Dua hari ke depan, Tirto Tamardi, M. Seandy Alfarabi, Stevanus Daniel Wirawan, dan Inez Beatrice Wanamarta akan mulai bersaing dengan para pegolf terbaik Asia dalam Faldo Series Asia Grand Final. Sebagai satu-satunya sirkuit amatir di dunia, Faldo Series Asia kini memasuki penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2007.

Sejauh ini, dua pegolf Indonesia telah menorehkan sejumlah prestasi pada kejuaraan ini. Tahun 2012 lalu, Cahyo Adhitomo menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil finis di posisi tiga besar. Kala itu ia berbagi tempat dengan pegolf China Guan Tian Lang setelah sama-sama bermain total 7-under 209. Setahun kemudian, Fahmi Reza bermain 5-under 211 dan mengakhiri turnamen di peringkat 4.

”Main tanpa beban, tidak takut kalah dan tidak takut main jelek,” ujar Cahyo mengingat penampilannya tahun 2012 lalu itu.

Sementara itu, penampilan terbaik berikutnya dilakukan oleh Fahmi Reza setahun kemudian. Bermain dalam kesempatan terakhir, mengingat batasan usia untuk tahun berikutnya, Fahmi mencatatkan skor 72-70-69.

”Strateginya, yaitu memilih main aman, lalu memilih menyerang di beberapa hole yang potensi birdie-nya besar,” kenang Fahmi yang sempat memimpin turnamen dengan 6-under sebelum akhirnya mendapat double bogey di hole 14 dan bogey di hole 17. Beruntung ia mencatatkan eagle di hole terakhir untuk finis di posisi 4,

”Mungkin karena posisinya mengejar leader di kelompok umur dan saat itu kesempatan terakhir saya main di Faldo, jadi saya lebih all out,” sambungnya lagi.

Tahun ini, kontingen Indonesia hanya diwakili oleh empat pemain lantaran kategori Girls U-21 tidak diikuti cukup pemain. Dan selain Tirto, ketiga pemain lainnya akan menjalani debut di Mission Hills, Faldo Course, Shenzen, China.

Tahun 2014 lalu Tirto menorehkan prestasi bersejarah sepanjang Faldo Series Asia dengan mencatatkan skor kemenangan terbesar, 13-under 203. Dalam kesempatan pertama di Shenzen, ia finis di posisi T34. Tahun lalu, ia kembali ke Shenzen dan berhasil memperbaiki penampilannya dan bermain total 1-under 215 dan berada di posisi T11.

”Belajar dari pengalaman tahun lalu, untuk tahun ini pastinya lebih siap daripada tahun-tahun sebelumnya. Jadi, mohon doanya,” ujarnya. ”Skor yang menang sekitar 9-under. Jadi, kalau mau menang [harus main] sekitar 4-under tiap hari.”

Sementara itu, Sir Nick Faldo yang akan menjadi tuan rumah Faldo Series Asia Grand Final ini mengungkapkan, ”Grand Final merupakan panggung yang sangat bagus bagi para pegolf putra dan putri ini untuk menunjukkan semangat mereka bermain di bawah tekanan dalam turnamen dan lapangan yang berkualitas tinggi. Buat saya, kesempatan melihat langsung para pegolf ini menjadi salah satu hal yang dinantikan setiap tahunnya. Kesempatan untuk berkontribusi memberikan jalur menuju karier profesional mereka benar-benar telah membuahkan hasil.”

Jebolan Faldo Series yang kini menempuh jalur profesional termasuk di antaranya Rashid Khan yang telah menjuarai dua gelar Asian Tour, dan tentunya peraih Major, Yani Tseng dan Rory McIlroy.