Lee Kyounghoon meraih prestasi terbaiknya selama bertanding pada ajang PGA TOUR lewat finis T2 pada Waste Management Phoenix Open.

Aroma kemenangan sebenarnya cukup tercium oleh Lee Kyounghoon ketika memulai putaran final Waste Management Phoenix Open kemarin (7/2). Dengan jarak hanya tiga stroke di belakang duo pimpinan klasemen Jordan Spieth dan Xander Schauffele, ia mempertahankan posisinya di sekitar puncak klasemen pada sepanjang putaran final tersebut.

Ketika membukukan birdie di hole 15, birdie ketiga yang memberinya skor 2-under lantaran sempat mendapat bogey di hole 11, Lee sempat menjadi salah satu pemuncak klasemen. Sayangnya, harapan meraih kemenangan PGA TOUR yang pertama harus kembali ditunda. Adalah permainan cemerlang Brooks Koepka yang memupus harapan tersebut, setelah bintang golf Amerika tersebut melakukan chip-in eagle dari jarak 88 meter di hole terakhir.

Bermain di belakang grup terakhir, Lee bukannya tidak berpeluang untuk setidaknya memaksakan play-off. Sayangnya, peluang tersebut terpaksa sirna lantaran putting bernilai birdie yang ia lakukan dari jarak 30 meter gagal masuk.

Meski demikian, Lee masih layak berbangga. Ia berhasil mencatatkan prestasi terbaiknya selama bermain pada ajang PGA TOUR. Setelah finis T5 pada RSM Classic 2019 dan T3 bersama rekannya Matt Avery pada ajang Zurich Classic of New Orleans 2019, finis T2 pada pekan ini merupakan pencapaian terbaik yang pernah ia peroleh dalam tiga musim di level elite ini.

”Pekan yang sangat menyenangkan. Segalanya berjalan dengan baik … dari permainan iron, driver, dan putting. Saya juga berhasil melakukan banyak penyelamatan, jadi saya belajar banyak. Saya sangat senang (dengan hasil kali ini),” tutur Lee.

 

 

Pemegang dua gelar Korean Golf Tour dan Japan Golf Tour  ini mencatatkan hampir 85% green in regulation sepanjang empat putaran di TPC Scottsdale tersebut. Baginya, catatan tersebut menunjukkan latihan dengan swing-nya yang ia jalani selama ini membuahkan hasil. Ia yakin pengalaman kali ini juga akan membawanya mendekati gelar juara yang memang sudah ia nantikan.

”Saya sedikit gugup dan berharap ketika berada di situasi yang sama pada kesempatan lain, saya bisa memanfaatkan peluang dan semoga bisa menang,” ujar pegolf berusia 29 tahun ini.

Prestasinya kali ini ikut melambungkan peringkat Lee ke posisi 48 pada klasemen FedExCup seusai meraih 245 poin.

Koepka Kembali ke Jajaran Pemenang
Brooks Koepka jelas merasa lega setelah kembali bisa meraih kemenangan menyusul cedera panjang yang ia alami. Ia membukukan tiga birdie berturut-turut dari hole 13 sebelum kemudian melakukan chipping berbuah eagle di hole 17. Kemenangannya ini sekaligus menjadi yang pertama sejak Juli 2019.

”Saya sangat suka tempat ini, lapangan ini selalu menyenangkan untuk dimainkan,” ujar Koepka, yang meraih gelar PGA TOUR pertamanay di sini tahun 2015. ”Saya juga puas melihat permainan saya. Menjelang hole-hole terakhir saya bisa melakukan pukulan-pukulan yang berkualitas. Lagipula sudah terlalu lama sejak terakhir kali saya ikut bersaing. Bisa melihat pukulan-pukulan yang sudah biasa saya lihat ketika tekanan mulai terasa jelas memberi perasaan yang menyenangkan. Saya rindu merasakan tekanan demikian, saya rindu atmosfer para penggemar, dan sangat bersemangat bisa melihat mereka kembali.”

Sementara itu, Xander Schauffele yang juga mengincar gelar PGA TOUR kelimanya juga harus puas berbagi posisi kedua dengan Lee. ”Hari yang sangat ideal untuk belajar dari beberapa kesalahan. Saya harus terus bersabar sampai bisa menang lagi. Memang tidak mudah meraih kemenangan,” ujar Schauffele.

Adapun Jordan Spieth yang juga berharap bisa kembali meraih kemenangan harus menuntaskan putaran final itu dengan skor 1-over 72. Ia finis di peringkat keempat bersama Steve Stricker dan Carlos Otiz.

 

1 Comments

Comments are closed.