Ada sejarah lain tercipta di The Renaissance Club, Skotlandia pada hari Minggu (14/7) kemarin. Selain ajang Aberdeen Standard Investments Scottish Open, sebuah turnamen yang ditujukan bagi para pegolf berkebutuhan khusus turut digelar.

EDGA Scottish Open merupakan turnamen pertama yang menampilkan sepuluh pemain dari World Rankings for Golfers with Disability, yang bermain dalam layout yang sama dengan para pegolf European Tour yang bermain pada ajang Rolex Series ketiga musim ini.

Pegolf Irlandia Brendan Lawlor berhasil memenangkan turnamen khusus ini setelah pada putaran final menorehkan skor 71. Permainannya pada putaran final berhasil mengatasi skor 77 yang ia catatkan pada hari pertama. Dengan skor total 6-over 148, ia pun berhasil menang tipis dari pegolf No.1 Dunia George Groves.

Kemenangan Lawlor, yang merupakan pegolf No.3 Dunia, ini melengkapi prestasinya ketika menjuarai G-Golf Knockout menghadapi sesama peserta EDGA Scottish Open lainnya, Adem Wahbi, pada ajang Belgian Knockout. Kemenangan di Belgia itu kemudian memberinya hak tampil pada KPMG Trophy pada European Challenge Tour bulan Agustus.

“Rasanya menyenangkan. Hari ini (kemarin) semuanya berjalan dengan lancar, saya bisa memukul bola dengan baik dari tee, bola saya juga tidak banyak meleset dari fairway, dan banyak putting yang masuk ketika saya membutuhkannya. Saya mendapat beberapa bogey, tapi kami berhasil mengatasinya dengan baik,” ujar Lawro, yang merupakan penderita sindrom Ellis-Van Creveld yang menyebabkan postur dan anggota tubuhnya lebih pendek.

“Semua yang bermain di sini adalah pegolf yang luar biasa dan sungguh mengagumkan bisa menampilkan permainannya. Bisa bermain pekan ini dan bersaing bersama seluruh pegolf profesional dan berpeluang bermain dari tee yang sama benar-benar menjadi privilese tersendiri bagi kami semua.”

“Sungguh fantastis bisa melihat ada begitu banyak pegolf profesional yang menerima apa yang kami lakukan dan menerima kami untuk bermain bersama mereka.” – Brendan Lawlor

Lawro memuji upaya Eureopan Disabled Golf Association (EDGA) untuk melibatkan para peserta pada ajang EDGA Scottish Open edisi perdana ini. Ia juga turut memuji European Tour yang mau mengakui bakat para pegolf dengan kebutuhan khusus seperti dirinya.

“Bisa diikutsertakan sangatlah penting di dunia ini dan sungguh fantastis (kami) bisa diterima,” ujar Lawro yang bermain dengan HCP 0. “Sungguh fantastis bisa melihat ada begitu banyak pegolf profesional yang menerima apa yang kami lakukan dan menerima kami untuk bermain bersama mereka. Mereka melihat bakat kami dan mereka juga membantu.”

Setelah membukukan skor 77 pada hari pertama, Lawlor harus memulai putaran final dengan tertinggal tiga stroke dari Groves, yang mengalami kelumpuhan di lengan kiri, yang disebut Erb’s Palsy. Namun, Lawlor bisa membalikkan keadaan berkat permainannya yang luar biasa pada sembilan hole pertama. Meski mendapat bogey di hole 9, birdie di hole 4, 5, dan 7 membuatnya memimpin dengan kunggulan satu stroke saat hendak memasuki sembilan hole terakhir. Keunggulan itulah yang akhirnya berhasil ia pertahankan hingga pertandingan berakhir.

Pegolf asal Inggris Mike Browne dengan skor total 11-over 153, enam stroke lebih baik daripada pegolf Amerika Christopher Biggins, dan delapan stroke lebih baik daripada Shane Luke dari Australia. Pegolf Australia lainnya Geoff Nicolas, Joakim Björkman dari Swedia, Wahbi asal Belgia, unggulan tuan rumah Paul Ellison dan Reinard Schuhknect dari Afrika Selatan berhasil menuntaskan permainan.

EDGA Scottish Open merupakan turnamen pertama dari dua kejuaraan bagi para pegolf berkebutuhan khusus, yang dimainkan bersamaan dengan gelaran Rolex Series pada Race to Dubai 2019 ini. EDGA Dubai Finale, yang bakal menjadi bagian dari turnamen tutup musim DP World Tour Championship di Jumeirah Golf Estate bulan November 2019 ini, akan menjadi ajang pamungkas yang juga bakal dimainkan 36 hole.

Guna menciptakan sebuah warisan yang berkepanjangan, European Tour dan EDGA menawarkan pelatihan golf gratis oleh para pelatih profesional kepada para penonton yang memiliki kebutuhan khusus di The Renaissance Club sepanjang pekan penyelenggaraan Aberdeen Standard Investments Scottish Open.

Pegolf Austra Bernd Wiesberger berhasil memenangkan turnamen yang juga menjadi Rolex Series kedua ini setelah menaklukkan pegolf Perancis Benjamin Hebert lewat play-off.

Leave a comment