Pegolf asal India Anirban Lahiri berhasil mengatasi kondisi yang berat pada THE PLAYERS Championship dengan bermain 2-under hingga 17 hole sebelum akhirnya menghentikan permainan lantaran hari telah gelap. Ia akhirnya memilih untuk kembali melanjutkan putaran pertamanya pada hari Jumat, dengan menghadapi putt berjarak empat kaki bernilai par di Stadium Course TPC Sawgrass.

Lahiri bermain di grup terakhir sesi sore dan harus berhadapan dengan angin berputar yang membuat kondisi menjadi lebih berat. Keputusannya untuk tidak melakukan putt terakhirnya itu membuatnya menjadi satu-satunya pemain dari total 144 peserta yang tidak berhasil menuntaskan putarn pertamanya. Demikian pun, permainannya tidak bisa dibilang buruk, di mana pegolf berusia 31 tahun itu mencatatkan tiga birdie dengan satu bogey.

“Saya melihat permainan pada pagi hari dan kelihatannya banyak pemain yang bisa mencatatkan banyak birdie dan ketika saya mulai memainkan sembilan hole pertama, saya malah bertanya-tanya lapangan mana yang saya lihat tadi,” tutur Lahiri.

“Kondisinya cukup berat. Green-nya lekas kering ketimbang yang saya bayangkan. Dua tahun lalu saya juga bermain di grup terakhir pada sesi siang dan saya bisa mengerti perasaan mereka yang bermain belakangan besok (pada hari kedua). Kondisinya nyaris mustahil dimainkan di atas green. Meskipun sulit, tapi saya masih bisa main bagus,” sambungnya lagi.

Lahiri pun harus menuntaskan putt di hole terakhirnya pada pukul 09.00 waktu setempat, sebelum kemudian melanjutkan putaran keduanya pada pukul 09.35.

Juara Indonesian Masters 2014 ini mengawali THE PLAYERS Championship kali ini dengan meyakinkan. Ia menorehkan birdie setelah putting-nya dari jarak 7 kaki berhasil ia masukkan. Ia kemudian mendapat satu-satunya bogey di hole 8. Di hole 11 ia berhasil menambah birdie lagi dengan mudah, dilanjutkan dengan birdie dari jarak 9 kaki di hole 15. Dan ia jelas bakal menikmati putaran under par keduanya selama bermain di TPC Sawgrass ini. Toh ia masih menilai dirinya masih harus melakukan beberapa peningkatan permainan.

“Saya bersemangat untuk bermain pada pagi hari karena kondisinya bisa menjadi sedikit lebih mudah, tapi saya masih harus main bagus. Saya harus fokus untuk melakukan hal tersebut!” – Anirban Lahiri

“Saya sebenarnya agak kecewa karena membuang terlalu banyak pukulan. Saya masih melatih swing dan masih ada sedikit proses untuk mengembalikan kepercayaan diri saya. Dengan berjalannya putaran, saya akan lebih menyerang pin dan lebih komit melakukan swing. Bagaimanapun saya bermain solid dan berhasil memukul bola ke banyak green. Besok (hari ini) saya berharap bisa memukul bola lebih dekat lagi ke pin,” ujar Lahiri lagi.

Lahiri menambahkan bahwa dua hari terakhir kondisi green agak sedikit basah lantaran hujan yang turun. Namun, dengan angin yang berhembus ketika putaran pertama dimulai, green menjadi lebih cepat mengering.

“Permukaannya bisa menjadi agak bergelombang dan kondisinya juga sudah mulai gelap gulita sehingga saya memutuskan untuk berhenti,” imbuhnya. “Saya bakal kembali melanjutkan pada pukul 09:00 pagi, memukul putt tersebut, dan kemudian memulai putaran kedua pukul 09:35. Saya bersemangat untuk bermain pada pagi hari karena kondisinya bisa menjadi sedikit lebih mudah, tapi saya masih harus main bagus. Saya harus fokus untuk melakukan hal tersebut!”

Kiradech Aphibarnrat, yang bermain dalam grup yang sama dengan Lahiri, harus mengalami putaran yang mengecewakan. Seperti halnya Lahiri, Kiradech juga sempat mencatatkan birdie di hole pertama. Namun, segalanya berubah dan ia harus mengalami salah satu putaran yang mengecewakan setelah menutup hari pertama dengan skor 84.

Tommy Fleetwood dan Keegan Bradley mematok skor terendah pada hari pertama dengan menorehkan 7-under 65. Keduanya pun sama-sama berada di puncak klasemen. Adapun Tiger Woods mengawali hari pertama dengan torehan skor 2-under 70.

Leave a comment