Impian untuk menciptakan kultur golf yang baru juga mulai terwujud ketika Golfzon meresmikan Golfzon Zoimaru di Kota Daejeon. Golfzon Zoimaru yang mulai dibuka pada Januari 2015 ini merupakan wahana bertema golf pertama di dunia, dan ditujukan sebagai wahana bagi seluruh keluarga. Wahana yang dibangun di atas lahan seluas 33.000m2 ini sengaja disasar untuk menjadi landasan bagi K-Golf, Korean Wave khusus untuk golf, dan dimaksud sebagai solusi golf menyeluruh, yang dilengkapi dengan teknologi terdepan dan akumulasi data yang dikumpulkan selama 15 tahun.

[columns][column size=”1/2″]

Kultur dan Pendekatan Baru dalam Golf - Golfzon Market
Golfzon Zoimaru

[/column][column size=”1/2″]

Anak-anak, misalnya, bisa mengenal golf dengan bermain mini golf. Satu hole par 3 juga dibangun di belakang gedung Zoimaru sehingga anak-anak juga bisa memainkan snag golf. Kolam air juga bisa menjadi alternatif bermain bagi anak-anak. Golfzon Zoimaru juga menyediakan pusat perbelanjaan bagi kaum ibu dengan beragam pilihan, yang ditempatkan di lantai dasar. Adapun Golfzon Market dengan fasilitas Trufit akan melayani kebutuhan golf kaum pria.

[/column][/columns]

Beragam gerai yang menyediakan makanan dan minuman juga bisa ditemui di sini sehingga menjadikan Golfzon Zoimaru sebagai fasilitas multikultural, yang mengintegrasikan konvergensi teknologi dengan golf.

Golfzon Zoimaru sekaligus menjadi rumah bagi Golfzon Elite Academy yang didedikasikan bagi pembinaan atlet-atlet berbakat dari seluruh negeri. Saat ini ada 21 atlet yang mendapat beasiswa penuh dari Golfzon, yang disaring berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing. Adapun lima di antaranya merupakan anggota Tim Nasional Korea.

Kualitas pelatihan yang mengandalkan teknologi ini benar-benar memberi hasil yang cukup signifikan. Hal tersebut diakui oleh peserta pelatihan. Kim Young-woong, yang bergabung sejak Elite Academy dibuka pada 15 Desember 2014 mengaku mendapat peningkatan kualitas short game sejak bergabung.

”Program-program pengembangan permainan di sini juga sangat detail sehingga sangat membantu saya,” tuturnya. ”Dengan memanfaatkan GDR, kita bisa mengetahui kecepatan dan trajektori bola, juga side spin. Semua ini tercatat di data base dan sangat membantu saya.”

Park Jae-hyeong, peserta pelatihan lainnya, turut mengamini. Sejak bergabung pada April lalu, pemuda berusia 17 tahun ini selalu lolos cut, bahkan sempat masuk 10 besar, pada turnamen-turnamen yang ia ikuti.

Meski memiliki teknologi yang sedemikian canggih, bukan berarti peran pelatih kemudian dihilangkan. Oh Chae-ah, salah seorang pelatih Elite Academy mengaku bahwa teknologi ini menjadi keunggulan pelatihan yang mereka miliki.

”Pelatih seperti saya lebih banyak berperan ketika pemain berlatih di lapangan. Jika mereka menghadapi masalah di lapangan, tugas kamilah untuk membantu memberikan saran dan masukan agar mereka bisa memperbaiki permainan mereka,” ujarnya.

Para peserta Elite Academy ini dituntut untuk selalu berkembang. Sistem degradasi diterapkan di sini dengan evaluasi dilakukan tiap enam bulan sekali. Semua ini ditujukan agar para peserta memiliki motivasi dan tetap fokus. Selain pelatihan fisik dan teknik, para peserta ini juga dibina secara pribadi agar memiliki perilaku yang baik, termasuk pelatihan menghadapi media.

Untuk memaksimalkan pelatihan, Golfzon Zoimaru juga dilengkapi dengan fasilitas pusat kebugaran yang dipandu oleh pelatih kebugaran profesional, lengkap dengan perangkat latihan dan sistem komputerisasi.

  • Teks Raka S. Kurnia
  • Foto Raka S. Kurnia, Uci, Rakhmat Mulyana