Lee Kyounghoon mempertahankan posisi bersaing memperebutkan gelar pada ajang Waste Management Phoenix Open.

Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, pegolf Korea Lee Kyounghoon membukukan skor 5-under 66 di TPC Scottsdale. Skor total 10-under 132 yang ia bukukan pun kini menempatkannya di peringkat T4, hanya dua stroke dari pimpinan klasemen sementara Xander Schauffele.

Pegolf berusia 29 tahun ini masih menampilkan permainan iron yang cemerlang pada putaran kedua kemarin (5/2). Bahkan ia berhasil membukukan empat birdie di lima hole terakhirnya untuk menuntaskan putaran kedua dengan meyakinkan, termasuk ketika ia memasukkan putt dari jarak 9 meter di hole 18.

Meskipun persentase green in regulation yang ia bukukan menurun ketimbang sebelumnya, toh pemegang dua gelar Korean Open ini masih menorehkan skor yang sama. Jika sebelumnya ia berhasil membukukan 18 green in regulation, pada putaran kedua ini ia “hanya” mencatatkan 15. Namun, catatan ini membuatnya memimpin di kategori tersebut.

”Saya memulai putaran kedua lebih awal dan merasa sedikit kedinginan pagi ini. Jadi, saya sedikit kesulitan di beberapa hole pertama. Secara keseluruhan, saya pikir saya bermain cukup bagus dan seiring hari yang makin hangat, saya berhasil memasukkan beberapa birdie yang ikut membangun rasa percaya diri saya. Putting saya juga cukup bagus, makanya saya senang dengan hasil kali ini,” tutur Lee, yang berniat menjadi pegolf Korea kedua yang meraih kemenangan pada tahun ini, menyusul kemenangan rekan senegaranya, Kim Siwoo pada The American Express dua pekan lalu.

Seperti yang ia sampaikan, Lee memang kesulitan bermain pada awal putaran kedua. Kondisi yang dingin pada pagi hari membuatnya harus mendapat bogey di hole pertamanya. Beruntung ia kemudian bangkit berkat birdie dari jarak 6,4 meter di hole 4 dan dari jarak 2 meter di hole 9. Ia mendapatkan birdie lagi di hole 10, sebelum kemudian menorehkan empat birdie di hole 14, 15, 17, dan 18.

 

 

Berbekal gelar Korean Open 2015 dan 2016 serta dua gelar Japan Golf Tour, Lee jelas berharap bisa menikmati kesuksesan di Amerika dan menjadi pegolf Asia kedua yang menjuarai Phoenix Open setelah Hideki Matsuyama.

”Kalau saya bisa tetap tenang dan fokus pada permainan saya akhir pekan ini, saya bisa meraih posisi yang lebih tinggi di papan klasemen,” sambung Lee, yang mencatatkan tiga kali runner-up pada kancah Korn Ferry Tour 2018 untuk meraih kartu PGA TOUR. Sejauh ini prestasi terbaiknya ialah tiga kali masuk sepuluh besar dengan T5 pada RSM Classic 2019 sebagai pencapaian terbaiknya.

Performa solid lain dari wakil Asia didapatkan oleh Kim Siwoo yang membukukan skor 66 dan kini ada di peringkat T27 dengan skor total 133. Matsuyama, yang menang di TPC Scotssdale ini tahun 2016 dan 2017 membukukan skor 67 dan berada satu stroke di belakang Kim bersama An Byeonghun yang kemarin bermain dengan skor 69. Adapun Zhang Xinjun (bermain dengan skor 69), Im Sungjae (67), dan Satoshi Kodaira (71) berhasil mengikuti rekan Asia mereka yang lain untuk bermain pada akhir pekan.

Putaran kedua menjadi milik Schauffele yang menampilkan permainan yang sangat solid. Pegolf No.4 Dunia ini membukukan lima birdie dengan eagle di hole 15 par 5. Dengan skor 7-under 64, ia menguasai posisi teratas dengan skor total 12-under 130.

”Saya pikir saya berusaha untuk tetap tenang. Saya benar-benar sangat ingin menang. Saya pikir semua orang juga sama. Orang-orang lebih banyak membahas hal ini daripada sebelumnya. Jadi, saya pikir tidak masalah jika menyadari keinginan ini. Tidak apa-apa juga merasa takut melakukan pukulan buruk dan hal-hal yang tidak diketahui, tapi saya pikir secara keseluruhan saya merasa tenang. Rasanya, kapan pun saya berada di posisi yang puas di luar lapangan, rasanya cukup mudah buat saya untuk main bagus,” tuturnya.

Schauffele memegang keunggulan satu stroke atas mantan Kapten Ryder Cup Tim AS Steve Stricker dan Keegan Bradley, yang masing-masing bermain dengan skor 65 dan 66.