Anirban Lahiri akhirnya mencapai finis terbaiknya pada kancah PGA TOUR musim 2020-2021.

Senyuman akhirnya terlihat merekah dari wajah Anirban Lahiri. Ada perasaan lega terpancar dari wajahnya menyusul hasil meyakinkan pada ajang Valero Texas Open yang baru saja berakhir. Wajar jika ia merasa demikian, mengingat selama berbulan-bulan ia harus mengalami kesulitan untuk menampilkan permainan yang solid.

Birdie yang ia masukkan di hole terakhir di TPC San Antonio kemarin (4/4) itu memberinya skor 3-under 69 yang ketiga, sekaligus finis terbaiknya pada musim ini. Skor total 10-under 278 yang ia bukukan sukses membawanya sendirian menempati peringkat kelima, delapan stroke dari Jordan Spieth sang juara. Toh selisih tersebut bukan menjadi hal yang membebani bagi Lahiri.

Pada putaran final itu, Juara Indonesian Masters 2014 ini berhasil membukukan tiga birdie dari empat hole par 5. Prestasinya kali ini cukup memberinya 110 poin FedExCup. Dengan demikian, ia memperbaiki peringkatnya dari No.125 menjadi No.94, sekaligus memperbesar peluangnya untuk menembus rangkaian Playoff pada bulan Agustus nanti.

Prestasinya kali ini sekaligus mengakhiri rangkaian lima kali gagal lolos cut dari tujuh turnamen yang ia ikuti tahun 2021. Yang tak kalah membanggakan lagi, ia berhasil menuntaskan catatan mengecewakan itu dengan performa pukulan yang sangat baik. Semua kerja keras yang ia curahkan dalam pekan-pekan belakangan ini akhirnya terlunaskan. Toh ia sadar bahwa jalannya masih panjang untuk mewujudkan impian meraih gelar PGA TOUR pertamanya.

”Saya tidak benar-benar ikut bersaing … ada terlalu banyak pemisahan antara pimpinan klasemen dan seluruh kami. Saya pikir secara keseluruhan, pada pekan ini, saya tidak memanfaatkan peluang semaksimal mungkin. Memang pukulan saya cukup bagus untuk bersaing dan bahkan menang, tapi permainan bunker dan short game, dan putting dari jarak menengah ke jarak pendek saya masih di bawah harapan,” jelas Lahiri.

”Aspek-aspek tersebut harus saya latih lagi. Saya sudah banyak berfokus untuk melakukan full swing dan pukulan dalam sebulan terakhir, dan bisa melihat kerja keras itu membuahkan hasil di bawah tekanan memang sangat memuaskan. Secara keseluruhan, ini pekan yang sangat baik buat saya. Saya sangat senang dengan cara saya untuk tetap tenang dan fokus pada apa yang harus saya lakukan. Pekan ini merupakan salah satu momen ketika saya seharusnya bisa bermain lebih baik, tapi saya lebih suka beranjak dari sini dan melatih beberapa area yang kurang bagi saya.”

 

 

Peningkatan permainanya terlihat dari peningkatan statistik Strokes Gained: Tee to Green. Lahiri beranjak dari posisi 150 ke peringkat 25. Dan peluang untuk meningkatkan permainannya pun tampaknya terbuka lebar, mengingat pelatihnya sejak lama, Vijay Divecha, berniat untuk mengunjungi Lahiri di AS dalam waktu dekat. Bagi Lahiri, kunjungan sang pelatih jelas bakal sangat membantu mengingat jadwal PGA TOUR mulai memasuki akhir musim reguler.

”Saya sebenarnya memiliki banyak peluang. Pada hari pertama, saya jelas tidak memukul bola cukup dekat. Pada hari kedua, saya kehilangan banyak kesempatan, dan harusnya bisa main 5 atau 6-under. Pada putaran ketiga, pukulan saya malah lebih bagus lagi daripada hari ini. Rasanya kalau bisa mendapat skor lebih baik, saya bisa bermain 5, 6, atau 7-under dan pada akhirnya itulah yang menjadi perbedaan,” paparnya lagi.

”Saya mesti membersihkan sejumlah area, seperti chipping dan permainan bunker, yang biasanya menjadi kekuatan saya. Saya akan kembali mempelajarinya dan menghabiskan waktu untuk lebih mendapatkan rasa percaya diri dan juga untuk urusan putting jarak menengah dan pendek. Putting saya di luar jarak 4,5 meter cukup bagus, tapi di bawah 3,5 meter malah mengecewakan. Area-area inilah yang harus saya latih. Semoga saja seiring waktu kualitasnya bisa meningkat.”

Wakil Asia lainnya, Kim Siwoo menuntaskan putaran final dengan skor 70 dan finis di peringkat T23 bersama rekan senegaranya, Lee Kyounghoon. Adapun Hideki Matsuyama dan K.J. Choi berbagi tempat yang sama di peringkat T30.

Pekan itu menjadi milik Jordan Spieth. Pegolf Amerika ini akhirnya kembali ke jajaran juara setelah merengkuh gelar PGA TOUR ke-12 dalam kariernya. Skor 6-under 66 yang ia bukukan pada putaran final sudah cukup untuk mengakhiri penantian 1.351 hari, dan 83 turnamen sejak kemenangan terakhirnya pada The Open Championship 2017.

”Saya sungguh bersyukur,” ujar Spieth. ”Jalan yang saya lalui ini lebih banyak jalan yang berbatu. Perasaan saya campur aduk ketika mengetahui saya kembali bisa meraih kemenangan. Orang-orang di sekitar saya selalu yakin kepada saya, bahkan ketika saya kurang mempercayai diri sendiri.”