Lee Kyounghoon tampil solid, sementara Hideki Matsuyama masih berupaya mengembalikan permainannya usai menjuarai Masters Tournament.

Lee Kyounghoon kembali menampilkan performa yang solid pada ajang PGA TOUR. Skor 7-under 65 pada putaran pertam AT&T Byron Nelson kemarin (13/5) kembali memberinya awal yang bagus untuk mewujudkan gelar PGA TOUR pertamanya.

Dalam turnamen yang telah telah dimenangkan oleh tiga pegolf Asia ini, Lee menorehkan delapan birdie dengan satu bogey untuk menempatkan dirinya dua stroke di belakang J.J. Spaun dan favorit tuan rumah Jordan Spieth, yang kemarin sama-sama membukukan skor 63.

Lee jelas berharap bisa melanjutkan keberhasilan rekan senegaranya, Kang Sung, yang memenangkan AT&T Byron Nelson dua tahun lalu. Kala itu Kang menjuarai ajang ini di Trinity Forest dan ia harus menunda dua tahun untuk bisa mempertahankan gelarnya lantaran ajang ini tak dapat digelar tahun lalu akibat pandemi. Kali ini Kang memulai upayanya mempertahankan gelar tersebut dengan skor 67, di antaranya dengan eagle di hole 9.

”Pertama-tama, saya merasa sangat puas dengan kualitas awal permainan saya,” tutur Lee yang sukses memukul ke 10 fairway dan memenuhi 15 green in regulation. ”Saya melakukan beberapa pukulan iron yang bagus. Sebenarnya, belum lama ini saya mengalami kesulitan dengan putting saya, tapi mulai merasakan performanya membaik. Fairway di sini luas jadi saya bisa melakukan pukulan tee dengan nyaman dan penuh percaya diri. Beberapa pukulan iron saya juga membantu memudahkan putt.”

Pegolf Korea lainnya, Kim Siwoo, juga tampil gemilang. Kartu skornya bersih dari bogey dan berhasil mencatatkan enam birdie untuk skor 66 yang menempatkannya di posisi T19.

”Setelah jeda tiga pekan, saya bisa bermain dengan energi yang penuh dan merasa sangat nyaman sepanjang hari. Skor 6-under adalah awal yang sempurna,” tutur Kim yang meraih gelar PGA TOUR ketiganya pada ajang American Express bulan Januari 2020 lalu.

 

 

Sementara itu, Hideki Matsuyama masih berusaha menemukan irama permainannya setelah menghabiskan hampir sebulan di Jepang, menyusul kemenangan bersejarahnya pada Masters Tournament. Setelah bermain lebih baik di sembilan hole terakhirnyalah ia bisa menuntaskan putaran pertama persis di atas batas proyeksi cut-off dengan membukukan skor 68 di TPC Craig Ranch.

”Saya masih mengalami kesulitan dengan short game saya. Memang ada beberapa pukulan yang bagus, dan senang juga bisa kembali bermain di depan para penggemar dan kerumunan penonton. Mereka menyambut dengan sangat hangat, dan sangat memberi semangat bisa bermain di hadapan mereka lagi,” ujar Matsuyama.

”Saya benar-benar merasa seperti Juara Masters karena tiap hole, tiap hole, selalu ada tepuk tangan dan sambutan yang hangat. Sangat menyenangkan bisa bermain sebagai Juaraa Masters.”

Selain Kang, AT&T Byron Nelson juga telah dimenangkan oleh dua pegolf Asia lainnya. Pegolf Jepang Shigeki Maruyama menjadi pegolf Asia pertama yang meraih kehormatan tersebut pada tahun 2002. Sebelas tahun kemudian, pegolf Korea Bae Sangmoon berhasil meraih trofi kemenangan.

Sementara itu, skor 9-under 63 yang diraih Jordan Spieth tak hanya menandakan pulihnya ia dari terpapar COVID-19, tapi juga menunjukkan permainan luar biasa yang sempat membawanya menjadi No.1 Dunia. Eagle dari jarak sekitar 17 meter di hole terakhir memberinya putaran tanpa bogey pertamanya dalam 35 putaran yang ia mainkan pada AT&T Byron Nelson.