Perjalanan nyaris mencapai 16.000 km kembali ke kampung halaman membuat Kiradech Aphibarnrat kini lebih menghargai kehidupan dan golf.

Kiradech Aphibarnrat tak pernah merasa begitu cemas ketika menempuh penerbangan kembali ke Bangkok seperti yang baru saja ia lakoni. Pasalnya, ia harus mengenakan sarung tangan dan masker pelindung selama menempuh tiga penerbangan dari Orlando ke ibukota Thailand yang juga merupakan kampung halamannya. Perjalanan sepanjang nyaris 16.000 km itu ia lakukan pada akhir pekan lalu.

Bintang PGA TOUR ini kini harus menjalani karantina 14 hari di kamar hotel yang disediakan pemerintah setempat sebelum ia dan istrinya, Tunyatorn, bisa berkumpul dengan anggota keluarga lainnya.

“Kami harus mengenakan sarung tangan dan masker sepanjang waktu selama penerbangan,” ujar Kiradech, yang menjadi bagian dari hampir 140 warga negara Thailand, termasuk bintang LPGA Ariya dan Moriya Jutanugarn, yang terbang dari A.S pada 17 April 2020 lalu. Mereka berhasil kembali setelah pemerintah Thailand melakukan pemulangan.

“Selama penerbangan di pesawat, seluruh penumpang mesti menjaga jarak untuk menerapkan social distancing. Kami meninggalkan rumah pukul 06:00 pagi pada 17 April dan tiba di pusat karantina pukul 01:00 pada 19 April. Istri saya dan saya saat ini berada di ruangan yang berbeda karena karantina. (Tapi) saya bersemangat bisa kembali menjumpai keluarga saya.”

Ketika kompetisi PGA TOUR dihentikan untuk sementara menyusul merebaknya COVID-19 pada 13 Maret 2020, Kiradech sempat berpikir untuk tetap tinggal di AS, di rumahnya di Orlando. Tapi ketika situasinya memburuk, ia berusaha meninggalkan AS, bersama kakak-beradik Jutanugarn pada awal April lalu. Sayangnya, upaya mereka terhenti setelah Thailand menghentikan penerbangan internasional sebagai langkah pencegahan persebaran virus.

 

View this post on Instagram

 

ให้ภาพมันเล่าเรื่องนะครับ ท่านคือคนที่ผมไม่นึกว่าจะยื่นมือมาช่วย เพราะที่ผ่านมาผมไม่เคยบอกกับท่านว่าพวกเราพยายามทำทุกทางเพื่อได้กลับบ้านแต่สุดท้ายก็เหมือนหมดทาง ยามฉุกเฉินเช่นนี้ ย่อมมีฮีโร่เสมอ #อาร์มมีตังมั้ย #โคตรกินใจ #หยุดร้องให้ไม่ได้ #ชีวิตนี้มีนายคนเดียว #ขอบพระคุณความเมตตาและห่วงใยที่มอบให้ครับ

A post shared by Arm-Kiradech Aphibarnrat (@kiradech_arm) on

 

Kiradech sempat mem-posting foto ia dan kakak-beradik Jutanugarn melakukan video call lewat akun Instagramnya. Mata ketiganya terlihat lelah. Ia tetap berkomunikasi dengan mereka berdua, dan pegolf LPGA lainnya, Wichanee Meechai. Ketika pemerintah Thailand mengumumkan penerbangan khusus untuk kembali ke negeri mereka pada 17 April, mereka pun bergegas menuntaskan seluruh dokumen yang dibutuhkan, termasuk melakukan pemeriksaan medis agar bisa ikut penerbangan tersebut.

“Kami harus memasukkan dokumen ke Kedutaan Thailand di Washington D.C. dan juga mendapat sertifikat medis agar dinyatakan layak terbang,” sambung Kiradech.

Setibanya di Bangkok, para penumpang dikirim ke hotel karantina. Semua mereka mendapatkan kebutuhan mendasar. Kiradech sendiri kemudian menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menonton film, berlatih, dan memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan teman-temannya selama berada di kamarnya.

“Saya harus terus seniri. Situasinya masih lockdown,” ujar Kiradech. “Kami tak bisa meminta teman-teman mengirimkan berbagai hal dan makanan di sini juga lumayan. Tapi saya tak sabar untuk menikmati masakan rumahan ibu saya. Saya bakal memintanya memasak babi kemangi Thai kesukaan saya kalau sudah di rumah nanti.

“Memang club saya ada di kamar, tapi saya tak bisa melakukan chipping atau putting lantaran tak punya bola golf sama sekali di tas. Jadi, saya hanya sedikit berolahraga, istirahat, main game online, dan menonton film untuk menghabiskan waktu.

“Ketika kami berada di Orlando, ada rasa seram hanya untuk keluar dan bertemu teman-teman karena kami khawatir malah menularkan virus. … Dan hal ini membuat Anda lebih menghargai kehidupan dan golf.” — Kiradech Aphibarnrat

Meskipun PGA TOUR telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan kompetisi pada bulan Juni, Kiradech sendiri tak yakin tentang jadwal bermainnya yang terdekat.

“Saya ingin berlatih, saya ingin bermain, tapi saya juga ingin tetap aman,” ujar pegolf Thailand pertama yang memegang kartu PGA TOUR ini.

“Pengumuman bahwa kami bakal segera kembali bermain memang bagus sih, tapi saya akan memutuskan rencana saya belakangan. Saat ini, saya berniat untuk tetap di rumah untuk sementara waktu dan tidak ke mana-mana. Saya takkan pergi keluar unutk latihan dan akan tetap menjaga kesehatan karena saya tak mau menulari orangtua saya. Kesempatan ini juga memberi peluang mengistirahatkan lutut (kiri) saya dan melatih kekuatan lutut.”

Sejauh ini, tercatat lebih dari 2.800 kasus COVID-19 di Thailand dan dalam dua pekan terakhir trennya tengah menurun. Kiradech, yang awalnya tak bisa ke mana-mana di Orlando dan kini harus menjalani karantina di hotel sebagai langkah pencegahan ternyata memberinya pandangan positif. Ia bisa melihat semua hal tersebut dari kacamata yang berbeda.

“Semua ini seperti pelajaran dalam kehidupan. Sekarang saya berada jauh dari golf. Ketika kami berada di Orlando, ada rasa seram hanya untuk keluar dan bertemu teman-teman karena kami khawatir malah menularkan virus. Semua orang harus tetap aman. Dan hal ini membuat Anda lebih menghargai kehidupan dan golf.”

1 Comment

Comments are closed.