Joshua Andrew Wirawan mengakhiri Qualifying School Final Stage Asian Tour dengan finis di peringkat T40.

Harapan besar bahwa Joshua Andrew Wirawan bisa meraih kartu Asian Tour pada musim 2020 ini akhirnya pupus. Pada putaran final, yang juga menjadi putaran kelima, pegolf berusia 23 tahun ini harus mengalami putaran terberatnya. Ia terpaksa bermain dengan skor 75, yang akhirnya membuat langkahnya terhenti.

Performa pegolf asal Surabaya ini sebenarnya tengah berada dalam tren yang positif. Bermain di dua lapangan di Lake View Resort and Golf Club di Hua Hin, Thailand, ia membuka kualifikasi kualifikasi ini dengan bermain even par 71. Setelah itu, dalam tiga putaran berikutnya ia bermain dengan solid dan mencatatkan 67-69-69.

Pada putaran kelima itu, Andrew, sapaan Joshua Andrew Wirawan, kembali bermain di lapangan A&B. Lapangan ini merupakan lapangan yang relatif pendek jika dibandingkan dengan lapangan C&D. Dengan catatan skor total 6-under selama memainkan dua putaran sebelumnya di lapangan tersebut, harapan bahwa kali ini ia bisa menjaga peluangnya pun kian tinggi.

Namun, meskipun lapangan tersebut relatif pendek, angin berperan sebagai handicap di lapangan ini. Dan kecepatan angin yang berembus antara 10-25 km/jam akhirnya ikut memberi tantangan bagi pegolf yang telah meraih satu gelar profesional ini.

Peluangnya untuk meraih kartu musim 2020 sebenarnya masih terjaga, meskipun di sembilan hole pertamanya ia hanya bermain 1-over berkat dua bogey dan satu-satunya birdie di hole 5. Bahkan ketika ia mendapat bogey ketiga di hole 11, ia masih bertahan di jajaran 35 besar, sebagai batas kelulusan untuk musim ini. Sayangnya, ia kemudian mendapat dua bogey lagi, yang praktis memangkas perbendaharaan skornya.

“Saya banyak keliru menilai arah angin.”

Dengan batas 35 peringkat teratas ada pada skor total 6-under, Andrew harus merelakan kartu Asian Tour musim ini terlepas darinya. Skor 75 pada putaran final membuatnya hanya mengoleksi skor total 4-under 351. Dan ia harus mengakhiri kualifikasi ini di peringkat T40.

Andrew menuturkan dua faktor penting membuatnya kesulitan untuk mencatatkan birdie yang sangat ia butuhkan pada kali ini.

“Hari ini saya banyak keliru menilai arah angin,” ujar Andrew, yang menjuarai Indonesian Golf Tour Seri 6 pada tahun 2017 ini. “Selain itu, berbeda daripada hari-hari sebelumnya, putting saya hari ini sama sekali tidak ada yang mau masuk.”

Meskipun merasa kecewa lantaran gagal lulus dengan selisih hanya dua stroke, Andrew menegaskan bahwa kegagalan ini akan memacunya untuk berlatih lebih giat untuk memaksimalkan permainannya sepanjang musim 2020. Artinya, jalan untuk mengikuti langkah Rory Hie dan Danny Masrin masih sangat terbuka, terutama jika ia berhasil menjaga grafik permainannya dalam tren yang positif.

Kabar positifnya adalah bahwa Andrew, beserta Elki Kow dan Peter Gunawan, dua pegolf Indonesia lainnya yang harus terkena cut-off pertama setelah memainkan 36 hole, otomatis mendapat hak bermain pada level Asian Development Tour. Meski sebagai sirkuit batu loncatan menuju Asian Tour, tingginya kualitas persaingan pada level ini bakal memberikan bekal kompetisi yang sangat dibutuhkan bagi ketiganya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.