Pergeseran kembali terjadi di jajaran atas pada turnamen Clearwater Bay Open. Pegolf Australia Deyen Lawson dan pegolf Swedia Oskar Arvidsson berhasil menyalip pimpinan klasemen sebelumnya asal Selandia baru Nick Voke. Lawson dan Arvidsson kemarin (12/10) membukukan skor total 9-under 131 pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai RMB2 juta ini.

Lawson, yang finis T2 pada New Zealand PGA Championship bulan Februari lalu, memulai putaran kedua dari hole 10 dan membukukan empat birdie di enam hole pertamanya.

Setelah mencatatkan finis di 12 besar dalam empat dari enam ajang PGA TOUR Series-China sejak Juni lalu, Lawson kini berada di peringkat 32 Order of Merit. Ia pun berpeluang menjadi pegolf Australia pertama yang meraih kemenangan pada tahun ini, sekaligus mengikuti jejak rekan senegaranya, Daniel Nisbet dan James Marchesani sebagai juara Clearwater Bay Open.

“Saya merasa sangat nyaman. Segalanya sangat solid. Meskipun tak merasa luar biasa, tapi saya bisa memukul ke tempat yang tepat dan tidak menempatkan bola ke posisi yang konyol. Rasanya saya sudah lebih matang dalam satu-dua tahun terakhir ini,” ujar pegolf berusia 27 tahun tersebut.

Cristiano Terragni mencatatkan skor 5-under 135 dan berada di peringkat T6. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.

“Saya hanya memainkan permainan saya sendiri dan berharap hal itu sudah cukup bagus. Beberapa pekan terakhir ini merupakan pekan yang besar dengan sejumlah turnamen yang bagus. Saya cukup beruntung bisa main di St Andrew pekan lalu (pada ALfred Dunhilll Links) dan pekan ini juga tak kalah fantastisnya. Sulit untuk tidak menikmati permainan kali ini.”

Adapun Arvidsson, kini di peringkat 51 Order of Merit, memulai hari kedua dengan bogey di hole 5, tapi berhasil membukukan birdie di empat hole berturut-turut dari hole 7-10. Lalu ia melakukan pukulan sempurna dengan pitching wedge-nya di hole 13 par 4 untuk sebuah eagle, sebeulm akhirnya menuntaskan putaran kedua dengan bogey-birdie dalam upayanya meraih kemenangan pertama pada musim pertamanya bermain pada PGA TOUR Series-China.

“Saya memukul dengan pitching wedge dari tengah fairway, sekitar 128 meter, dan boanya langsung masuk ke lubang. Secara keseluruhan, pukulan saya bagus, ada banyak peluang untuk birdie dan saya berhasil memanfaatkan beberapa di antaranya,” ujar Arvidsson.

“Senang bisa main 9-under dan berada di puncak klasemen. Semoga saya bisa mempertahankan permainan atau bermain lebih baik lagi. Saya sudah pernah ada di posisi ini sebelumnya, tapi saya juga berharap memiliki nyali (untuk memenangkan turnamen). Ini pertanda yang bagus.

“Saya sudah pernah ada di posisi ini sebelumnya, tapi saya juga berharap memiliki nyali (untuk memenangkan turnamen).” – Oskar Arvidsson

Meskipun berada di atas, Lawson dan Arvidsson hanya unggul satu stroke dari Voke yang mengintai di tempat kedua. Dan sejarah sering kali membuktikan bahwa satu stroke bukanlah jarak yang aman. Terutama ketika Voke sendiri berusaha untuk mengamankan posisinya di lima besar Order of Merit agar bisa memastikan tempatnya di Web.com Tour tahun depan. Charlie Saxon dan Callulm Tarren, yang ada di tempat pertama dan kedua Order of Merit, sudah memastikan tempatnya pada Tour yang menjadi batu loncatan menuju PGA TOUR tersebut.

“Saya pikir Anda mesti memukul bola dengan baik di sini,” ujar Voke yang pada putaran kedua kemarin membukukan empat birdie dengan satu bogey.

“Jika melihat Callum (Tarren) dan Charlie (Saxon), mereka adalah pemukul bola yang sangat mahir dan bisa mengontrol trajektorinya. Saya pikir jika Anda bisa mengendalikan bola golf, Anda bisa sukses di lapangan, dan sejauh ini saya bisa mengendalikan bola saya, semoga saja hal ini terus berlanjut.”

Clearwater Bay Open ini memang merupakan turnamen ke-14, sekaligus turnamen terakhir dari rangkaian PGA TOUR Series-China musim 2018 ini. Tidak mengherankan jika persaingan mencapai klimaksnya pekan ini dengan beberapa pemain berusaha mengamankan posisinya, baik untuk menuju Web.com Tour maupun untuk menghindari Q-School musim 2019.

Sayangnya, wakil Indonesia Rory Hie hampir menempuh jalan terjal. Pada hari kedua, ia memang mencatatkan hasil lebih baik, namun ia hanya bermain even par 70. Ia mendapat empat birdie, tapi juga kena empat bogey sehingga posisinya ada di peringkat T43. Ia membutuhkan permainan luar biasa untuk bisa finis di peringkat yang lebih baik lagi.

Leave a comment