Konsistensi jangka panjang dalam meraih kemenangan menjadi landasan bagi Tiger Woods untuk menyamai rekor Sam Snead dengan 82 kemenangan PGA TOUR.

Selama lebih dari lima dekade, Sam Snead memegang rekor kemenangan sepanjang masa dengan 82 gelar PGA TOUR. Dan pagi tadi, sekitar 54 tahun sejak Snead menjuarai Greater Grensboro Open, kemenangan ke-82, Tiger Woods menyamai prestasi tersebut. Woods membukukan skor total 19-under 261 di Accordia Narashino Country Club untuk menjadi pegolf kedua sepanjang sejarah yang mengoleksi 82 gelar PGA TOUR.

Woods melakukan pencapaian luar biasa ini dalam 23 tahun perjalanan kariernya. Ia beralih profesional pada tahun 1996 dan meraih kemenangan pertamanya pada Shriners Hospitals for Children Open 1996. Sejak itu, ia telah mengoleksi 81 gelar PGA TOUR lainnya, termasuk 15 gelar Major dan 2 gelar FedExCup (2007 dan 2009).

“Ini jumlah kemenangan yang besar. Angka ini menunjukkan konsistensi meraih kemenangan dan melakukannya untuk jangka panjang. Sam melakukannya ketika memasuki usia 50-an dan saya pada awal usia 40-an. Saya sangat beruntung memiliki karier yang saya jalani sejauh ini. Bisa menjuarai turnamen di Jepang ini terkesan ironis karena saya selalu menjadi pemain global, bermain di seluruh dunia dan bisa menyamai rekor di luar Amerika Serikat rasanya membanggakan juga,” tutur Woods.

Sejarah memang memihak Woods. Sebelum meraih kemenangan pertamanya di Jepang sejak 2005, Woods telah memenangkan 43 dari 45 turnamen ketika ia menjadi satu-satunya pemimpin klasemen dalam 54 hole. Rasio keberhasilannya adalah 95,6%. Ia juga menjuarai 54 dari 58 turnamen ketika ia menjadi satu-satunya atau salah satu pimpinan klasemen setelah memainkan 54 hole, dengan rasio keberhasilan 93,1%.

 

“Sang pimpinan klasemen (Woods) memiliki peluang yang sangat tinggi untuk menjadi juara jika ia memimpin sendirian setelah 54 hole,” ujar Matsuyama pada hari Minggu (27/10) kemarin.

Woods sendiri menyadari peluangnya untuk menyamai rekor Snead ini. Saat putaran final terpaksa dihentikan lantaran hari sudah gelap, ia memegang keunggulan tiga stroke dari Matsuyama, dengan menyisakan tujuh hole lagi. Matsuyama sendiri hanya menyisakan enam hole lagi.

“Kalau saya berhasil melakukan apa yang semestinya saya lakukan, rasanya saya akan mendapat kemenangan. Saya kira kemenangan itu akan menjadi yang ke-82, tapi fokus saya ialah tetap melakukan apa yang harus saya lakukan untuk mendapat kemenangan tersebut,” ujar Woods.

Persis itulah yang ia lakukan. Woods memang mendapatkan bogey keduanya di hole 12, tapi ia berhasil menambah dua birdie lagi di hole 14 dan 18 untuk memastikan kemenangan ini. Skor 67 pada hari terakhir sudah lebih dari cukup untuk meraih satu pencapaian besar lain dalam kariernya.

“Saya tak mengira bakal kembali bermain di level seperti ini, ….” – Tiger Woods

“Saya tak mengira bakal kembali bermain di level seperti ini, tapi fakta bahwa saya bisa bangkit dan membaca putt lagi, sesuatu yang tidak bisa saya lakukan dalam beberapa bulan ini, hal yang sekecil itu benar-benar bisa memberi perbedaan. Lalu saya juga merasa lebih nyaman dengan putter karena bisa melakukan kuda-kuda dengan lebih baik, dan dari segi swing kecepatan saya mulai kembali, dan rasa sakit di punggung saya juga mulai berkurang,” papar Woods.

Woods mengakhiri musim 2018-2019 pada ajang BMW Championship dengan finis T37. Setelah itu, ia kembali menjalani operasi di bagian lututnya untuk memastikan ia bisa kembali bermain penuh. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda cederanya itu kambuh.

“Lutut saya tak memungkinkan untuk melakukan rotasi dan akibatnya memberi tekanan ekstra ke punggung. Seharusnya saya menjalani prosedur operasi tahun lalu setelah bermain pada Hero World Challenge, tapi saya tidak melakukannya karena merasa masih bisa main bagus setelah menjuarai TOUR Championship. Dan dalam setahun kondisinya memburuk dan saya mulai kesulitan bermain. Sekarang saya bisa main lebih baik, merasa lebih baik, dan bisa melakukan pukulan-pukulan yang saya tahu bisa saya lakukan dan pekan ini benar-benar menjadi tanda yang positif untuk masa depan,” sambung Woods lagi.

Woods mengakhiri penantian 11 tahun tanpa gelar Major ketika ia menjuarai Masters Tournament bulan April 2019 lalu. Gelar tersebut menjadi gelar Major ke-15 baginya, sekaligus memicu spekulasi bahwa ia bakal menyamai rekor 18 Major Jack Nicklaus.

Kini ia berhasil melakukan satu pencapaian lagi dalam kariernya. Ia berhasil menyamai rekor Snead dengan waktu yang relatif lebih cepat. Woods meraih gelar ke-82 ini dalam usia 43 tahun, 9 bulan, dan 28 hari. Sementara Snead melakukannya ketika telah berusia 52 tahun. Woods merendaha dengan mengatakan bahwa ia cukup beruntung bisa meraih kemenangan ini lebih cepat.

Dengan total 359 turnamen yang ia mainkan, Woods sekaligus mencatatkan rekor presentase kemenangan tertinggi dalam setidaknya 200 turnamen PGA TOUR, dengan rasio 22,8%. Angka ini lebih baik daripada Ben Hogan yang menjuarai 64 gelar dalam 300 turnamen (21,3%) dan Byron Nelson yang menjuarai 52 dari 287 turnamen (18,1%). Snead sendiri memenangkan 82 turnamen setelah memainkan 585 ajang (14%).

Kemenangan ini turut memperkuat status Woods sebagai pemain global. Jepang menjadi negara ke-7 di mana Woods menjuarai ajang PGA TOUR. Sebelumnya, ia telah meraih kemenangan di AS, Inggris, Skotlandia, Spanyol, Kanada, dan Irlandia.