Upaya Brooks Koepka mempertahankan gelarnya menunjukkan hasil yang meyakinkan, jika tidak bisa dikatakan sempurna, di Bethpage Black Course. Skor 7-under 63 miliknya menempatkan pegolf Amerika ini di puncak klasemen sementara.

Koepka kini tengah dalam misi meraih empat kemenangan dalam delapan penampilannya pada ajang Major. Lulusan European Challenge Tour ini menampilkan permainan yang seolah membuat Bethpage Black Course, yang dimainkan dengan panjang sekitar 7.500 yard, menjadi terlihat mudah.

Perbincangan mengenai ketangguhan Koepka, termasuk kejenuhannya terhadap permainan yang lambat, pun kembali menghias berbagai media sosial. Salah satunya, seperti diungkapkan dalam akun @NoLayingUp yang yang mengganti papan peringatan pada salah satu sisi Black Course dengan tulisan “Brooks was Here”. Papan itu sendiri pada dasarnya merupakan peringatan bahwa Black Course merupakan lapangan yang bakal membuat frustrasi pemain yang berkemampuan tanggung.

Skor 63 miliknya tak hanya menjadi rekor skor terendah di Bethpage Black Course, tapi juga menyamai skor terendah dalam ajang PGA Championship.

“Satu-satunya yang bisa Anda lakukan ialah memukul ke fairway. Jika Anda memukul bola ke fairway, Anda bakal bisa memukul ke green dan bola akan mendekati hole. Yang saya maksud, jelas jarak pukul saya menjadi keuntungan tersendiri di sini, tapi yang saya maksud ialah saya tidak memanfaatkan semua par 5. Saya tidak mendapat birdie di hole par 5,” ujar Koepka.

“Jadi, jelas Anda bisa mendapatkan skor yang bagus. Bahkan beberapa lokasi hole-nya juga cukup bisa dijangkau. Saya tidak akan kaget kalau ada pemain lain yang menorehkan skor bagus pada sore hari.”

Ujaran Koepka soal fairway kemudian ditegaskan pula oleh Danny Lee, yang menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mendekati skor 63 Koepka tersebut. Pegolf asal Selandia Baru ini menorehkan skor hari pertama 6-under 64.

“Setiap hole di lapangan ini tidaklah mudah, terutama jika bola Anda meleset dari fairway. Jika memukul ke rough terus, pastilah akan sangat berat, Anda akan kesulitan mendekati green. Saya dan tim saya sudah berkomitmen, kalau bola saya masuk ke rough, kami hanya akan berusaha melangkah dan mengembalikan bola ke fairway. Tak masalah kalau kami harus memukul 5-iron pada pukulan berikutnya atau 100 yard pada pukulan berikutnya lagi. Kami hanya ingin memastikan memukul ke fairway lagi dan mencoba kembali mendapatkan momentum dan menyingkirkan skor-skor gendut sebaik mungkin,” papar Lee.

Lee sendiri menyebut keberhasilannya kali ini tak terlepas dari kemampuannya menambah jarak pukul, yang jelas akan membantunya untuk bermain pada setidaknya mulai bisa bersaing dalam sebuah ajang Major.

“Awalnya saya tidak memukul cukup jauh untuk bersaing dalam kejuaraan Major, PGA Championship atau U.S. Open. Mungkin saya punya peluang pada The masters. Tapi sekarang saya jelas memukul lebih jauh. Saya bisa memukul driver sekitar 290-295 yard di udara. Ini bonus besar buat saya. Dan sebenarnya inilah pertama kalinya saya bermain dalam ajang Major dengan jarak pukul sejauh itu,” sambungnya lagi.

Skor terbaik berikutnya ditorehkan oleh Juara Race to Dubai 2017 asal Inggris Tommy Fleetwood. Tahun lalu ia sempat bersaing dengan Koepka pada ajang U.S. Open di Shinnecock Hills, namun meskipun membukukan skor 63 pada hari terakhir, upayanya tak cukup untuk menggeser Koepka. Kali ini Fleetwood tampak mulai bersaing lagi setelah mencatatkan skor 67

“Bisa dibilang bahwa kondisinya sedikit lebih ramah daripada putaran latihan, seolah ada beberapa peluang di sana, tapi secara keseluruhan, ini masih merupakan lapangan golf yang brutal, dan begitu bola Anda tidak pada posisi yang baik, Anda bakal kesulitan melakukan pukulan. Untungnya saya bisa melakukan pukulan dengan baik,” ujar Fleetwood.

Sementara itu, Tiger Woods mengawali putaran pertamanya dengan catatan 2-over 72. PGA Championship ini merupakan putaran kompetitif pertamanya setelah menjuarai The Masters pada bulan April lalu.

Leave a comment