Mengapa langkah putra pegolf legendaris Indonesia ini bisa memberi dampak dalam perjalanan golf profesional di Indonesia.

Hampir tidak ada generasi golf jauh sebelum era milenium ini yang tidak mengenal nama Kasiadi. Pegolf asal Jawa Timur ini merupakan satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil menjuarai Indonesia Open pada tahun 1989.

Kemenangan ini menjadi begitu penting dan fundamental karena terjadi di level profesional. Keyakinan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan para pemain top dunia pun bangkit, meskipun harapan ini baru terwujud kembali 27 tahun kemudian ketika George Gandranata menjuarai ajang Asian Development Tour.

Junaedi Ibrahim (kanan) berbincang dengan peserta amatir BK Management Tournament. Komposisi Pro-Am dianggap ideal untuk membangun relasi sekaligus melengkapi pemain amatir dengan wawasan dan pengalaman dari pegolf profesional. Foto: Golfin’STYLE.

Kini obor Keluarga Kasiadi itu dilanjutkan oleh salah satu putranya, Benita Yuniarto Kasiadi. Kiprahnya di blantika golf profesional Indonesia memang belum membuatnya mengulangi keberhasilan sang ayah. Namun, apa yang ia lakukan pada 6 Maret 2019 lalu di Lotus Lakes Golf Club, Karawang, Jawa Barat menjadi inisiatif baru yang bisa memberi dampak penting dalam perjalanan golf profesional di Indonesia.

Apa yang Benny, sapaan Benita lakukan pada bulan Maret silam adalah sesuatu yang pertama kali dilakukan oleh seorang pegolf profesional, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Bersama tim manajemennya, BK Management, ia menggelar turnamen berformat pro-am. Persis ketika Indonesia Golf Tour tak lagi memeriahkan kancah golf profesional, pegolf yang akrab disapa Benny ini memulai langkah baru dalam karier profesionalnya.

”Penyelenggaraan turnamen kali ini adalah suatu bentuk perhatian saya dan manajemen untuk industri golf yang sangat saya cintai ini. Harapannya adalah industri ini bisa menjadi lebih menarik lagi, lebih menantang, lebih baik ke depannya nanti,” ujar Benny.

Pentingnya inisiatif dari BK Management mendorong pegolf profesional No. 1 Indonesia, Danny Masrin, ikut mendukung BK Management Tournament di Lotus Lakes Golf Club. Foto: Golfin’STYLE.

Pentingnya kegiatan ini disadari oleh sejumlah pegolf papan atas Indonesia. Tak heran jika ketika sang empunya hajatan mendekati pemain, seperti Danny Masrin, pegolf pro No.1 di Indonesia ini langsung menegaskan partisipasinya.

”Menurut saya, kegiatan ini bisa menjadi langkah untuk mendapatkan sponsor untuk Tour lokal kita, ada dampak positif yang harapannya bisa menghadirkan turnamen lagi bagi para pegolf profesional Indonesia,” tutur Danny.

Rinaldi Adiyandono juga menilai aktivitas seperti ini sebagai sesuatu yang tidak boleh diabaikan dan menyebut kegiatan ini dapat memperbanyak koneksi dan berharap beberapa pemain amatir yang (non-atlet) yang ikut bermain turut tergerak mensponsori turnamen pro di Indonesia.

Hery Safary (kanan), yang kini menjadi Ketua PGI Pengprov Jabar, turut berpartisipasi pada ajang BK Management Tournament. Foto: Golfin’STYLE.

”Sebelum mencoba yang lebih besar lagi nantinya, kami ingin mencoba format pro-am dulu. Alasannya, pertama kami ingin memperkenalkan para pegolf profesional Indonesia kepada khalayak ramai karena ada banyak pemain Indonesia yang juga bagus.

”Kedua, untuk menambah pengalaman pemain amatir dengan bermain Bersama pemain pro. Mungkin mereka bisa belajar dari attitude-nya, cara mainnya, strateginya sehingga kami mencoba memberi pengalaman seperti itu.

”Hal terakhir mungkin lebih ke arah bisnis, mempertemukan orang-orang kunci,” jelas Rahmawati Sayuti, yang juga merupakan istri Benny.

Pegolf top Indonesia lainnya, Rinaldi Adiyandono, turut mendukung dan meramaikan gelaran perdana BK Management Tournament ini. Foto: Golfin’STYLE.

Format yang digunakan kali ini juga sedikit berbeda dengan turnamen pro-am yang biasa diadakan jelang sebuah turnamen profesional. Alih-alih bermain scramble, kegiatan ini memakai format Best Ball. Danny menambahkan bahwa format ini juga tidak kalah menarik ketimbang scramble. Ia sendiri berhasil main 8-under dan para pemain amatir yang bermain bersamanya juga tampak menikmati. ”Yang penting ialah para pemain amatir bisa senang bermain dalam ajang ini,” tandasnya.

Momen ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk sosialisasi Peraturan Golf 2019. Bekerja sama dengan PGA Tour of Indonesia, seluruh peserta—amatir dan profesional—berkesempatan menambah wawasan baru di ranah peraturan.

Sosialisasi ini sengaja menjadi salah satu agenda untuk edukasi, tak hanya bagi para pegolf profesional, tapi juga amatir, untuk bisa memaksimalkan permainan. ”Ini menjadi whole package agar kita tidak sekadar bisa main saja, tapi juga memahami bagaimana peraturannya,” ujar Rahmawati lagi.

Benita Yuniarto Kasiadi menyerahkan trofi kepada pemenang pada acara pembagian hadiah BK Management Tournament di Lotus Lakes Golf Club. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

Upaya BK Management ini pun mendapat sambutan positif. Semua pihak yang hadir menilai aktivitas ini sukses besar. Saking suksesnya, banyak yang berharap ajang seperti ini bisa dilakukan lebih sering.

”Saya percaya silaturahmi ini dapat memecahkan segala macam permasalahan. Dari percakapan warung kopi menjadi ide kecil, menjadi mimpi besar, lalu memulai langkah awal,” ujar Reza Rajasa, salah satu sosok yang berperan mensponsori kegiatan ini.

”Kegiatan ini sangat melampaui harapan. Jadi, saya mendorong supaya BK Management bisa terus mengadakan acara-acara seperti ini. Kalau bisa sebulan sekali, jadi dalam waktu setahun ada 12 kegiatan seperti ini.”

Reza Rajasa, yang sempat beberapa kali mengikuti ajang Indonesian Golf Tour, tak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tapi juga ikut mensponsori BK Management Tournament. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

Perspektif sponsor: REZA RAJASA
Keluarga Kasiadi memiliki nama yang tersohor di dunia golf dan generasi muda golf di Indonesia harus mengetahui hal ini. Di lapangan, Benny memajang tulisan, seperti ”Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah”. Akan sangat berharga sekali kalau junior-junior di Indonesia, di seluruh pelosok negeri ikut menghargai dan mengidolakan Kasiadi, satu-satunya pegolf Indonesia yang pernah menjuarai Indonesia Open.

Golf itu olahraga yang memang harus pegangan tangan satu sama lain. Ada banyak pemain bagus di Indonesia, tapi agar mereka itu bisa ke kancah internasional, harus kokoh dulu di level nasionalnya. Salah satunya bisa dilakukan dengan acara-acara silaturahmi seperti ini. Tidak bisa sekali dua kali, harus ada kegiatan seperti ini untuk selanjutnya.

Leave a comment