Anirban Lahiri berharap memberi perbedaan ketika ia tampil mewakili India pada Olimpiade Tokyo tahun ini.

Anirban Lahiri menerima kesempatan kedua yang ia peroleh dengan tangan terbuka untuk bersaing pada cabang olahraga golf pria pada Olimpiade tahun ini. Ia lebih suka menyebut kesempatan itu sebagai anugerah. Baginya sudah menjadi tugasnya untuk mewakili olahraga dan negaranya.

Meskipun Lahiri menjadi pegolf ke-60 yang ada pada daftar yang diumumkan oleh International Golf Federation kemarin (23/6), pegolf yang kini berusia 33 tahun itu akan berangkat ke Jepang dengan penuh percaya diri. Ia juga siap untuk menjadi salah satu pesaing dalam memperebutkan medali bagi India.

”Sungguh kejutan yang luar biasa, saya tidak mengharapkannya. Meskipun saya mendapatkannya, saya tak merasa benar-benar layak karena saya tahu saya bermain jauh di bawah potensi saya tahun ini. Spot itu adalah anugerah dan kesempatan, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya,” tutur Lahiri yang tengah bersiap mengikuti Travelers Championship di TPC River Highlands, Connecticut pekan ini.

”Saya tahu apa artinya menjadi seorang Olimpian karena saya telah melakoninya sebelumnya (di Rio) dan saya tidak ingin hanya sekadar menjadi peserta. Saya ingin memenangkan medali, saya ingin melakukan sesuatu yang memberi perbedaan. Saya tahu menjuarai ajang PGA TOUR bisa menciptakan perbedaan, tapi meraih medali tak hanya memberi perbedaan bagi diri saya. Saya juga memiliki tanggung jawab tertentu terhadap olahraga ini dan negara saya.”

Setelah mendapati kabar bahwa ia berhasil masuk ke daftar 60 peserta, menyusul sejumlah nama yang memilih mundur, Lahiri segera dibanjiri oleh berbagai ucapan selamat dan pesan dari sesama pegolf dan sahabat dari negaranya.

Mantan pegolf Asia No.1 ini mencatatkan finis di peringkat 57 ketika bermain dalam kondisi cedera di Rio. Namun, kini sejumlah pertanda positif menunjukkan bahwa performanya perlahan-lahan kembali. Belum lama ini ia finis di posisi T25 pada ajang Palmetto Championship di Congaree. Ia pun optimis untuk tampil di Kasumigaseki Country Club pada 29 Juli hingga 1 Agustus nanti.

”Ketika pertama kali mengetahuinya, saya menghubungi istri saya,… Bagaimana mungkin saya tidak mewakili negara saya pada ajang olahraga terbesar di dunia?”

Ia yakin medali apa pun akan dapat mempromosikan golf di India dengan lebih baik lagi.

”Saya mendapat begitu banyak pesan dari anak-anak yang kini bermain golf. Mereka mengatakan, ’Kami senang Anda bisa masuk Olimpiade, kami selalu mengagumimu dan pergilah dan jadilah kebanggaan kami.’ Semua orang memiliki motivasi yang berbeda terhadap alasan mereka memilih golf sebagai mata pencaharian dan sebagian besar ialah untuk menopang diri sendiri, keluarga, dan pencapaian pribadi. Namun, ada aspek besar lain buat saya secara pribadi bahwa semua yang saya raih dari olahraga ini dan semua cinta dan dukungan yang saya dapatkan dari negara saya. Saya sangat bersemangat. Bermain pada Olimpiade jelas menjadi sesuatu yang ingin saya lakukan,” paparnya.

”Ketika pertama kali mengetahuinya, saya menghubungi istri saya, menanyakan apa yang harus saya lakukan sekarang. Saya memberi tahu dia kalau saya tidak mungkin tidak pergi. Bagaimana mungkin saya tidak mewakili negara saya pada ajang olahraga terbesar di dunia? Ini alasan mengapa saya bermain golf … dan memiliki peluang mewakili negara Anda, tak hanya sekadar mewakili karena saya merasa bermain dengan baik. Saya rasa saya makin dekat dengan permainan golf terbaik saya saat ini dan untuk berbagai alasan, masuk akal bagi saya untuk ikut bertanding. Bisa pergi ke Olimpiade jelas sangat berarti bagi saya.”

Saat ini Lahiri memang tengah berfokus untuk bertahan di jajaran 125 besar pada klasemen FedExCup. Saat ini ia menempati peringkat 118 dan berniat untuk bisa mengikuti FedExCup Plpayoff bulan Agustus mendatang. Namun, yang lebih penting lagi ialah ia ingin mempertahankan kartu PGA TOUR untuk musim depan. Sejauh ini Lahiri telah bermain pada Tour papan atas dunia ini sejak 2016.

Pekan ini ia melakoni keikutsertaan keempat pada Travelers Championship. Pencapaian terbaiknya ialah T9 pada 2018 dan T17 pada 2017. ”Saya masih memiliki banyak kesempatan, termasuk pekan ini untuk melakukan hal yang harus saya kerjakan di PGA TOUR,” ujarnya.

”Tahun ini cukup sulit bagi saya. Saya mengawalinya dengan baik pada musim gugur lalu dan kehilangan momentum di pesisir barat, dan mulai membangunnya lagi dan main bagus dengan pekan yang solid di Texas (T5) dan kemudian saya terpapar COVID-19 dan mengalami empat pekan yang buruk.”