship, Lee6 Jeongeun memegang keunggulan lima stroke menuju putaran final hari ini (25/7).

Untuk pertama kali dalam kariernya, Lee6 Jeongeun menuju putaran final sebuah ajang Major sebagai pimpinan klasemen. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan memegang keunggulan lima stroke menyusul skor 68 yang ia raih pada putaran ketiga kemarin (24/7).

Lee6 harus berjuang menghadapi suasana yang berbeda ketimbang ketika ia berhasil mencatatkan skor 61 dan menciptakan sejarah srko 36 hole terendah dalam ajang Major wanita dan pria. Posisinya sebagai pimpinan klasemen kemarin membuatnya harus bermain dalam grup terakhir. Artinya, ia pun harus bermain pada kondisi lapangan yang sudah lebih dahulu dijemur oleh panasnya matahari siang.

”Kemarin (pada putaran kedua) saya bermain pada pagi hari, tapi hari ini (kemarin) saya bermain siang hari, jadi kecepatan green-nya jauh berbeda,” jelas Juara U.S. Women’s Open 2019 ini.

Perbedaan suasana ini juga terlihat pada kartu skornya. Ia harus bermain 1-over dalam empat hole pertamanya, setelah mendapat bogey di hole 3, namun berhasil memperbaiki keadaan dengan birdie di hole 4 dan 9. Setelah mendapat bogey kedua di hole 10, ia berhasil mencatatkan eagle pertamanya pada kejuaraan ini di hole 11, sebelum akhirnya mencatatkan dua birdie dan satu bogey di empat hole terakhir dan mengumpulkan skor total 18-under 195.

 

 

Pegolf berusia 25 tahun ini memang baru dua tahun lalu menjuarai Major pertamanya. Namun, ia tidak berada di posisi yang sama dengan yang ia alami saat ini. ”Pada U.S. Open 2019 itu saya tidak memimpin ketika menuju putaran final, tapi saya menjadi pimpinan klasemen pada turnamen ini. Jadi, ada sedikit perbedaan. Saya bakal merasa sedikit gugup besok,” tuturnya lagi.

”Namun, saya mendapatkan kepercayaan diri yang besar (setelah memenangkannya). U.S. Open merupakan turnamen yang sangat besar dan sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa memenangkannya waktu itu. Namun, itu hanya kemenangan pertama saya (pada ajang LPGA dan Major). Saya sangat menantikan kemenangan kedua, tapi turnamen ini merupakan turnamen Major. Kalau bisa menang, saya akan sangat senang. Sebuah kehormatan besar.”

Perjalanan kariernya pada LPGA memang unik. Sejauh ini U.S. Women’s Open menjadi satu-satunya gelar yang ia raih sejak pertama kali bermain pada ajang Major tersebut tahun 2017 dan resmi menjadi pegolf LPGA setelah menjuarai LPGA Q-Series tahun 2019. Dalam 13 ajang Major berikutnya sejak debutnya tahun 2017 itu, ia telah empat kali finis di sepuluh besar (T6 pada The Amundi Evian Championship 2018, ANA Inspiration 2019, dan U.S. Women’s Open 2020, serta T9 pada AIG Women’s Open 2019), serta menjuarai U.S. Women’s Open 2019.

Memegang keunggulan lima stroke jelas suatu keuntungan. Namun, ia juga pasti menyadari bahwa posisinya juga masih jauh dari aman. Louis Oosthuizen pada The Open Championship yang baru lalu menjadi pelajaran berharga ketika memainkan putaran final dalam posisi memegang keunggulan. Dan Lee6 tidak ingin harapannya pupus seperti itu. Melihat beberapa putt-nya kemarin hanya bisa sekadar mendekatkan bola ke lubang, ia memutuskan untuk melatih putting-nya sebelum menyiapkan fisik dan mentalnya menuju partai final.

 

Yealimi Noh pada putaran ketiga The Amundi Evian Championship 2021.
Yealimi Noh berharap permainan terbaiknya bisa kembali hadir pada putaran final The Amundi Evian Championship 2021. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Pegolf Amerika-Korea, Yealimi Noh, menjadi pesaing terdekatnya berkat enam birdie dan dua bogey untuk skor 67. Dan seperti halnya Lee6, Noh juga mengalami kesulitannya sendiri ketika memainkan putaran ketiganya.

”Saya kira saya mulai kembali ke kebiasaan saya yang kurang produktif, seperti saat melakukan pukulan-pukulan iron. Saat memulai sembilan hole terakhir, pukulan saya tidak lagi bagus, terutama ketika posisi bola ada di atas kaki saya,” jelas pegolf yang masih mengincar gelar LPGA pertamanya ini. ”Biasanya pukulan saya sangat bagus dan itulah yang menyelamatkan (skor) saya. Jadi, saya selalu bisa mengandalkannya. Namun, pada awal tahun ini keadaannya mulai memburuk, rasanya itulah yang terburuk sejauh ini. Mengejutkan juga dan saya berusaha untuk mengatasinya.”

Noh mengakui bahwa pada musim ini permainannya masih dalam posisi timbul dan tenggelam. Meskipun berhasil lolos cut dalam 87% turnamen LPGA yang ia ikuti sejak debutnya tahun 2018, pada musim ini ia masih berjuang untuk mempertahankan permainan terbaiknya secara konsisten.

”Dalam satu putaran, terkadang saya bisa menunjukkan permainan saya yang sebelumnya. Lalu pada putaran berikutnya mulai hilang lagi. Jadi, sungguh berat untuk bolak-balik seperti ini,” imbuhnya.

Meski mengalami kesulitan demikian, tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhir jelas menjadi modal penting, momentum, untuk meraih prestasi terbaiknya selama bertanding dalam ajang Major.

 

Lydia Ko pada putaran ketiga The Amundi Evian Championship 2021.
Lydia Ko berharap bisa mengulangi prestasinya ketika menjuarai The Amundi Evian Championship 2015. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

”Saya sangat bersemangat dan tak sabar menantikannya. Sudah pasti (putaran final) akan menjadi hari yang sangat panjang. Secara mental akan sangat berat. Pekan ini merupakan pekan pertandingan kedelapan secara berturut-turut bagi saya, dan yang pertama kalinya saya lakukan. Sudah pasti melelahkan. Namun, saya berharap bisa berjuang secara mental, istirahat, dan memainkan permainan saya besok. Saya tidak ingin berpikir untuk mengejar (gelar juara),” tandasnya.

Sementara itu, Juara The Amundi Evian Championship 2015 Lydia Ko juga tengah mengincar gelar Major ketiganya. Ia terpaut enam stroke dari Lee6 dan satu stroke dari Noh, setelah kemarin mencatatkan tiga birdie untuk skor total 12-under 201.

”Rasanya saya bermain sangat solid. Ada beberapa putt yang meleset, pukulan saya bagus, hanya saja saya salah membaca jalurnya,” tutur Ko, yang mengakhiri puasa gelar tiga tahunnya dengan memenangkan Lotte Championship bulan April lalu. ”Saya tidak tahu berapa stroke saya tertinggal, tapi saya harus fokus pada permainan saya dan berharap cuaca yang cerah besok.”

Tiga pegolf lainya, Minjee Lee, Ayaka Furue, dan Pajaree Anannarukarn berada satu stroke di belakang Ko dengan 11-under 202.

Adapun persaingan di antara pegolf amatir, Tsubasa Kajitani, Pauline Roussin-Bouchard, dan Rose Zhang juga akan sangat menarik. Kajitani kini memimpin dengan 1-under 212 dan ada di posisi T46, sedangkan Roussin-Bouchard dan Rose Zhang bermain even par dan di peringkat T52.